Monday, April 22, 2013

Kisah Nelayan Jepang dengan Hiu Kecilnya.

Kisah nelayan Jepang untuk mempertahankan ikan agar tetap segar sampai ke tangan pelanggan.

Akhir-akhir ini sudah sangat sedikit ikan yang ditangkap di perairan dekat pantai sehingga nelayan harus pergi melaut ke tempat yang agak jauh. Akibatnya, ikan yang tiba di pantai diterima pelanggan sudah tidak segar lagi, harga pun jatuh.

Untuk mengatasi hal ini, paguyuban nelayan di sana mengusahakan freezer (lemari pendingin) dibawa di atas perahu, agar sekalipun ikan tersebut telah mati, namun tetap beku dan tidak busuk.
Upaya ini pun ternyata tidak juga memuaskan pelanggan penikmat ikan segar, mereka mengatakan ‘cita rasa’ ikannya telah berkurang karena sudah mati dan dibekukan. Akibatnya, harga ikan pun semakin merosot tajam, karena tidak dalam keadaan hidup.

Langkah berikutnya yang ditempuh para nelayan di sana adalah dengan membawa tangki-tangki yang agak besar ketika melaut. Ikan-ikan yang telah dijaring selanjutnya dimasukkan ke dalam tangki-tangki dalam keadaan hidup. Mereka dijejalkan dalam tangki tersebut.
Setelah sekian lama ikan-ikan tersebut berdesak-desakan dan saling bertabrakan, lama kelamaan ikan-ikan tersebut mati lemas namun tetap hidup ketika di bawa ke pantai. Namun masyarakat jepang tetap tidak suka menikmati ikan lemas, karena cita rasanya berbeda dibandingkan dengan ikan yang tetap hidup.

Paguyuban nelayan Jepang pun kembali berfikir keras tentang bagaimana supaya ikan yang ditangkap tetap hidup dan segar. Usaha berfikir keras ternyata membuahkan ide yang luar biasa. kini ketika para nelayan melaut, mereka tetap membawa tangki, namun jumlah ikan yang dimasukkan ke dalamnya agak dikurangi.

Uniknya lagi setelah semua ikan dimasukkan ke tangki dan siap di bawa ke pantai, para nelayan tersebut memasukkan seekor ikan hiu kecil ke dalam tiap tangki. Ikan hiu tersebut memang memakan ikan-ikan yang ada di dalam tangki, namun tidak banyak. Sementara ikan-ikan lain lari dikejar-kejar hiu yang berada dalam tangki itu.
Alhasil ikan-ikan tersebut tetap dalam kondisi siaga dan takut yang tanpa disadarinya telah tiba di pantai. Pelanggan merasa puas memperoleh ikan yang tetap hidup dan segar.

" Cara ampuh untuk melesatkan potensi diri adalah menciptakan tantangan Maut. Kalau gagal, mati. Seperti matinya ikan laut dimakan hiu ,... keep moving "

Monday, January 14, 2013

Jangan takut Jujur dalam berbisnis

Ada prinsip berbisnis, " ... buat apa untungnya dibagi-bagi kalau bisa dikerjain sendiri ? "

Suatu hari ada seorang tuan tanah yang tahu ilmu bisnis. Namun dia sedikit mengetahui bisnis property. Dia berpikir bagaimana agar mendapatkan keuntungan yang lebih banyak. Caranya mengubah tanah-tanahnya menjadi perumahan. Akhirnya digandengannya team yang pengalaman membangun perumahan. Tuan tanah ini berharap dia bisa menguasai ilmu developer perumahan. Singkat cerita tuan tanah berhasil di proyek pertamanya berkat bimbingan team.  
Karena tuan tanah ini memiliki banyak tanah, maka proyek selanjutnya dia kerjakan sendiri, tanpa menggandeng lagi team lamanya ...... " buat apa untungnya dibagi-bagi kalau bisa dikerjain sendiri " 

Bagaimana nasibnya team yg berpengalaman membangun perumahan tapi modal pas-pasan ? Bagi anda yang memiliki ilmu namun sedikit pemodalan inilah tips berbisnis dengan agan-agan tuan tanah. 
Pegang saja sifat nabi Muhammad saw.  FAST yaitu fathonah (cerdas), amanah (bisa dipercaya), sidiq (benar perkataan dan perbuatan), tabligh (menyampaikan). 

Nabi Muhammad saw, sebagai seorang manusia pasti pernah ditipu. Namun sifat Jujur beliau tetap dipegang. Kejujuran memberikan rasa trust bagi partner bisnis dan konsumennya.  Bukankah anda pasti akan memilih orang yg jujur dalam untuk memegang keuangan anda ?  Jadi jangan takut Jujur dalam berbisnis. Alloh pasti membukakan pintu rejekiNya dari silaturahmi dengan rekan bisnis yg lain.

Thursday, January 3, 2013

Ketika tikus meluruskan Niatku


Ada cerita menarik. Beberapa bulan kemarin secara tidak sengaja saya membeli pakaian karena tertarik sama discountnya sih. Disc 50 % merk Arrow. Sebuah penawaran yang menarik. Dan tanpa sengaja pula saya dapat baju kemeja bagus, diskonan pula. Maklum masih bermental  pingin barang bagus  tapi harga murah.

Episode berdadanpun dimulai. Paduan serasi stelan kemeja dengan celana Arrow.  Perasaan dalam hati, wah dengan penampilan ini kayak bos-bos nya kantoran.  Dengan bismillah saya naikin motorku kekantor.
Semenjak saat itu saya berusaha untuk berpakaian yang tidak kalah sama bos-bos. Bahkan kalau sudah pakai jas gratis dari kantor udah kayak direktur....he he he. Bahkan ada teman yang sukanya manggil saya pak direktur.  

