Showing posts with label Motivasi. Show all posts
Showing posts with label Motivasi. Show all posts

Tuesday, April 14, 2015

Cara Panjang Umur versi Lifecycle Elang

Belajar Panjang Umur versi Elang

Elang merupakan jenis unggas yang mempunyai umur paling panjang didunia. Umurnya dapat mencapai 70 tahun. Tetapi untuk mencapai umur sepanjang itu seekor elang harus membuat suatu keputusan yang sangat berat pada umurnya yang ke 40.

Ketika elang berumur 40 tahun, cakarnya mulai menua, paruhnya menjadi panjang dan membengkok hingga hampir menyentuh dadanya. Sayapnya menjadi sangat berat karena bulunya telah tumbuh lebat dan tebal,sehingga sangat menyulitkan waktu terbang.


Pada saat itu, elang hanya mempunyai dua pilihan: Menunggu kematian, atau Mengalami suatu proses transformasi yang sangat menyakitkan - suatuproses transformasi yang panjang selama 150 hari.

Untuk melakukan transformasi itu, elang harus berusaha keras terbang keatas puncak gunung untuk kemudian membuat sarang ditepi jurang , berhenti dan tinggal disana selama proses transformasi berlangsung.

Pertama-tama, elang harus mematukkan paruhnya pada batu karang sampai paruh tersebut terlepas dari mulutnya, kemudian berdiam beberapa lama menunggu tumbuhnya paruh baru.

Dengan paruh yang baru tumbuh itu, ia harus mencabut satu persatu cakar-cakarnya dan ketika cakar yang baru sudah tumbuh, ia akan mencabut bulu badannya satu demi satu. Suatu proses yang panjang dan menyakitkan. Lima bulan kemudian, bulu-bulu elang yang barusudah tumbuh. Elang mulai dapat terbang kembali. Dengan paruh dan cakar baru, elang tersebut mulai menjalani 30 tahun kehidupan barunya dengan penuh energi!

...

Sahabat, Dalam kehidupan kita ini, kadang kita juga harus melakukan suatu keputusan yang sangat berat untuk memulai sesuatu proses pembaharuan. Kita harus berani dan mau membuang semua kebiasaan lama yang mengikat, meskipun kebiasaan lama itu adalah sesuatu yang menyenangkan dan melenakan.

Kita harus rela untuk meninggalkan perilaku lama kita agar kita dapat mulai terbang lagi menggapai tujuan yang lebih baik di masa depan. Hanya bila kita bersedia melepaskan beban lama, membuka diri untuk belajar hal-hal yang baru, kita baru mempunyai kesempatanuntuk mengembangkan kemampuan kita yang terpendam, mengasah keahlian baru dan menatap masa depan dengan penuh keyakinan.

Halangan terbesar untuk berubah terletak di dalam diri sendiri dan andalah sang penguasa atas diri anda. Jangan biarkan masa lalu menumpulkan asa dan melayukan semangat kita.Karena Anda adalah elang-elang itu.

Perubahan pasti terjadi. Maka itu, kita harus berubah! Salam Motivasi...!

Lepaskan semua atribut keduniaanmu, Istigfar,  Sumeleh dan tetap Eling


Sunday, April 12, 2015

Cara menjadi Milyarder : Miliuner ini dulu ditolak kerja 30 kali, bahkan di KFC tak Diterima

Merdeka.com - Lebih dari sepuluh tahun lalu, Jack Ma bukanlah orang penting apalagi orang kaya di Cina. Dia cuma pengangguran yang prestasi di bangku kuliah pun pas-pasan. Namun siapa sangka Jack Ma kini dikenal sebagai pendiri e-commerce Alibaba terbesar di China yang perusahaannya bersaing ketat dengan eBay milik Amerika.

Kesuksesan Ma tidak terjadi dalam sekejap. Perlu kesungguhan dan tekad setebal baja untuk menjadi sukses seperti sekarang ini.

Dalam wawancara yang dikutip dari businessinsider.co.id, Ma mengungkapkan dirinya sudah terbiasa dengan penolakan.

Bahkan untuk masuk kuliah pun, Ma sudah terlebih dahulu ditolak tiga kali oleh kampus.

Yang terparah selepas kuliah 30 kali penolakan kerja diterimanya sampai nyaris membuat Ma putus asa.

"Saya mau menjadi polisi, mereka bilang saya tidak pantas. Bahkan saya melamar ke KFC di kota saya, dari 24 orang yang melamar hanya saya yang tidak diterima," kenang Ma.

Tak putus asa, di tahun 1999 bersama temannya Ma mencoba terobosan baru di bidang e-commerce.

Saat itu dia tahu dia harus kreatif untuk mendapatkan suntikan dana dari bank. Akhirnya dia meluncurkan produk e-commerce pertamanya Aliplay.

Semula banyak orang menyangsikan Aliplay yang mewadahi jual beli antar kurs dalam perdagangan internasional.

"Mereka bilang ini ide paling bodoh yang pernah saya lakukan. Saya tidak peduli selama orang dapat menggunakannya," tutur dia.

Kini Ma dinobatkan sebagai orang terkaya di China dengan total kekayaan 20,4 miliar dolar. Bahkan produk perusahaan Ma mampu menarik 100 juta orang setiap harinya.

Ma pun tak takut harus bersaing dengan eBay yang tampak lebih perkasa. Dia yakin kepercayaan pasar, utamanya di China sudah berada di dalam genggamannya. Kisah Ma menjadi bukti jangan pernah berhenti berusaha jika mau sukses.

source :merdeka.com

 

Friday, December 5, 2014

Seberapa yakin kepercayaan anda ?

Ada sebuah perkacapan dua orang tentang Rasa Percaya

Suatu hari ada percakapan seorang penembak dengan seseorang ilmuan.

Penembak (T) : Bagaimana kalau kamu saya beri tahu kalau saya ini penembak. Anda percaya ?
Pendengar (J) : Enggak. Apa buktinya?
T : Kalau saya tembak kaleng, dan tepat kena. Apakah anda percaya ?
J : Belum tentu, siapa tahu kebetulan.
T : Bagaimana kalau ada 4 buah kaleng, dan saya tembak, kena semua ?
J : Coba anda buktikan.
" Duar , duar, duar, duar " Dan sang penembak pun mampu menembak tepat keempat kaleng.

T : Apakah anda percaya saya penembak ?
J : Emmm, belum tentu juga, bisa jadi itu ada yang kebetulan kena dan yang lainnya memang tepat bidikan anda.
T : Ini saya tunjukkan beberapa sertifikat international tentang penembak jitu dan beberapa penghargaan juara pertama menembak tingkat international. Apakah anda sekarang percaya kalau saya penembak jitu ?
J : Ya saya percaya.
T : Kalau anda sudah percaya. Sekarang taruh apel diatas kepala anda dan saya tembak ?
J : .... eit jangan ....
T : Kenapa ? Bukankah anda sudah yakin terhadap bukti-bukti yang saya tunjukkan ?
J : iya, percaya tapi.....

Kalau manusia ilmuan itu percaya, seharusnya ilmuan itu yakin akan kemampuan sang penembak jitu.
Yakin kalau apel diatas kepalanya akan ditembak tepat. Dan yakin kalau kepalanya nggak tertembak.

Seandainya Alloh menurunkan surat tentang hal kasat mata. misalkan
" Dan Kami turunkan dari Al Qur'an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Qur'an itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian." Surah Al-Isra’ ayat 9 ( 17 : 9 )

Apakah anda percaya AlQuran sebagai penawar ? 

Seandainya keyakinan manusia yakin bahwa penembak jitu pasti kena, walau mau ditaruh diatas kepala... wah keren banget. Pasrahnya cukup tinggi.

Alquran sebagai penawar, yakin Alloh akan memberikan kesembuhan dengan Alquran.
Alquran sebagai penawar penyakit jiwa,  penyakit jasad, penyakit santet, gangguan jin.
Alquran mampu mengembalikan sel-sel manusia yang rusak dengan izinNya.
Alquran mampu membakar syetan , jin jin jahat atas izinNya.
Alquran mampu memberi cahaya kepada hati manusia atas izinNya.

Kalau keyakinan manusia bisa full bahwa Alquran itu penawar, maka tinggal Nyambat ke Alloh. Alloh yang Maha Besar, yang Maha Kuasa. Mohon petunjukNya.
Allohusomat.
Ihdina sirotol mustakim.

Tuesday, November 26, 2013

38 HIKMAH PENCERAHAN MAKNA DUNIAWI, Syeh Abdulqodir Jaelani

Kitabullah, Sunnah, Kalam Imam Ghozali dan Syaikh Abdulqodir Jaelani

1. JAHANAM BAGI YG MENGHENDAKI KEHIDUPAN DUNIAWI
Barangsiapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi), maka Kami segerakan baginya di dunia itu apa yang kami kehendaki bagi orang yang kami kehendaki dan Kami tentukan baginya neraka jahannam; ia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir. (Al Israa’ 18)

2. TETAPI KAMU MEMILIH KEHIDUPAN DUNIAWI
“Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan diri (dengan beriman), dan dia ingat nama Tuhannya, lalu dia sembahyang. Tetapi kamu memilih kehidupan duniawi. Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal. (Al A´laa 14-17)

3. NERAKA BAGI PENGUMPUL DUNIA (KIKIR)
Pada hari dipanaskan emas perak itu dalam neraka jahannam, lalu dibakar dengannya dahi mereka, lambung dan punggung mereka (lalu dikatakan) kepada mereka: “Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu.” (At Taubah 35)

4. JANGAN RAKUS PADA DUNIA
Rosulullah saw bersabda, “Demi Allah bukan kefakiran (kemiskinan) yang aku khawatirkan atas kamu, akan tetapi aku khawatir apabila dunia ini dibentangkan untukmu sebagaimana ia telah dilapangkan untuk orang-orang sebelum kamu, lalu kamu saling merebut dunia sebagaimana mereka memperebutkannya. Akhirnya dunia menghancurkan kamu sebagaimana ia telah membinasakan mereka”. (Bukhari Muslim)

5. CENGKERAMAN DUNIA
Abu Bakar Ash-Shiddiq ra berkata, “Pada suatu hari ketika aku bersama Rosulullah saw, maka beliau menggerakkan tangannya seolah-olah menolak sesuatu, sedangkan aku tidak melihat sesuatu apa pun di depan beliau. Tanyaku, “Wahai Rosulullah saw, mengapa engkau menggerakkan tanganmu seolah-olah menolak sesuatu, padahal aku tidak melihat sesuatu apa pun dihadapanmu?”. Beliau saw bersabda, “Diperlihatkan kepadaku seolah-olah dunia hendak mendatangi aku, maka kataku, “Pergilah kamu dari aku, sebab aku tidak senang denganmu”. Kata Dunia, “Ketahuilah bahwa kamu tidak akan mendapatkan aku lagi. Demi ALLAH jika kamu dapat terlepas dari cengkeramanku, maka aku tidak akan melepaskan cengkeramanku terhadap orang-orang yang datang sepeninggalmu” (Kehidupan Para Sahabat Rosulullah saw, 2003)

6. ALLAH AKAN MEMECAH BELAH HARTA ORANG YG MENGINGINKAN DUNIA
Rosulullah saw bersabda, “Barangsiapa ia bangun di pagi buta (pagi sekali) sedang ia berharap hanya pada harta benda (duniawi), maka ALLAH pasti mencerai beraikan urusan orang tersebut dan memecah belah hartanya. Dan ALLAH menjadikan kefakirannya itu di depan kedua matanya. Dan dunia yang telah tertulis baginya. Dan barangsiapa yang bangun pagi buta dengan mengharap akhirat, maka ALLAH pasti mengumpulkan keinginannya itu dan memelihara harta yang dimilikinya. ALLAH menjadikan kekayaan di dalam hatinya. Dunia akan mendatanginya dengan penuh hina dina (tak berharga)” (Imam al-Ghazali)

7. DUNIA ADALAH SENDA GURAU
Apakah engkau tidak memperhatikan firman ALLAH SWT, “Ketahuilah bahwa kehidupan dunia hanyalah senda gurau, permainan dan perhiasan”.
Senda gurau, permainan, dan perhiasan bagi anak kecil yang bodoh, bukan untuk orang-orang dewasa yang memiliki akal sehat. Aku telah memberitahukan bahwa dunia hanya untuk orang yang bodoh yang tidak berakal sehat. Dan aku juga telah memberitahukan bahwa kalian diciptakan bukan untuk permainan dan sibuk dengan dunia dengan melupakan akhirat. Apabila engkau mengambil bagian dunia dengan hawa nafsu, keinginan, dan syahwat, maka apa yang engkau dapat darinya hanya berupa ular, kalajengking, dan racun. Sibukkanlah dirimu dengan akhirat, kembalikan hatimu untuk dekat dengan-NYA. Sibuklah dengan-NYA, setelah itu barulah engkau ambil apa saja yang datang kepadamu (dunia), melalui tangan kemurahan-NYA. (Syaikh Abdul Qadir Jailani)

8. ALLAH TIDAK MEMANDANG DUNIA KARENA TIDAK BERHARGA
Nabi saw bersabda, “Sejak ALLAH menciptakan dunia, DIA tidak pernah memandangnya”. Hasan ra mengatakan bahwa maksudnya, ALLAH swt tidak pernah memandangnya dengan pandangan rahmat-NYA karena kebencian-NYA. Sungguh dunia itu merupakan hijab (penghalang) yang besar. Dengan ujian dunia akan terbukti manakah orang yang bersih dan manakah orang yang cacat. Orang yang masih terdapat cinta dunia dalam hatinya tidak akan bisa sampai pada kelezatan bermunajat kepada-NYA. Karena cinta dunia itu berlawanan dengan ALLAH dan berlawanan dengan sesuatu yang dicintai ALLAH SWT. (al-Ghunyah; Syaikh Abdul Qadir Jailani, 2010)

9. AKU TAKUT KALIAN BERLOMBA MENDAPATKAN DUNIA
Rosulullah saw bersabda, “Sesungguhnya demi ALLAH aku tidak takut kalian akan berbuat syirik, akan tetapi yang aku takutkan atas kalian adalah dunia, jangan-jangan kalian saling berlomba mendapatkannya”. (HR Bukhari Muslim)
nb : Setelah kematian Nabi saw, tidak ada yg akan menyembah berhala (syirik) di tanah arab

10. DUNIA ADALAH FITNAH
DUNIA adalah FITNAH dan MENYIBUKKAN, kecuali yang mengambilnya dengan niat kebaikan akhirat. Apabila niatnya benar dalam mengolah dunia, maka dunia akan bernilai bagi akhirat. (Syaikh Abdul Qadir Jailani)

11. MEMBICARAKAN DUNIA ADALAH RACUN YG MEMATIKAN
Usia dunia hanya sekejap, kenikmatannya akan sirna, kebaikanna akan berubah, tangannya akan menikam, dan memBICARAkannya adalah RACUN yang mematikan. Berdiri diatas dunia bagaikan berdiri diatas air, sehingga tidak akan dapat berdiri tegak karena gelombang yang mengombang-ambingnya. (Syaikh Abdul Qadir Jailani)

12. DUNIA ADALAH LADANG DAN AKHIRAT ADALAH TEMPAT TINGGAL
Wahai muritku, jangan jadikan apa yang kamu makan dan minum, yang kamu pakai, yang kamu nikahi dan berkumpul dengannya sebagai tujuan dan cita-cita. Semuanya adalah dorongan hasrat dan hawa nafsu.
Tujuan dan cita-cita hati adalah ALLAH al-Haq. Maka jadikanlah ALLAH dan segala yang ada pada-NYA sebagai tujuan dan cita-citamu. Dania ada penggantinya, yaitu akhirat. Makhluk ada penggantinya yaitu al-Khaliq.
Segala sesuatu yang kamu tinggalkan didunia, akan engkau dapati pengganti yg lebih baik didalam kehidupan yg akan datang. Anggaplah bahwa masih tersisa umur sampai hari ini, bersiaplah untuk kehidupan akhirat karena kesempatan itu akan hilang dengan datangnya malaikat Izrail pencabut nyawa.
Dunia adalah ladang dan tempat singgah bagi manusia, dan akhirat adalah tempat diam. Jika semangat dari ALLAH telah datang, maka keduanya (dunia dan akhirat) akan tertutupi. Sehingga dia akan berdiri diantara keduanya, tidak kepada dunia dan tidak kepada akhirat. (Syaikh Abdul Qadir Jailani)

13. HIDUP DI DUNIA BAGAI BERTEDUH DIBAWAH POHON
Rosulullah saw tidur diatas sebuah tikar, ketika beliau bangun tampak bekas tikar itu di pinggangnya. Kemudian kami berkata : “Wahai Rosulullah (bagaimana) seandainya kami membuatkan kasur (alas tidur yg empuk) untuk anda?” Maka Beliau bersabda, “Apalah artinya dunia ini bagiku? Aku didunia ini hanyalah bagaikan seorang pengendara yg berteduh dibawah sebuah pohon kemudian pergi dan meninggalkannya”. (HR Tirmidzi)

15. DUNIA INI TAK BERHARGA
Rosulullah saw bersabda, “Sesungguhnya dunia ini dilaknat (dibenci tidak berharga) dan dilaknat (pula) apa yg ada didalamnya kecuali dzikir kepada Allah dan segala yang mendekatkan kepada-Nya, orang alim dan orang yang menuntut ilmu” (HR Tirmidzi)

16. DUNIA DI TANGAN BUKAN DI HATI
Dunia boleh saja ditanganmu atau berada disakumu untuk engkau simpan dan pergunakan dengan niat yang baik. Tetapi jangan meletakkannya didalam hati. Engkau boleh menyimpannya diluar pintu (hati), tetapi jangan memasukkannya ke dalam pintu. Karena hal itu, tidak akan melahirkan kemuliaan bagimu. (Syaikh Abdul Qadir Jailani)

17. DUNIA LEBIH PANTAS UNTUK DIINJAK
Sunan Gunung Jati sengaja menguji Sunan Kalijaga dengan sebongkah emas. Emas itu ditaruh di padasan, tempat orang mengambil wudhu. Sunan Kalijaga sendiri tak terkejut mengingat ajaran Sunan Ampel “jangan mudah heran dan terkejut”. Ia merubah emas menjadi batu bata, dan menjadikannya tempat menaruh bakiak (sandal dari kayu) bagi orang yang berwudhu. Giliran Sunan Gunung jati yang takjub. Ia pun menikahkan adiknya, Siti Zaenab dengan Sunan Kalijaga. (Tasawuf Nusantara,2006)

19. DUNIA YANG BURUK RUPA
Adapun bagi seorang raja, dunia tampak bagaikan seorang mempelai wanita yang rupawan. Sedangkan dimata para wali, dunia tak ubahnya seperti orang yang buruk wajahnya. Rambutnya terbakar, demikian juga pakaiannya dan wajahnya tercabik-cabik. Mereka hanya mengambil bagian mereka (dari dunia), itu pun karena terpaksa karena memang harus demikian, mereka sangat merindukan akhirat. (Syaikh Abdul Qadir Jailani)

20. HIDUP DI DUNIA SAJA
Barangsiapa yg lebih mencintai dunia, diiringi dg kerakusan, lupa pd kematian, lupa bahwa ia akan bertemu Tuhannya dan tdk lagi membedakan halal dan haram, maka sesungguhnya dia sama dg orang2 kafir yg mengatakan, “Kehidupan ini tdk lain hanyalah hidup di dunia aja, kita mati dan hidup dan tdk ada yg membinasakan kita kecuali masa” (al-Jatsia 24). (Syaih Abdul Qadir Jailani)

21. DUNIA INI HANYA GURAUAN YANG MENYESATKAN
Sesungguhnya kehidupan dunia hanyalah permainan dan senda gurau. Dan jika kamu beriman dan bertakwa, Allah akan memberikan pahala kepadamu dan Dia tidak akan meminta harta-hartamu. (Muhammad 36)

22. JANGANLAH DUNIA MEMPERDAYAKANMU
Hai manusia, sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka sekali-kali janganlah kehidupan dunia memperdayakan kamu dan sekali-kali janganlah syaitan yang pandai menipu, memperdayakan kamu tentang Allah. (Faathir 5)

23. DUNIA ADALAH SURGA ORANG KAFIR
Rosulullah saw bersabda, “Dunia ini adalah penjara orang mukmin dan surga orang kafir” (HR Muslim)
Rosulullah saw bersabda kepada Umar bin Khattab, “Tidakkah kau rela jika dunia menjadi milik mereka (orang kafir), dan surga menjadi milik kita?” (Bukhari Muslim)

24. Hati-Hati dg Dunia
Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.” (Ali ‘Imran: 185)

25. TINGGALKAN AMBISI DUNIA
Kosongkan hatimu dari ambisi dunia, sesungguhnya dalam waktu dekat engkau akan meninggalkannya. Jangan mencari kesenangan hidup didunia, sebab itu tidak akan menolongmu. Nabi Muhammad saw bersabda, “Kehidupan (yang sebenarnya) adalah kehidupan akhirat”. (Syaikh Abdul Qadir Jailani)

26. DUNIA BUKAN UNTUK DINIKMATI
Ali bin Abi Thalib ra berkata, “Barang siapa merindukan surga, niscaya ia takkan tergiur oleh segala kesenangan dunia”. (Al-Ghazali)
Sebisa mungkin hindari kenikmatan dunia (meskipun kenikmatan yg mubah), agar tidak lupa dengan kehidupan akhirat

27. BILA INGATAN CONDONG PADA DUNIA, MAKA INGATANNYA PADA AKHIRAT AKAN BERKURANG
Syaikh Abdul Qadir Jailani menekankan pentingnya tawakal dengan mengutip maksud sebuah sabda Nabi saw, “Bila seseorang menyerahkan dirinya secara penuh kepada ALLAH, maka ALLAH akan mengaruniakan apa saja yang dimintanya. Begitu juga sebaliknya, bila dengan bulat ia menyerahkan dirinya kepada dunia, maka ALLAH akan membiarkan dirinya dikuasai oleh dunia”. Semakin banyak orang yg mengejar dunia, maka semakin lupa dia akan akhirat, sebagaimana dinyatakan dalam sabda Nabi saw, “Apabila ingatan manusia telah condong kepada dunia, maka ingatannya kepada akhirat akan berkurang”.
Disinilah letak perbandingan antara manusia yg mengejar dunia, sehingga semua hati dan perhatiannya ditumpukan kepada dunia yg dikejarnya. Berusaahalah dia siang dan malam karena dunia, padahal urusan keduniaan itu tidak ada akhirnya. Semakin banyak yg diraihnya, semakin serakah ia untuk terus berusaha mendapatkannya. Sebaliknya, bila ingatan manusia condong kepada akhirat maka ingatannya terhadap dunia akan berkurang. Oleh karena itu, pilihlah akhirat daripada dunia, karena akhirat lebih baik bagimu. (Tarekat Muktabarah di Indonesia, 2006)

28. JANGAN TERLENA DENGAN KENIKMATAN DUNIA
Rosulullah saw bersabda, “Hiduplah engkau didunia seperti orang yg asing, atau laksana orang yg sekadar lewat ” (HR Bukhari)
Dunia yg fana ini hendaknya jangan membuat kita terlena. Perlakukanlah seolah kita orang asing yang singgah atau sekadar rekreasi sementara waktu karena rumah yg sesungguhnya adalah di akhirat. Oleh karena itu, ketika kita menemukan banyak sekali barang dan fasilitas dunia yg menggiurkan, ambillah sekadar yg kita perlukan untuk bekal perjalanan kita menuju akhirat (Kaya dan Bahagia dg Syukur, 2010)

29. KEHIDUPAN DUNIA YANG SANGAT-SANGAT SINGKAT
“Kesenangan hidup di dunia ini sangat sebentar disbanding dengan kesenangan hidup di akhirat” (at-Taubah 38)
Rosulullah saw bersabda, “Dunia, dibandingkan akhirat, hanyalah seperti kalian mencelupkan jari kalian di air laut, lalu perhatikanlah air yang menetes kembali (itulah dunia)” (HR Muslim)

30. KOSONGKAN HATI DARI DUNIA
Sibukkanlah dirimu dg memperbaiki diri, tinggalkan omong kosong dan kegilaan dunia. Rosulullah saw bersabda, “Kosongkanlah (hatimu) dari cita-cita dunia sebisamu”. Wahai orang yg silau oleh dunia, apabila engkau mengenalnya tentu engkau tidak akan mengejarnya. Apabila ia datang kepadamu, ia akan membuatmu lelah. Apabila ia menguasaimu, maka engkau akan merugi (Syaikh Abdul Qadir Jailani)

31. MELEPASKAN DIRI DARI DUNIA
Nabi saw bersabda, “Lepaskanlah dirimu dari kepentingan dunia semampumu”
Wahai hamba ALLAH, bila kamu mampu lepas dari keterjepitan dunia lakukanlah. Jika tidak mampu, maka tergesalah hatimu mengadu kepada ALLAH. Dan bergantunglah dibawah rahmat-NYA sampai keterjepitanmu dari dunia ini longgar untukmu dan lepas dari hatimu (Syaikh Abdul Qadir Jailani)

32. MENAHAN KESENANGAN DUNIA AGAR MENDAPAT KEMEWAHAN AKHIRAT
Pernah serombongan orang irak berkunjung ke rumah Umar bin Khattab ra. Maka Umar berkata kepada mereka, “Wahai penduduk irak, mungkin kalian hanya suka makanan yang mewah dan lezat. Ketahuilah jika kami mau, maka kami pun dapat membuat makanan yang mewah dan lezat bagi kami, akan tetapi kami ingin hidup sederhana didunia ini agar kami diberi kesenangan kelak di akhirat. Apakah kalian belum mendengar firman ALLAH yg berbunyi :
“Dan (ingatlah) hari (ketika) orang-orang kafir dihadapkan ke neraka (kepada mereka dikatakan): “Kamu telah menghabiskan rezkimu yang baik dalam kehidupan duniawimu (saja) dan kamu telah bersenang-senang dengannya; maka pada hari ini kamu dibalasi dengan azab yang menghinakan karena kamu telah menyombongkan diri di muka bumi tanpa hak dan karena kamu telah fasik.” (Al Ahqaaf 20)”. (Kehidupan Para Sahabat Rosulullah saw, 2003)

33. MENGELUARKAN DUNIA DARI HATI
Seseorang bertanya kepadaku, “Bagaimana cara mengeluarkan cinta dunia dari dalam hati?”. Aku jelaskan kepadanya, “Perhatikanlah setiap perpindahan dunia itu dari satu tangan ke tangan lainnya. Dia berhasil untuk menghalangi dan membuat lupa para pemiliknya. Pada awalnya dunia akan mengangkat derajad pemiliknya dari orang lain, sehingga membuat dia disanjung dan dipuja. Saat ia terlena dengan kedudukan dan tarap hidupnya, tiba-tiba dunia menjerat dan menjatuhkannya, mereka diperdaya oleh dunia sehingga menghancurkannya. Dunia hanya tertawa, iblis pun ikut menyeringai tawanya. Demikianlah dunia memperlakukan orang kaya, para penguasa dan raja-raja, sejak zaman Adam hingga hari kiamat kelak. (Syaikh Abdul Qadir Jailani)

34. TINGGALKAN DUNIA DARI HATIMU
Wahai manusia, yang menjadikan engkau tidak mengenal ALLAH SWT dan para waliullah adalah rasa cinta dan sikap rakus terhadap dunia. Ingatlah kepada akhirat dan tinggalkanlah dunia (dari hatimu). (Syaikh ABdul Qadir Jailani)
35. MERASA PUAS DENGAN DUNIA
Kesenangan kepada dunia, bernikmat-nikmat dg dunia, sungguh merupakan RACUN pembunuh, mengalir dalam urat-urat menuju hati, lalu mengeluarkan darinya semua perasaan takut, gelisah, ingatan kepada maut dan kepada kegalauan Hari Kiamat. Dan itulah saat-saat kematian hati. Sebagaimana firman ALLAH :
“mereka merasa puas dengan kehidupan dunia serta merasa tenteram dengannya” (Yunus 7). (Al-Ghazali)

36. MENINGGALKAN DUNIA DARI HATI
Seorang mukmin tidak akan silau oleh gemerlap dunia dan isinya, ia mengambil bagiannya kemudian hatinya menghadap ALLAH SWT kembali. Disana ia berdiri menghadap Tuhannya dan meninggalkan dunia (Syaikh Abdul Qadir Jailani)

37. MENOLAK DUNIA DENGAN HATI
Seorang mukmin itu terpenjara oleh dunia, Walaupun berada ditangan keluarga yg bergelimangan harta dan kemewahan, keluarganya bergembira dan tertawa riang, tetapi batinnya tetap merasa berada didalam penjara. Mungkin wajahnya tampak bahagia, tetapi hatinya berada dalam kesedihan. Dia mengenal baik dunia, sehingga dia menolak dunia dg hatinya (Syaikh Abdul Qadir Jailani)

38. MENCERAIKAN DUNIA
Pada awalnya seorang shalihin “menceraikan” dunia dengan talak satu, karena dia khawatir kalau-kalau keadaannya berubah, ketika pintu akhirat terbuka baginya, dan ia mendapat yg lebih baik, maka dia menjatuhkan talak yg kedua kepada dunia. Dunia malah datang dan memeluknya, maka ia mentalak dunia dengan talak tiga, selanjutnya dia berdiri sepenuhnya dengan akhirat. Pada saat itu, munculnya cahaya ALLAH SWT maka dia pun mentalak akhirat. Dunia akan berkata kepadanya, “Mengapa engkau menceraikan aku?”. Ia menjawab, “Karena aku menemukan yang lebih baik”. Akhirat pun bertanya kepadanya dengan pertanyaan yg sama, maka dia menjawab, “Karena engkau hanya bentuk, bukan hakikat yang sebenarnya, maka bagaimana aku tidak menceraikanmu”. Saat itu, terbuktilah nilai ma’rifat-nya (cintanya) kepada ALLAH SWT. (Syaikh Abdul Qadir Jailani)
[ 38 HIKMAH PENCERAHAN MAKNA DUNIAWI ]
Kitabullah, Sunnah, Kalam Imam Ghozali dan Syaikh Abdulqodir Jaelani

1. JAHANAM BAGI YG MENGHENDAKI KEHIDUPAN DUNIAWI
Barangsiapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi), maka Kami segerakan baginya di dunia itu apa yang kami kehendaki bagi orang yang kami kehendaki dan Kami tentukan baginya neraka jahannam; ia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir. (Al Israa’ 18)

2. TETAPI KAMU MEMILIH KEHIDUPAN DUNIAWI
“Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan diri (dengan beriman), dan dia ingat nama Tuhannya, lalu dia sembahyang. Tetapi kamu memilih kehidupan duniawi. Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal. (Al A´laa 14-17)

3. NERAKA BAGI PENGUMPUL DUNIA (KIKIR)
Pada hari dipanaskan emas perak itu dalam neraka jahannam, lalu dibakar dengannya dahi mereka, lambung dan punggung mereka (lalu dikatakan) kepada mereka: “Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu.” (At Taubah 35)

4. JANGAN RAKUS PADA DUNIA
Rosulullah saw bersabda, “Demi Allah bukan kefakiran (kemiskinan) yang aku khawatirkan atas kamu, akan tetapi aku khawatir apabila dunia ini dibentangkan untukmu sebagaimana ia telah dilapangkan untuk orang-orang sebelum kamu, lalu kamu saling merebut dunia sebagaimana mereka memperebutkannya. Akhirnya dunia menghancurkan kamu sebagaimana ia telah membinasakan mereka”. (Bukhari Muslim)

5. CENGKERAMAN DUNIA
Abu Bakar Ash-Shiddiq ra berkata, “Pada suatu hari ketika aku bersama Rosulullah saw, maka beliau menggerakkan tangannya seolah-olah menolak sesuatu, sedangkan aku tidak melihat sesuatu apa pun di depan beliau. Tanyaku, “Wahai Rosulullah saw, mengapa engkau menggerakkan tanganmu seolah-olah menolak sesuatu, padahal aku tidak melihat sesuatu apa pun dihadapanmu?”. Beliau saw bersabda, “Diperlihatkan kepadaku seolah-olah dunia hendak mendatangi aku, maka kataku, “Pergilah kamu dari aku, sebab aku tidak senang denganmu”. Kata Dunia, “Ketahuilah bahwa kamu tidak akan mendapatkan aku lagi. Demi ALLAH jika kamu dapat terlepas dari cengkeramanku, maka aku tidak akan melepaskan cengkeramanku terhadap orang-orang yang datang sepeninggalmu” (Kehidupan Para Sahabat Rosulullah saw, 2003)

6. ALLAH AKAN MEMECAH BELAH HARTA ORANG YG MENGINGINKAN DUNIA
Rosulullah saw bersabda, “Barangsiapa ia bangun di pagi buta (pagi sekali) sedang ia berharap hanya pada harta benda (duniawi), maka ALLAH pasti mencerai beraikan urusan orang tersebut dan memecah belah hartanya. Dan ALLAH menjadikan kefakirannya itu di depan kedua matanya. Dan dunia yang telah tertulis baginya. Dan barangsiapa yang bangun pagi buta dengan mengharap akhirat, maka ALLAH pasti mengumpulkan keinginannya itu dan memelihara harta yang dimilikinya. ALLAH menjadikan kekayaan di dalam hatinya. Dunia akan mendatanginya dengan penuh hina dina (tak berharga)” (Imam al-Ghazali)

7. DUNIA ADALAH SENDA GURAU
Apakah engkau tidak memperhatikan firman ALLAH SWT, “Ketahuilah bahwa kehidupan dunia hanyalah senda gurau, permainan dan perhiasan”.
Senda gurau, permainan, dan perhiasan bagi anak kecil yang bodoh, bukan untuk orang-orang dewasa yang memiliki akal sehat. Aku telah memberitahukan bahwa dunia hanya untuk orang yang bodoh yang tidak berakal sehat. Dan aku juga telah memberitahukan bahwa kalian diciptakan bukan untuk permainan dan sibuk dengan dunia dengan melupakan akhirat. Apabila engkau mengambil bagian dunia dengan hawa nafsu, keinginan, dan syahwat, maka apa yang engkau dapat darinya hanya berupa ular, kalajengking, dan racun. Sibukkanlah dirimu dengan akhirat, kembalikan hatimu untuk dekat dengan-NYA. Sibuklah dengan-NYA, setelah itu barulah engkau ambil apa saja yang datang kepadamu (dunia), melalui tangan kemurahan-NYA. (Syaikh Abdul Qadir Jailani)
8. ALLAH TIDAK MEMANDANG DUNIA KARENA TIDAK BERHARGA
Nabi saw bersabda, “Sejak ALLAH menciptakan dunia, DIA tidak pernah memandangnya”. Hasan ra mengatakan bahwa maksudnya, ALLAH swt tidak pernah memandangnya dengan pandangan rahmat-NYA karena kebencian-NYA. Sungguh dunia itu merupakan hijab (penghalang) yang besar. Dengan ujian dunia akan terbukti manakah orang yang bersih dan manakah orang yang cacat. Orang yang masih terdapat cinta dunia dalam hatinya tidak akan bisa sampai pada kelezatan bermunajat kepada-NYA. Karena cinta dunia itu berlawanan dengan ALLAH dan berlawanan dengan sesuatu yang dicintai ALLAH SWT. (al-Ghunyah; Syaikh Abdul Qadir Jailani, 2010)

9. AKU TAKUT KALIAN BERLOMBA MENDAPATKAN DUNIA
Rosulullah saw bersabda, “Sesungguhnya demi ALLAH aku tidak takut kalian akan berbuat syirik, akan tetapi yang aku takutkan atas kalian adalah dunia, jangan-jangan kalian saling berlomba mendapatkannya”. (HR Bukhari Muslim)
nb : Setelah kematian Nabi saw, tidak ada yg akan menyembah berhala (syirik) di tanah arab

10. DUNIA ADALAH FITNAH
DUNIA adalah FITNAH dan MENYIBUKKAN, kecuali yang mengambilnya dengan niat kebaikan akhirat. Apabila niatnya benar dalam mengolah dunia, maka dunia akan bernilai bagi akhirat. (Syaikh Abdul Qadir Jailani)

11. MEMBICARAKAN DUNIA ADALAH RACUN YG MEMATIKAN
Usia dunia hanya sekejap, kenikmatannya akan sirna, kebaikanna akan berubah, tangannya akan menikam, dan memBICARAkannya adalah RACUN yang mematikan. Berdiri diatas dunia bagaikan berdiri diatas air, sehingga tidak akan dapat berdiri tegak karena gelombang yang mengombang-ambingnya. (Syaikh Abdul Qadir Jailani)

12. DUNIA ADALAH LADANG DAN AKHIRAT ADALAH TEMPAT TINGGAL
Wahai muritku, jangan jadikan apa yang kamu makan dan minum, yang kamu pakai, yang kamu nikahi dan berkumpul dengannya sebagai tujuan dan cita-cita. Semuanya adalah dorongan hasrat dan hawa nafsu.
Tujuan dan cita-cita hati adalah ALLAH al-Haq. Maka jadikanlah ALLAH dan segala yang ada pada-NYA sebagai tujuan dan cita-citamu. Dania ada penggantinya, yaitu akhirat. Makhluk ada penggantinya yaitu al-Khaliq.
Segala sesuatu yang kamu tinggalkan didunia, akan engkau dapati pengganti yg lebih baik didalam kehidupan yg akan datang. Anggaplah bahwa masih tersisa umur sampai hari ini, bersiaplah untuk kehidupan akhirat karena kesempatan itu akan hilang dengan datangnya malaikat Izrail pencabut nyawa.
Dunia adalah ladang dan tempat singgah bagi manusia, dan akhirat adalah tempat diam. Jika semangat dari ALLAH telah datang, maka keduanya (dunia dan akhirat) akan tertutupi. Sehingga dia akan berdiri diantara keduanya, tidak kepada dunia dan tidak kepada akhirat. (Syaikh Abdul Qadir Jailani)

13. HIDUP DI DUNIA BAGAI BERTEDUH DIBAWAH POHON
Rosulullah saw tidur diatas sebuah tikar, ketika beliau bangun tampak bekas tikar itu di pinggangnya. Kemudian kami berkata : “Wahai Rosulullah (bagaimana) seandainya kami membuatkan kasur (alas tidur yg empuk) untuk anda?” Maka Beliau bersabda, “Apalah artinya dunia ini bagiku? Aku didunia ini hanyalah bagaikan seorang pengendara yg berteduh dibawah sebuah pohon kemudian pergi dan meninggalkannya”. (HR Tirmidzi)

15. DUNIA INI TAK BERHARGA
Rosulullah saw bersabda, “Sesungguhnya dunia ini dilaknat (dibenci tidak berharga) dan dilaknat (pula) apa yg ada didalamnya kecuali dzikir kepada Allah dan segala yang mendekatkan kepada-Nya, orang alim dan orang yang menuntut ilmu” (HR Tirmidzi)

16. DUNIA DI TANGAN BUKAN DI HATI
Dunia boleh saja ditanganmu atau berada disakumu untuk engkau simpan dan pergunakan dengan niat yang baik. Tetapi jangan meletakkannya didalam hati. Engkau boleh menyimpannya diluar pintu (hati), tetapi jangan memasukkannya ke dalam pintu. Karena hal itu, tidak akan melahirkan kemuliaan bagimu. (Syaikh Abdul Qadir Jailani)

17. DUNIA LEBIH PANTAS UNTUK DIINJAK
Sunan Gunung Jati sengaja menguji Sunan Kalijaga dengan sebongkah emas. Emas itu ditaruh di padasan, tempat orang mengambil wudhu. Sunan Kalijaga sendiri tak terkejut mengingat ajaran Sunan Ampel “jangan mudah heran dan terkejut”. Ia merubah emas menjadi batu bata, dan menjadikannya tempat menaruh bakiak (sandal dari kayu) bagi orang yang berwudhu. Giliran Sunan Gunung jati yang takjub. Ia pun menikahkan adiknya, Siti Zaenab dengan Sunan Kalijaga. (Tasawuf Nusantara,2006)

19. DUNIA YANG BURUK RUPA
Adapun bagi seorang raja, dunia tampak bagaikan seorang mempelai wanita yang rupawan. Sedangkan dimata para wali, dunia tak ubahnya seperti orang yang buruk wajahnya. Rambutnya terbakar, demikian juga pakaiannya dan wajahnya tercabik-cabik. Mereka hanya mengambil bagian mereka (dari dunia), itu pun karena terpaksa karena memang harus demikian, mereka sangat merindukan akhirat. (Syaikh Abdul Qadir Jailani)

20. HIDUP DI DUNIA SAJA
Barangsiapa yg lebih mencintai dunia, diiringi dg kerakusan, lupa pd kematian, lupa bahwa ia akan bertemu Tuhannya dan tdk lagi membedakan halal dan haram, maka sesungguhnya dia sama dg orang2 kafir yg mengatakan, “Kehidupan ini tdk lain hanyalah hidup di dunia aja, kita mati dan hidup dan tdk ada yg membinasakan kita kecuali masa” (al-Jatsia 24). (Syaih Abdul Qadir Jailani)

21. DUNIA INI HANYA GURAUAN YANG MENYESATKAN
Sesungguhnya kehidupan dunia hanyalah permainan dan senda gurau. Dan jika kamu beriman dan bertakwa, Allah akan memberikan pahala kepadamu dan Dia tidak akan meminta harta-hartamu. (Muhammad 36)

22. JANGANLAH DUNIA MEMPERDAYAKANMU
Hai manusia, sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka sekali-kali janganlah kehidupan dunia memperdayakan kamu dan sekali-kali janganlah syaitan yang pandai menipu, memperdayakan kamu tentang Allah. (Faathir 5)

23. DUNIA ADALAH SURGA ORANG KAFIR
Rosulullah saw bersabda, “Dunia ini adalah penjara orang mukmin dan surga orang kafir” (HR Muslim)
Rosulullah saw bersabda kepada Umar bin Khattab, “Tidakkah kau rela jika dunia menjadi milik mereka (orang kafir), dan surga menjadi milik kita?” (Bukhari Muslim)

24. Hati-Hati dg Dunia
Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.” (Ali ‘Imran: 185)

25. TINGGALKAN AMBISI DUNIA
Kosongkan hatimu dari ambisi dunia, sesungguhnya dalam waktu dekat engkau akan meninggalkannya. Jangan mencari kesenangan hidup didunia, sebab itu tidak akan menolongmu. Nabi Muhammad saw bersabda, “Kehidupan (yang sebenarnya) adalah kehidupan akhirat”. (Syaikh Abdul Qadir Jailani)

26. DUNIA BUKAN UNTUK DINIKMATI
Ali bin Abi Thalib ra berkata, “Barang siapa merindukan surga, niscaya ia takkan tergiur oleh segala kesenangan dunia”. (Al-Ghazali)
Sebisa mungkin hindari kenikmatan dunia (meskipun kenikmatan yg mubah), agar tidak lupa dengan kehidupan akhirat

27. BILA INGATAN CONDONG PADA DUNIA, MAKA INGATANNYA PADA AKHIRAT AKAN BERKURANG
Syaikh Abdul Qadir Jailani menekankan pentingnya tawakal dengan mengutip maksud sebuah sabda Nabi saw, “Bila seseorang menyerahkan dirinya secara penuh kepada ALLAH, maka ALLAH akan mengaruniakan apa saja yang dimintanya. Begitu juga sebaliknya, bila dengan bulat ia menyerahkan dirinya kepada dunia, maka ALLAH akan membiarkan dirinya dikuasai oleh dunia”. Semakin banyak orang yg mengejar dunia, maka semakin lupa dia akan akhirat, sebagaimana dinyatakan dalam sabda Nabi saw, “Apabila ingatan manusia telah condong kepada dunia, maka ingatannya kepada akhirat akan berkurang”.
Disinilah letak perbandingan antara manusia yg mengejar dunia, sehingga semua hati dan perhatiannya ditumpukan kepada dunia yg dikejarnya. Berusaahalah dia siang dan malam karena dunia, padahal urusan keduniaan itu tidak ada akhirnya. Semakin banyak yg diraihnya, semakin serakah ia untuk terus berusaha mendapatkannya. Sebaliknya, bila ingatan manusia condong kepada akhirat maka ingatannya terhadap dunia akan berkurang. Oleh karena itu, pilihlah akhirat daripada dunia, karena akhirat lebih baik bagimu. (Tarekat Muktabarah di Indonesia, 2006)

28. JANGAN TERLENA DENGAN KENIKMATAN DUNIA
Rosulullah saw bersabda, “Hiduplah engkau didunia seperti orang yg asing, atau laksana orang yg sekadar lewat ” (HR Bukhari)
Dunia yg fana ini hendaknya jangan membuat kita terlena. Perlakukanlah seolah kita orang asing yang singgah atau sekadar rekreasi sementara waktu karena rumah yg sesungguhnya adalah di akhirat. Oleh karena itu, ketika kita menemukan banyak sekali barang dan fasilitas dunia yg menggiurkan, ambillah sekadar yg kita perlukan untuk bekal perjalanan kita menuju akhirat (Kaya dan Bahagia dg Syukur, 2010)

29. KEHIDUPAN DUNIA YANG SANGAT-SANGAT SINGKAT
“Kesenangan hidup di dunia ini sangat sebentar disbanding dengan kesenangan hidup di akhirat” (at-Taubah 38)
Rosulullah saw bersabda, “Dunia, dibandingkan akhirat, hanyalah seperti kalian mencelupkan jari kalian di air laut, lalu perhatikanlah air yang menetes kembali (itulah dunia)” (HR Muslim)

30. KOSONGKAN HATI DARI DUNIA
Sibukkanlah dirimu dg memperbaiki diri, tinggalkan omong kosong dan kegilaan dunia. Rosulullah saw bersabda, “Kosongkanlah (hatimu) dari cita-cita dunia sebisamu”. Wahai orang yg silau oleh dunia, apabila engkau mengenalnya tentu engkau tidak akan mengejarnya. Apabila ia datang kepadamu, ia akan membuatmu lelah. Apabila ia menguasaimu, maka engkau akan merugi (Syaikh Abdul Qadir Jailani)

31. MELEPASKAN DIRI DARI DUNIA
Nabi saw bersabda, “Lepaskanlah dirimu dari kepentingan dunia semampumu”
Wahai hamba ALLAH, bila kamu mampu lepas dari keterjepitan dunia lakukanlah. Jika tidak mampu, maka tergesalah hatimu mengadu kepada ALLAH. Dan bergantunglah dibawah rahmat-NYA sampai keterjepitanmu dari dunia ini longgar untukmu dan lepas dari hatimu (Syaikh Abdul Qadir Jailani)

32. MENAHAN KESENANGAN DUNIA AGAR MENDAPAT KEMEWAHAN AKHIRAT
Pernah serombongan orang irak berkunjung ke rumah Umar bin Khattab ra. Maka Umar berkata kepada mereka, “Wahai penduduk irak, mungkin kalian hanya suka makanan yang mewah dan lezat. Ketahuilah jika kami mau, maka kami pun dapat membuat makanan yang mewah dan lezat bagi kami, akan tetapi kami ingin hidup sederhana didunia ini agar kami diberi kesenangan kelak di akhirat. Apakah kalian belum mendengar firman ALLAH yg berbunyi :
“Dan (ingatlah) hari (ketika) orang-orang kafir dihadapkan ke neraka (kepada mereka dikatakan): “Kamu telah menghabiskan rezkimu yang baik dalam kehidupan duniawimu (saja) dan kamu telah bersenang-senang dengannya; maka pada hari ini kamu dibalasi dengan azab yang menghinakan karena kamu telah menyombongkan diri di muka bumi tanpa hak dan karena kamu telah fasik.” (Al Ahqaaf 20)”. (Kehidupan Para Sahabat Rosulullah saw, 2003)

33. MENGELUARKAN DUNIA DARI HATI
Seseorang bertanya kepadaku, “Bagaimana cara mengeluarkan cinta dunia dari dalam hati?”. Aku jelaskan kepadanya, “Perhatikanlah setiap perpindahan dunia itu dari satu tangan ke tangan lainnya. Dia berhasil untuk menghalangi dan membuat lupa para pemiliknya. Pada awalnya dunia akan mengangkat derajad pemiliknya dari orang lain, sehingga membuat dia disanjung dan dipuja. Saat ia terlena dengan kedudukan dan tarap hidupnya, tiba-tiba dunia menjerat dan menjatuhkannya, mereka diperdaya oleh dunia sehingga menghancurkannya. Dunia hanya tertawa, iblis pun ikut menyeringai tawanya. Demikianlah dunia memperlakukan orang kaya, para penguasa dan raja-raja, sejak zaman Adam hingga hari kiamat kelak. (Syaikh Abdul Qadir Jailani)

34. TINGGALKAN DUNIA DARI HATIMU
Wahai manusia, yang menjadikan engkau tidak mengenal ALLAH SWT dan para waliullah adalah rasa cinta dan sikap rakus terhadap dunia. Ingatlah kepada akhirat dan tinggalkanlah dunia (dari hatimu). (Syaikh ABdul Qadir Jailani)
35. MERASA PUAS DENGAN DUNIA
Kesenangan kepada dunia, bernikmat-nikmat dg dunia, sungguh merupakan RACUN pembunuh, mengalir dalam urat-urat menuju hati, lalu mengeluarkan darinya semua perasaan takut, gelisah, ingatan kepada maut dan kepada kegalauan Hari Kiamat. Dan itulah saat-saat kematian hati. Sebagaimana firman ALLAH :
“mereka merasa puas dengan kehidupan dunia serta merasa tenteram dengannya” (Yunus 7). (Al-Ghazali)

36. MENINGGALKAN DUNIA DARI HATI
Seorang mukmin tidak akan silau oleh gemerlap dunia dan isinya, ia mengambil bagiannya kemudian hatinya menghadap ALLAH SWT kembali. Disana ia berdiri menghadap Tuhannya dan meninggalkan dunia (Syaikh Abdul Qadir Jailani)

37. MENOLAK DUNIA DENGAN HATI
Seorang mukmin itu terpenjara oleh dunia, Walaupun berada ditangan keluarga yg bergelimangan harta dan kemewahan, keluarganya bergembira dan tertawa riang, tetapi batinnya tetap merasa berada didalam penjara. Mungkin wajahnya tampak bahagia, tetapi hatinya berada dalam kesedihan. Dia mengenal baik dunia, sehingga dia menolak dunia dg hatinya (Syaikh Abdul Qadir Jailani)

38. MENCERAIKAN DUNIA
Pada awalnya seorang shalihin “menceraikan” dunia dengan talak satu, karena dia khawatir kalau-kalau keadaannya berubah, ketika pintu akhirat terbuka baginya, dan ia mendapat yg lebih baik, maka dia menjatuhkan talak yg kedua kepada dunia. Dunia malah datang dan memeluknya, maka ia mentalak dunia dengan talak tiga, selanjutnya dia berdiri sepenuhnya dengan akhirat. Pada saat itu, munculnya cahaya ALLAH SWT maka dia pun mentalak akhirat. Dunia akan berkata kepadanya, “Mengapa engkau menceraikan aku?”. Ia menjawab, “Karena aku menemukan yang lebih baik”. Akhirat pun bertanya kepadanya dengan pertanyaan yg sama, maka dia menjawab, “Karena engkau hanya bentuk, bukan hakikat yang sebenarnya, maka bagaimana aku tidak menceraikanmu”. Saat itu, terbuktilah nilai ma’rifat-nya (cintanya) kepada ALLAH SWT. (Syaikh Abdul Qadir Jailani)

Tuesday, November 19, 2013

Falsafah Orang Jawa

Urip Iku Urup (Hidup harus bermanfaat)

Memayu Hayuning Bawana, Ambrasta dur Hangkara (Menjadi rahmat bagi alam, mencegah kemungkaran).

Sura Dira Jayaningrat, Lebur Dening Pangastuti (keras hati, picik, angkara murka, lebur oleh sikap lemah lembut)

Ngluruk Tanpa Bala, Menang Tanpa Ngasorake, Sekti Tanpa Aji-Aji, Sugih Tanpa Bandha

Datan Serik Lamun Ketaman, Datan Susah Lamun Kelangan (Jangan gampang sakit hati manakala musibah menimpa diri; Jangan sedih manakala kehilangan sesuatu).

Sepi ing Pamrih Rame ing Gawe, Banter tan Mbancangi, Dhuwur tan Ngungkuli (Bekerja keras dan bersemangat tanpa pamrih; Cepat tanpa harus mendahului; Tinggi tanpa harus melebihi)

Aja Gumunan, Aja Getunan, Aja Kagetan, Aja Aleman .

Aja Kuminter Mundak Keblinger, Aja Cidra Mundak Cilaka 

Aja Adigang, Adigung, Adiguna (Jangan sok kuasa, sok besar, sok sakti).

Alon-alon waton klakon (kehati-hatian, waspada, istiqomah, keuletan, dan Berhasil )

Nrimo ing pandum ( ikhlas disaat menerima )

Saiki jaman edan yen ora edan ora komanan, sing bejo sing eling lan waspodo.

Mangan ora mangan sing penting ngumpul ( urusan makan / perut  jangan sampai memecah persaudaraan )

Wong jowo ki gampang di tekuk-tekuk. Flexible

Sing Sabar lan Ngalah Dadi kekasih Allah (Yang sabar dan mengalah akan jadi kekasih Allah).

Sing Prihatin Bakal Memimpin (Siapa berani hidup prihatin akan menjadi satria, pejuang dan pemimpin).

Sing Resik Uripe Bakal Mulya (Siapa yang bersih hidupnya akan hidup mulya).

Sukeng tyas yen den hita (suka/bersedia menerima nasihat, kritik, tegoran)

Jer basuki mawa beya (keberhasilan seseorang diperoleh dengan pengorbanan)

Ajining dhiri dumunung ing kedhaling lathi (nilai diri seseorang terletak pada gerak lidahnya)

Ajining sarira dumunung ing busana (nilai badaniah seseorang terletak pada pakaiannya)

Amemangun karyenak tyasing sesama (membuat enaknya perasaan orang lain)

Kridhaning ati ora bisa mbedhah kuthaning pasthi (Gejolak jiwa tidak bisa merubah kepatian)

Budi dayane manungsa ora bisa ngungkuli garise Kang Kuwasa  ( Usaha manusia tidak bisa mengatasi takdirnya Yang Maha Kuasa)

Sepiro duwurmu ngudi kawruh, sepiro jeromu ngangsu ngilmu, sepiro akehe guru ngajimu tembe mburine mung arep ketemu marang sejatine awake dewe  ( Seberapa tinggi keingintahuanmu, seberapa dalam  menimba ilmumu, seberapa banyak guru ngajimu,  nantinya cuma ingin  bertemu dengan sejatinya diri sendiri.



Monday, April 22, 2013

Kisah Nelayan Jepang dengan Hiu Kecilnya.

Kisah nelayan Jepang untuk mempertahankan ikan agar tetap segar sampai ke tangan pelanggan.

Akhir-akhir ini sudah sangat sedikit ikan yang ditangkap di perairan dekat pantai sehingga nelayan harus pergi melaut ke tempat yang agak jauh. Akibatnya, ikan yang tiba di pantai diterima pelanggan sudah tidak segar lagi, harga pun jatuh.

Untuk mengatasi hal ini, paguyuban nelayan di sana mengusahakan freezer (lemari pendingin) dibawa di atas perahu, agar sekalipun ikan tersebut telah mati, namun tetap beku dan tidak busuk.
Upaya ini pun ternyata tidak juga memuaskan pelanggan penikmat ikan segar, mereka mengatakan ‘cita rasa’ ikannya telah berkurang karena sudah mati dan dibekukan. Akibatnya, harga ikan pun semakin merosot tajam, karena tidak dalam keadaan hidup.

Langkah berikutnya yang ditempuh para nelayan di sana adalah dengan membawa tangki-tangki yang agak besar ketika melaut. Ikan-ikan yang telah dijaring selanjutnya dimasukkan ke dalam tangki-tangki dalam keadaan hidup. Mereka dijejalkan dalam tangki tersebut.
Setelah sekian lama ikan-ikan tersebut berdesak-desakan dan saling bertabrakan, lama kelamaan ikan-ikan tersebut mati lemas namun tetap hidup ketika di bawa ke pantai. Namun masyarakat jepang tetap tidak suka menikmati ikan lemas, karena cita rasanya berbeda dibandingkan dengan ikan yang tetap hidup.

Paguyuban nelayan Jepang pun kembali berfikir keras tentang bagaimana supaya ikan yang ditangkap tetap hidup dan segar. Usaha berfikir keras ternyata membuahkan ide yang luar biasa. kini ketika para nelayan melaut, mereka tetap membawa tangki, namun jumlah ikan yang dimasukkan ke dalamnya agak dikurangi.

Uniknya lagi setelah semua ikan dimasukkan ke tangki dan siap di bawa ke pantai, para nelayan tersebut memasukkan seekor ikan hiu kecil ke dalam tiap tangki. Ikan hiu tersebut memang memakan ikan-ikan yang ada di dalam tangki, namun tidak banyak. Sementara ikan-ikan lain lari dikejar-kejar hiu yang berada dalam tangki itu.
Alhasil ikan-ikan tersebut tetap dalam kondisi siaga dan takut yang tanpa disadarinya telah tiba di pantai. Pelanggan merasa puas memperoleh ikan yang tetap hidup dan segar.

" Cara ampuh untuk melesatkan potensi diri adalah menciptakan tantangan Maut. Kalau gagal, mati. Seperti matinya ikan laut dimakan hiu ,... keep moving "

Monday, January 14, 2013

Jangan takut Jujur dalam berbisnis

Ada prinsip berbisnis, " ... buat apa untungnya dibagi-bagi kalau bisa dikerjain sendiri ? "

Suatu hari ada seorang tuan tanah yang tahu ilmu bisnis. Namun dia sedikit mengetahui bisnis property. Dia berpikir bagaimana agar mendapatkan keuntungan yang lebih banyak. Caranya mengubah tanah-tanahnya menjadi perumahan. Akhirnya digandengannya team yang pengalaman membangun perumahan. Tuan tanah ini berharap dia bisa menguasai ilmu developer perumahan. Singkat cerita tuan tanah berhasil di proyek pertamanya berkat bimbingan team.  
Karena tuan tanah ini memiliki banyak tanah, maka proyek selanjutnya dia kerjakan sendiri, tanpa menggandeng lagi team lamanya ...... " buat apa untungnya dibagi-bagi kalau bisa dikerjain sendiri " 

Bagaimana nasibnya team yg berpengalaman membangun perumahan tapi modal pas-pasan ? Bagi anda yang memiliki ilmu namun sedikit pemodalan inilah tips berbisnis dengan agan-agan tuan tanah. 
Pegang saja sifat nabi Muhammad saw.  FAST yaitu fathonah (cerdas), amanah (bisa dipercaya), sidiq (benar perkataan dan perbuatan), tabligh (menyampaikan). 

Nabi Muhammad saw, sebagai seorang manusia pasti pernah ditipu. Namun sifat Jujur beliau tetap dipegang. Kejujuran memberikan rasa trust bagi partner bisnis dan konsumennya.  Bukankah anda pasti akan memilih orang yg jujur dalam untuk memegang keuangan anda ?  Jadi jangan takut Jujur dalam berbisnis. Alloh pasti membukakan pintu rejekiNya dari silaturahmi dengan rekan bisnis yg lain.

Thursday, January 3, 2013

Ketika tikus meluruskan Niatku


Ada cerita menarik. Beberapa bulan kemarin secara tidak sengaja saya membeli pakaian karena tertarik sama discountnya sih. Disc 50 % merk Arrow. Sebuah penawaran yang menarik. Dan tanpa sengaja pula saya dapat baju kemeja bagus, diskonan pula. Maklum masih bermental  pingin barang bagus  tapi harga murah.

Episode berdadanpun dimulai. Paduan serasi stelan kemeja dengan celana Arrow.  Perasaan dalam hati, wah dengan penampilan ini kayak bos-bos nya kantoran.  Dengan bismillah saya naikin motorku kekantor.
Semenjak saat itu saya berusaha untuk berpakaian yang tidak kalah sama bos-bos. Bahkan kalau sudah pakai jas gratis dari kantor udah kayak direktur....he he he. Bahkan ada teman yang sukanya manggil saya pak direktur.  

Semua ini saya anggap sebagai latihan management qolbu.  Luruskan niat berpakai suci, baik dan bagus karena mensyukuri nikmat Alloh. Dari sini banyak hikmah yang saya peroleh :

 Ketika saya berpakaian yang bagus, saya bahwa semua itu atribut dunia, semua akan dilepas ketika saya ada didalam kubur.

Ketika ada pujian, ingat pujian itu hanya milik Alloh, mulia seseorang itu karena Alloh menutupi aibnya.

Ketika mengharap pujian, ingat banyak orang yang leeebih kaya raya, lebih tinggi jabatannya dari saya tapi tawadu'. Saya harus merubah mental blok . Ini yang paling susah.

Dan yang terakhir, bisa mengetahui siapa saja orang yang menilai orang lain dari penampilannya.... he he. Bukan ingin menjelakkan, tapi mengambil hikmah dari perilaku manusia disekitar saya.

Wah, kayaknya mulia banget tujuannya ya... ?
Subhannalloh , Alloh menegur saya dengan cara yang sangat halus. Bajuku digigit-gigit sama tikut. Terimakasih Alloh, ada hikmah besar dibalik peristiwa ini  ' Kamu masih mengharapkan pujian manusia ' luruskan lagi tiap hari niatmu. Bismillah

Sunday, September 16, 2012

Agar Anak Nyaman Curhat Pada Orangtuanya

Written By: Ihsan Baihaqi Ibnu Bukhari Instruktur Pelatihan Orangtua di 18 Propinsi 60 Kota di Indonesia


Curhat, sarana yang sederhana, ternyata dapat membuat anak-anak kita bisa memiliki daya tahan mental lebih baik terhadap lingkungan (negatif). Setidaknya itu yang dipublikasikan riset dari John Hopkins University: remaja-remaja yang memiliki kesempatan berbicara pada orangtua ternyata memiliki daya tahan mental lebih baik terhadap pengaruh lingkungan.

Tanyakanlah pada mereka yang tak pernah curhat pada orangtua, apakah mereka merasa ‘dekat’ dengan orangtuanya? Bagi sebagian kita juga, coba-coba ingat-ingat masa remaja Anda. Bagi sebagain kita yang curhat pada orangtua, bukankah ada perasaan tenang dan nyaman bukan? Sebaliknya bagi kita yang tak pernah curhat, bukankah sungguh tak enak memiliki orangtua tapi tak nyaman bicara pada orangtua?

Lalu, bagaimana agar anak nyaman curhat pada kita, orangtuanya?Pertama, orangtua harus memahami tipe apakah anaknya ini: periang atau pemalu? Pendekatan pada setiap anak dapat berbeda untuk membuat anak curhat. Anak-anak yang periang mungkin mudah untuk mengungkapkan perasaan dan pikirannya. Bahkan, sebagian anak ini, jika bicara hampir tanpa titik, berantai seperti kereta api. Agar anak curhat, orangtua tinggal membuat pertanyaan-pertanyaan terbuka dari cerita-cerita yang mungkin akan meluncur dari mulut anak-anaknya.

Tetapi bagi sebagian anak lain seperti anak pemalu, maka ia cenderung diam dan pasif. Ini terjadi karena ia cenderung menjadi ‘pengamat’ dari pada pembicara. Apalagi, anaknya cenderung hati-hati. Tapi, percayalah, berbicaralah adalah kebutuhan bagi semua orang, termasuk bagi anak-anak yang pendiam sekalipun. Hanya saja memang orangtua harus pandai memancing-mancing anak agar mau ‘bicara’.

Caranya, Anda lontarkan satu ‘kejadian’ yang mungkin menarik bagi anak untuk memancing perhatiannya. Saya sebut kejadian ini sebagai “even catching“. “Tadi Mama ketemu teman sebangku KK di sekolah, namanya siapa? Neni ya?” “Apa yang KK sukai dari Neni?” “Kenapa sih Adik suka banget sama pelajaran Bahasa Indonesia?” “Kak, apa yang membuat tadi kakak tertawa di sekolah, bagi dong sama Bunda…. “

Kedua, jika Anda menemukan anak murung atau seperti terlihat sedih karena ada masalah dan belum mau bercerita, tidak apa, jangan pernah dipaksa bicara. Semakin dipaksa semakin ‘otak reptil’ bekerja dan ia semakin menutup mulutnya. Anda cukup bicara “Mama senang jika Kakak mau bercerita…. Klo kakak mau bercerita mama siap mendengarkan”

Ketiga, jika Anda menemukan masalah anak atau anak telah bercerita tentang masalahnya dan ada ‘kontribusi’ akibat dari kelalaian anak itu sendiri, jangan pernah terburu-buru untuk mencoba menceramahi atau menggelontorkan nasihat-nasihat kepadanya. Biarkan ia bebas untuk mengungkapkan apa yang ia rasakan. Berikan pengertian Anda bahwa Anda mengerti perasaan mereka dan bahwa mungkin Anda pun faham betapa kecewanya jika berbuat lalai. Bahwa kita sungguh-sungguh mendengarkan perasaannya. Orang menyebutnya ini sebagai mendengar aktif.

Keempat, berikan kepercayaan kepadanya untuk bersama-sama mencari solusi atas permasalahan yang ia hadapi. Tentu saja, orangtua boleh membantu, tetapi sebaik-baiknya masalah yang dihadapi anak, anak sendiri yang menemukan solusi atas permasalahan yang ia hadapi. Orangtua sebaiknya berperan sebagai ‘fasilitator’. “Mama tau kamu sedih dengan nilai raportmu, kira-kira apa yang bisa kamu lakukan agar nilai kamu tambah baik?” “Ada tidak yang bisa mama Bantu dari ini?” Dengan ini, anak-anak dilatih untuk menjadi ‘problem solver’ minimum untuk dirinya sendiri atau setidaknya jika kita pun menawarkan bantuan, ia sendiri yang memutuskan di bagian manakah orangtuanya dapat membantu dirinya.

Kelima, kendalikan anak dari televisi. Menonton televisi yang berlebihan dapat membuat anak menjadi pasif. Kita tahu, saat anak nonton televisi ia lebih banyak diam dibandingkan dengan bergerak. Padahal saat bergerak, gerakan bagi anak-anak itu menstimulasi otaknya, kecerdasannya. Dengan anak pasif, ia hanya menerima, tidak aktif merespon. Otaknya jadi tak terlatih untuk berpikir dan dapat membuat mereka semakin sulit untuk mengeluarkan pikiran dan perasaannya. Satu jam sehari nonton televisi cukuplah sekadar untuk memuaskan anak-anak kita. Setidaknya itu yang dilakukan Madonna, artis Hollywood yang terkenal itu. Masak orangtua shalih kalah sama Madonna?

Keenam, berlatihlah. Orantua shalih, seharusnya semakin dewasa anak kita semakin sedikit kita bicara dan kita berikan anak-anak kita justru yang banyak bicara. Memang jika sebagian Anda “hobby” bicara terasa sulit. Tapi insya Allah dengan latihan menahan diri untuk tidak buru-buru mengungkapkan bahwa gagasan kita lebih baik dari pada anak-anak kita, kita akan semakin terlatih membuat anak kita bicara.

Ketujuh, Anda boleh mengungkapkan gagasan, pikiran dan perasaan Anda pada anak setelah anak bicara banyak. Saya terlalu sering bilang pada banyak orangtua pakailah rumus “undang anak bicara, baru kita bicara”. Tapi saat Anda bicara, please… jangan pernah membandingkan anak kita dengan siapapun agar anak berbuat baik. Terima ia apa adanya, fokus saja pada solusinya.

Kedelapan, gunakan waktu-waktu santai anak. Memilih waktu santai lebih efektif karena anak-anak dalam keadaan rileks pikirannya. Ia lebih nyaman untuk bicara dan bahkan mungkin bisa lebih nyaman untuk menerima pesan-pesan yang disampaikan orangtua.

Kesembilan, anti jaim alias jangan pernah jaga image di depan anak. Maksudnya pakailah bahasa tubuh dan ekspresi Anda saat Anda senyum, tertawa, sedih. Sertakan gerakan mata, ekspresi wajah, gerik-gerik tubuh Anda. Tetapi tak usah berlebihan dan hati-hati saat Anda merasa khawatir. Anda harus pandai mengendalikan diri Anda sendiri. Jangan sampai saat anak gadis Anda bicara “Ma aku gemetaran tanganku tadi di sekolah di pegang sama Cecep..”. Jangan sampai Anda justru yang gemetara dan berkeringat dingin di depan anak. Apalagi sampai pingsan di depan anak. Sungguh tak lucu bukan?

Jangan pernah dianggap bahwa kesembilan hal ini ribet. Curhat adalah hal yang sangat sederhana dan tidak memerlukan keterampilan seperti Anda bicara. Yang dibutuhkan dari Anda adalah mau tidak Anda menahan diri untuk tidak buru-buru menyalahkan, untuk tidak buru-buru melontarkan perasaan dan pikiran Anda. Ingat, membuat anak curhat adalah membuat mereka mengeluarkan pikiran dan perasaan mereka, bukan mengeluarkan perasaan dan pikiran Anda. Ingat, Allah menciptakan dua telinga dan satu mulut, makannya, sebenarnya mendengar curhat anak seharusnya lebih mudah daripada bicara pada anak. *

source : resepfavoritbunda

Tuesday, September 11, 2012

Membangun Rumah, Selalu Lakukan yang Terbaik

Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarakatuh,

Saudaraku,
Ada seorang Pembuat Rumah (tukang) yg sudah tua siap untuk segera pensiun dari pekerjaannya. Dia mengatakan kepada kontraktor majikannya tentang rencananya untuk meninggalkan bisnis bangunan rumah dan menjalani kehidupan yang lebih santai dengan istrinya sambil menikmati sisa-sisa harinya bersama keluarga besarnya.

Sebenarnya sayang juga sih pekerjaan tersebut bagi tukang kayu itu karena telah memberinya gaji yang cukup untuk menghidupi keluarganya selama ini, tapi ia harus pensiun karena usia semakin bertambah sepuh dan tenaga serta penglihatannya sudah mulai berkurang kemampuannya.

Pemilik usaha Kontraktor rumah itu sangat kecewa dengan keputusan pegawainya yang baik dan cekatan itu untuk berhenti dari pekerjaannya dan setelah tercenung beberapa saat kemudian lalu ia bertanya apakah tukang kayu itu bersedia untuk membangunkan baginya lagi satu rumah yang terakhir sebagai bantuan pribadi. Tukang kayu mengatakan ya, tetapi nampak dari raut wajah dan suaranya waktu itu mudah sekali untuk dapat dilihat bahwa hatinya tidak dalam karyanya. Dia bekerja dengan ogah-ogahan dan hasil pekerjaannya pun sangat berada di bawah standard kerjanya selama ini dan juga ia mempergunakan bahan-bahan dengan kualitas yang sangat rendah. Sambil terus menggerutu di dalam hatinya karena ia bekerja dengan anggapan akan mendapatkan imbalan hanya "Thank You" saja dan ia-pun menganggap bahwa cara yang ia lakukan ini adalah cara yang cukup layak untuk mengakhiri karirnya toh besok-besok dia tidak akan bertemu kembali dengan bosnya itu.

Ketika tukang kayu telah rampung menyelesaikan pekerjaannya dan pemilik usaha kontraktor pembangun rumah datang untuk memeriksa rumah, kontraktor itu kemudian secara tidak terduga menyerahkan kunci pintu masuk rumah itu kepada tukang kayu seraya berkata, "Ini adalah rumahmu" katanya, "hadiah saya kepada Anda".

Sungguh sangat teramat kelewat mengejutkan kejadian ini bagi si tukang itu !! Sayang sekali!! Jika saja ia mengetahui bahwa yang sedang dibangunnya tadi itu adalah tempat yang akan menjadi rumahnya sendiri tentu ia akan melakukan itu semua dengan cara yang begitu berbeda dari perlakuannya sebelumnya. Sekarang ia mendapati kenyataan pahit bahwa ia harus memperoleh tempat tinggal di rumah yang dibangunnya dengan asal-asalan dengan kualitas bahan bangunan yang tidak baik serta di bawah standard.

Begitu pula analogi kisah ini dengan keadaan kita, saudaraku . . Kita seringkali membangun kehidupan kita dengan cara yang asal-asalan dan kurang kesungguhan, bereaksi berlebihan karena selalu berhitung menimbang-nimbang secara kalkulasi "untung-rugi", senantiasa bersedia untuk mempertontonkan hasil kerja sendiri jauh dari hasil karya terbaik yang dapat kita lakukan. Pada poin penting ini faktanya adalah kita tidak bersedia berjuang sungguh-sungguh untuk memberikan kinerja dan talenta terbaik kita. Kemudian dengan sangat terkejut kita melihat situasi yang telah kita ciptakan dari hasil pekerjaan asal jadi itu dengan bersungut-sungut dan menyesal kemudian.

Pikirkan diri Anda sebagai tukang kayu ini. Pikirkan tentang rumah Anda. Setiap hari Anda palu paku-paku menghujam dinding papan masa depan anda sendiri, atau mendirikan dinding-dinding kokoh untuk sendi-sendi fondasi kehidupan anda di masa mendatang.

Mulailah merajut dan membangun masa depan dengan kesungguhan dan perjuangan semaksimal yang dapat anda lakukan. Bahkan jika seandainya saja Anda tinggal di dunia ini untuk hanya satu hari lagi saja dalam perjalanan hidup anda, maka isilah dan laluilah sisa hari yang akan anda jalani itu dengan kehidupan yang layak  melalui hidup secara anggun dan bermartabat.

Sebagai pebisnis, sepantasnya anda juga akan men-"Treatment" segala upaya anda agar dapat menjadi pebisnis yang tangguh dan sukses . . Dan bila ada peluang yang akan membuat bisnis anda semakin maju dan berkembang, maka segera sambar dan ambil kesempatan berharga itu, sebelum anda juga akhirnya menjadi termasuk golongan "barisan penggerutu" karena karena lamban dalam mengambil keputusan dan malas membuka mata cerdas anda dalam menangkap peluang berharga di depan mata . .

Semoga bermanfaat . .

Wassalamualaikum Warohmatullahi Wabarakatuh,
source : group Yuk Bisnis Property

Friday, July 27, 2012

Niat Benar, Bisnis Donat Jadi Berkah




Pada suatu hari ada seorang anak muda yang berniat mengawali untuk berdagang. Sipemuda inibelum pernah dagang dan berpikir tentang dagang yang cocok dan paling mungkin dilakukan saat ini. Singkat cerita sipemuda ini menemukan ide untuk menjual donat saja. Donat bisa diambil dari kenalanannya.
Hari minggu pagi yang cerah, Dengan membaca Bismillah dan meniatkan mencari Sang Pemberi Rizky sipemuda ini berangkat dari kost-kostannya menuju pembuat donat untuk mengambil donat. Alhamdulillah lancar negonya, pembayarannya bisa ditunda sampai sore. Setelah donat dikemas dalam kotak-kotak plastik transparan, sipemuda ini dengan gagahnya melanjutkan kembali perjalanannya dengan angkot ke GASIBU, sebuah lokasi di Bandung yang cukup terkenal dan ramai dihari Minggu dipadati pengujung dan pedagang.
Namun kemacetan terjadi dijalan Cihampelas , sehingga nyampe GASIBUnya juga udah siang. Wah terlambat nih. Jam 09:30 baru nyampe Gasibu. Subhanalloh padatnya GASIBU sama pedagang dan calon pembelinya.
Setelah turun dari angkot, sipemuda ini berhenti sejenak untuk meluruskan niat kembali "mencari Sang Pemberi Rizky". Dan kemudian dengan usaha dan kepasrahan, sipemuda ini menuju ke tengah-tengah lapangan dan menjual donat disana, bersebelahan dengan pedagang donat lainnya.
Dalam hati, sipemuda berkata ' Wah disamping pedagang donat yang senior nih. Pasti dia lebih berpengalaman berdagang. '... namun sipemuda tidak patah semangat namun membesarkan hatinya sendiri " saya sudah usaha, masalah rezeki Alloh yang ngatur. Luruskan niat... lusruskan niat "
Subhanalloh,... dagangan pemuda itu cepat sekali lakunya dan laris manis, bahkan habis lebih dahulu dari pedagang donat seniar disebelahnya yang datang lebih awal.

Semua kalau diawali dengan niat "mendekatkan kepadaNya" insyaAlloh nyaman.

Friday, July 20, 2012

Khutbah Rasulullah Menjelang Ramadhan


“Wahai manusia, sungguh telah datang pada kalian bulan Allah dengan membawa berkah rahmat dan maghfirah. Bulan yang paling mulia di sisi Allah. Hari-harinya adalah hari-hari yang paling utama. Malam-malamnya adalah malam-malam yang paling utama. Jam demi jamnya adalah jam-jam yg paling utama.
Inilah bulan ketika kamu diundang menjadi tetamu Allah dan dimuliakan oleh-Nya. Di bulan ini nafas-nafasmu menjadi tasbih, tidurmu ibadah, amal-amalmu diterima dan doa-doamu diijabah. Bermohonlah kepada Allah Rabbmu dengan niat yang tulus dan hati yang suci agar Allah membimbingmu untuk melakukan shiyam dan membaca Kitab-Nya.
Celakalah orang yang tidak mendapat ampunan Allah di bulan yang agung ini. Kenanglah dengan rasa lapar dan hausmu, kelaparan dan kehausan di hari kiamat. Bersedekahlah kepada kaum fuqara dan masakin. Muliakanlah orang tuamu, sayangilah yang muda, sambungkanlah tali persaudaraanmu, jaga lidahmu, tahan pandanganmu dari apa yang tidak halal kamu memandangnya dan pendengaranmu dari apa yang tidak halal kamu mendengarnya. Kasihilah anak-anak yatim, niscaya dikasihi manusia anak-anak yatimmu.
Bertaubatlah kepada Allah dari dosa-dosamu. Angkatlah tangan-tanganmu untuk berdoa pada waktu shalatmu karena itulah saat-saat yang paling utama ketika Allah Azza wa Jalla memandang hamba-hamba-Nya dengan penuh kasih; Dia menjawab mereka ketika mereka menyeru-Nya, menyambut mereka ketika mereka memanggil-Nya dan mengabulkan doa mereka ketika mereka berdoa kepada-Nya.
Wahai manusia! Sesungguhnya diri-dirimu tergadai karena amal-amalmu, maka bebaskanlah dengan istighfar. Punggung-punggungmu berat karena beban (dosa)-mu, maka ringankanlah dengan memperpanjang sujudmu.
Ketahuilah, Allah Ta’ala bersumpah dengan segala kebesaran-Nya bahwa Dia tidak akan mengadzab orang-orang yang shalat dan sujud, dan tidak akan mengancam mereka dengan neraka pada hari manusia berdiri di hadapan Rabbal-alamin.
Wahai manusia, barangsiapa di antaramu memberi buka kepada orang-orang mukmin yang berpuasa di bulan ini, maka di sisi Allah nilainya sama dengan membebaskan seorang budak dan dia diberi ampunan atas dosa-dosa yang lalu.
(Seorang sahabat bertanya, “Ya Rasulullah, tidaklah kami semua mampu berbuat demikian.” Rasulullah meneruskan khotbahnya, “Jagalah dirimu dari api neraka walau pun hanya dengan sebiji kurma. Jagalah dirimu dari api neraka walau pun hanya dengan seteguk air.”)
Wahai manusia, siapa yang membaguskan akhlaknya di bulan ini, ia akan berhasil melewati Sirathal Mustaqim pada hari ketika kaki-kaki tergelincir. Siapa yang meringankan pekerjaan orang-orang yang dimiliki tangan kanannya (pegawai atau pembantu) di bulan ini, Allah akan meringankan pemeriksaan-Nya di hari kiamat. Barangsiapa menahan kejelekannya di bulan ini, Allah akan menahan murka-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.
Barangsiapa memuliakan anak yatim di bulan ini, Allah akan memuliakanya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barangsiapa menyambungkan tali persaudaraan (silaturahmi) di bulan ini, Allah akan menghubungkan dia dengan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barangsiapa memutuskan kekeluargaan di bulan ini, Allah akan memutuskan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.
Barangsiapa melakukan shalat sunat di bulan ini, Allah akan menuliskan baginya kebebasan dari api neraka. Barangsiapa melakukan shalat fardu baginya ganjaran seperti melakukan 70 shalat fardu di bulan lain.
Barangsiapa memperbanyak shalawat kepadaku di bulan ini, Allah akan memberatkan timbangannya pada hari ketika timbangan meringan. Barangsiapa di bulan ini membaca satu ayat Al-Quran, ganjarannya sama seperti mengkhatam Al-Quran pada bulan-bulan yang lain.
Wahai manusia! Sesungguhnya pintu-pintu surga dibukakan bagimu, maka mintalah kepada Tuhanmu agar tidak pernah menutupkannya bagimu. Pintu-pintu neraka tertutup, maka mohonlah kepada Rabbmu untuk tidak akan pernah dibukakan bagimu. Setan-setan terbelenggu, maka mintalah agar ia tak lagi pernah menguasaimu.”
(Aku –Ali bin Abi Thalib yang meriwayatkan hadits ini– berdiri dan berkata, “Ya Rasulullah, apa amal yang paling utama di bulan ini?” Jawab Nabi, “Ya Abal Hasan, amal yang paling utama di bulan ini adalah menjaga diri dari apa yang diharamkan Allah”.) 
( Fadhail Al-Aysur Ats-Tsalatsah, hlm 79)

Friday, June 8, 2012

10 Filosofi Hidup Wong Jowo


1. Urip Iku Urup
(Hidup itu Nyala, Hidup itu hendaknya memberi manfaat bagi orang lain disekitar kita, semakin besar manfaat yang bisa kita berikan tentu akan lebih baik)

2. Memayu Hayuning Bawono, Ambrasto dhur angkoro
(Manusia hidup di dunia harus mengusahakan keselamatan, kebahagiaan dan kesejahteraan; serta memberantas sifat angkara murka, serakah dan tamak).

3. Suro Diro Joyoningrat, Lebur Dening Pangastuti.
(segala sifat keras hati, picik, angkara murka, hanya bisa dikalahkan dengan sikap bijak, lembut hati dan sabar)

4. Ngluruk Tanpo Bolo, Menang Tanpo Ngasorake, Sekti Tanpo Aji-Aji, Sugih Tanpo Bondho
(Berjuang tanpa perlu membawa massa; Menang tanpa merendahkan atau mempermalukan; Berwibawa tanpa mengandalkan kekuasaan, kekuatan; kekayaan atau keturunan; Kaya tanpa didasari kebendaan)

5. Datan Serik Lamun Ketaman, Datan Susah Lamun Kelangan
(Jangan gampang sakit hati manakala musibah menimpa diri; Jangan sedih manakala kehilangan sesuatu).

6. Aja Gumunan, Aja Getunan, Ojo Kagetan, Ojo Aleman
(Jangan mudah terheran-heran; Jangan mudah menyesal; Jangan mudah terkejut; Jangan mudah kolokan atau manja).

7. Ojo Ketungkul Marang Kalungguhan, Kadonyan lan Kemareman
(Janganlah terobsesi atau terkungkung oleh keinginan untuk memperoleh kedudukan, kebendaan dan kepuasan duniawi).

8. Ojo Keminter Mundak Keblinger, Ojo Cidra Mundak Ciloko
(Jangan merasa paling pandai agar tidak salah arah;Jangan suka berbuat curang agar tidak celaka).

9. Ojo Milik Barang Kang elok, Ojo Mangro Mundak Kendo
(Jangan tergiur oleh hal-hal yang tampak mewah, cantik, indah; Jangan berfikir mendua agar tidak kendor niat dan kendor semangat).

10. Ojo Adigang, Adigung, Adiguna
(Jangan sok Kuasa, sok Besar, sok Pintar).

(Semoga bermanfaat dan jadi perenungan )

source : milis TDA

Thursday, March 29, 2012

Kisah Inpirasi : Ajaklah ke jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik



REPUBLIKA.CO.ID, Jad adalah seorang pria keturunan Yahudi. Sejatinya, Ibunda Jadullah adalah Yahudi fanatik, seorang dosen di salah satu lembaga tinggi. Namun di tahun 2005, dua tahun setelah kematian Jadullah, ibunya memeluk agama Islam.
 

Kisah Jad dan Ibrahim
 
Lima puluh tahun lalu di Prancis, Jad bertetangga dengan seorang pria Turki berusia 50 tahun. Pria tersebut bernama Ibrahim. Ia memiliki toko makanan yang letaknya di dekat apartemen tempat keluarga Jad tinggal. Saat itu usia Jad baru tujuh tahun.
 
Jad seringkali membeli kebutuhan rumah tangga di toko Ibrahim. Setiap kali akan meninggalkan toko, Jad selalu mengambil coklat di toko Ibrahim tanpa izin alias mencuri. 
 
Pada suatu hari, Jad lupa tak mengambil coklat seperti biasa. Tiba-tiba, Ibrahim memanggilnya dan berkata bahwa Jad melupakan coklatnya. Tentu saja Jad sangat terkejut, karena ternyata selama ini Ibrahim mengetahui coklatnya dicuri. Jad tak pernah menyadari hal tersebut, dia pun kemudian meminta maaf dan takut Ibrahim akan melaporkan kenakalannya pada orang tua Jad.
 
"Tak apa. Yang penting kamu berjanji tidak akan mengambil apapun tanpa izin. Lalu, setiap kali kamu keluar dari sini, ambillah cokelat, itu semua milikmu!" ujar Ibrahim. Jad pun sangat gembira.
 
Waktu berlalu, tahun berubah. Ibrahim yang seorang Muslim  menjadi seorang teman bahkan seperti ayah bagi Jad, si anak Yahudi. Sudah menjadi kebiasaan Jad, dia akan berkonsultasi pada Ibrahim setiap kali menghadapi masalah. 


Dan setiap kali Jad selesai bercerita, Ibrahim selalu mengeluarkan sebuah buku dari laci lemari, memberikannya pada Jad dan menyuruhnya membuka buku tersebut secara acak. Saat Jad membukanya, Ibrahim kemudian membaca dua lembar dari buku tersebut kepada Jad dan memberikan saran dan solusi untuk masalah Jad. Hal tersebut terus terjadi. 


Hingga berlalu 14 tahun, Jad telah menjadi seorang pemuda tampan berusia 24 tahun. Sementara Ibrahim telah berusia 67 tahun.
 
Hari kematian Ibrahim pun tiba. Namun sebelum meninggal, dia telah menyiapkan kotak berisi buku yang selalu dia baca acapkali Jad berkonsultasi. Ibrahim menitipkannya kepada anak-anaknya untuk diberikan kepada Jad sebagai sebuah hadiah.
 
Mendengar kematian Ibrahim, Jad sangat berduka dan hatinya begitu terguncang. Karena selama ini, Ibrahim satu-satunya teman sejati bagi Jad, yang selalu memberikan solusi atas semua masalah yang dihadapinya. 


Selama 17 tahun, Ibrahim selalu mempelakukan Jad dengan baik. Dia tak pernah memanggil Jad dengan "Hei Yahudi" atau "Hei kafir" bahkan Ibrahim pun tak pernah mengajak Jad kepada agama Islam.


                                                                               ***
 
Hari berlalu, setiap kali tertimpa masalah, dia selalu teringat Ibrahim. Jad pun kemudian mencoba membuka halaman buku pemberian Ibrahim. Namun, buku tersebut berbahasa arab, Jad tak bisa membacanya. Ia pun pergi menemui salah satu temannya yang berkebangsaan Tunisia. Jad meminta temannya tersebut untuk membaca dua lembar dari buku tersebut. Persis seperti apa yang biasa Ibrahim lakukan untuk Jad. 
 
Teman Jad pun kemudian membaca dan menjelaskan arti dua lembar dari buku yang dia baca kepada Jad. Ternyata, apa yang dibaca sangat pas pada masalah yang tengah dihadapi Jad. Temannya pun memberikan solusi untuk masalah Jad.
 
Rasa keingin tahuannya terhadap buku itu pun tak bisa lagi dibendung. Ia pun menanyakan pada kawannnya, "Buku apakah ini?" tanyanya. Temannya pun menjawab, "Ini adalah Alquran, kitab suci umat Isam," ujarnya.
 
Jad tak percaya sekaligus merasa kagum. Jad pun kembali bertanya, "Bagaimana cara menjadi seorang Muslim?"  


Temannya menjawab, "Dengan mengucapkan syahadat dan mengikuti syariat." Kemudian, Jad pun memeluk agama Islam.
 
Setelah menjadi Muslim, Jad mengubah namanya menjadi Jadullah Al-Qur'ani. Nama tersebut diambil sebagai ungkapan penghormatan kepada Al-Qur'an yang begitu istimewa dan mampu menjawab semua permasalahan hidupnya selama ini. 


Sejak itu, Jad memutuskan untuk menghabiskan sisa hidupya untuk menyebarkan ajaran yang ada pada Alquran.
 
Suatu hari, Jadullah membuka halaman Alquran pemberian Ibrahim dan menemukan sebuah lembaran. Lembaran tersebut bergambar peta dunia, ditandatangani Ibrahim dan bertuliskan ayat An-Nahl 125. 


"Ajaklah ke jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik..."  Jad pun kemudian yakin bahwa lembaran tersebut merupakan keinginan Ibrahim untuk dilaksanakan oleh Jad.
 
Jadullah pun meninggalkan Eropa dan pergi berdakwah ke negara-negara Afrika. Salah satu negara yang dikunjunginya yakni Kenya, di bagian selatan Sudan dimana mayoritas penduduk negara tersebut beragama Kristen. 


Jadullah berhasil mengislamkan lebih dari enam juta orang dari suku Zolo. Jumlah ini hanya dari satu suku tersebut, belum lagi suku lain yang berhasil dia Islamkan. Subhanallah.


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...