Semua ini saya anggap sebagai latihan management qolbu.  Luruskan niat berpakai suci, baik dan bagus karena mensyukuri nikmat Alloh. Dari sini banyak hikmah yang saya peroleh :

 Ketika saya berpakaian yang bagus, saya bahwa semua itu atribut dunia, semua akan dilepas ketika saya ada didalam kubur.

Ketika ada pujian, ingat pujian itu hanya milik Alloh, mulia seseorang itu karena Alloh menutupi aibnya.

Ketika mengharap pujian, ingat banyak orang yang leeebih kaya raya, lebih tinggi jabatannya dari saya tapi tawadu'. Saya harus merubah mental blok . Ini yang paling susah.

Dan yang terakhir, bisa mengetahui siapa saja orang yang menilai orang lain dari penampilannya.... he he. Bukan ingin menjelakkan, tapi mengambil hikmah dari perilaku manusia disekitar saya.

Wah, kayaknya mulia banget tujuannya ya... ?
Subhannalloh , Alloh menegur saya dengan cara yang sangat halus. Bajuku digigit-gigit sama tikut. Terimakasih Alloh, ada hikmah besar dibalik peristiwa ini  ' Kamu masih mengharapkan pujian manusia ' luruskan lagi tiap hari niatmu. Bismillah

Tuesday, October 30, 2012

Jenis Jenis Asuransi Jiwa


KOMPAS.com - Seringkali kita sebagai konsumen hanya manggut-manggut mendengarkan penjelasan agen asuransi yang menawarkan produknya. Sebagian besar agen menawarkan produk yang dijualnya, bukan produk yang kita perlukan. Masalahnya, sering juga konsumen tidak mengerti dan tidak paham benar produk asuransi apa sebenarnya yang dia perlukan.
Pengetahuan dasar mengenai jenis-jenis asuransi jiwa saja terkadang membuat pusing. Masih banyak konsumen yang tidak dapat membedakan antara produk tradisional dengan produk non tradisional. Sementara penjelasan para agen juga sekadarnya saja, belum benar-benar memenuhi dahaga keingintahuan para nasabah. Sebaliknya, nasabah juga perlu lebih banyak bertanya dan memiliki pengetahuan tentang asuransi.
Mengenai jenis-jenis asuransi, di Indonesia, jenis asuransi terbagi menjadi dua jenis besar, asuransi tradisional dan asuransi nontradisional.
Asuransi tradisional terbagi menjadi tiga jenis. Asuransi termlife (berjangka), whole life (seumur hidup), dan endowment (dwiguna).
Ada baiknya meluangkan waktu sejenak untuk memahami lebih jauh jenis-jenis asuransi ini.

Asuransi Termlife (berjangka)
Asuransi berjangka hanya memberikan proteksi dalam jangka waktu tertentu saja. Proteksinya bisa sesingkat naik pesawat dari Jakarta ke Semarang selama kurang dari dua jam atau selama 20 tahun. Ciri khasnya, ada batas waktu proteksi asuransi. Selain itu, jika tidak terjadi risiko, uang asuransi tidak dikembalikan atau hangus.
Asuransi jenis ini memiliki premi paling murah di antara asuransi lainnya. Uang pertanggungannya pun bisa besar, mencapai miliaran dengan premi yang tidak terlalu menguras isi kantong. Asuransi jenis term life tidak memiliki nilai tunai. Jika pada masa berakhirnya kontrak asuransi si tertanggung masih sehat walafiat, kontrak berakhir dan tidak ada uang yang diberikan kepada tertanggung.
Banyak orang yang tidak menyukai produk ini karena tidak ada uang yang dikembalikan ketika masa kontrak berakhir dan nasabah sehat wal afiat. Aneh memang, ada orang yang tidak bersyukur karena telah dikaruniai kesehatan dan umur panjang. Sebenarnya asuransi jenis term life ini bisa dianalogikan dengan menyewa seorang petugas satpam selama satu malam untuk menjaga rumah dengan harta benda berlimpah. Jika tidak terjadi kemalingan pada malam itu, apakah kita dapat menarik kembali gaji si petugas satpam pagi hari berikutnya? Bukankah kita harus bersyukur karena rumah kita aman?
Karena uang pertanggungan yang besar, untuk membeli premi asuransi jenis ini pun tidak terlalu mudah. Sebagian besar perusahaan asuransi yang menjual asuransi jenis ini mewajibkan nasabahnya menjalani pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu sebelum membeli polis dengan pertangungan misalnya sebesar Rp 2 miliar.
Jika tidak lolos pemeriksaan, nasabah tidak diperkenankan membeli asuransi jenis ini. Atau mungkin saja uang pertanggungan diturunkan menjadi lebih kecil.
Premi asuransi ini jauh lebih kecil ketimbang premi yang harus dibayarkan jika membeli produk unit link. Banyak perencana keuangan yang menyarankan jika membeli produk asuransi jenis ini sebaiknya dibarengi dengan membeli reksa dana. Pasalnya, ketika masa asuransi berakhir dan tertanggung sehat tidak ada uang pertanggungan yang diberikan.
Sehingga jika dikombinasikan dengan reksa dana, pada saat berakhirnya pertanggungan dana pengembangan investasi dari reksa dana sudah cukup banyak. Kombinasi asuransi berjangka dan reksa dana, akan menghasilkan investasi yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan membeli unit link. Dengan membayar premi yang sama, uang pertanggungan juga jauh lebih besar.
Satu hal yang diperlukan adalah kedisiplinan setiap bulan untuk menabung di reksa dana setiap bulannya agar mendapatkan manfaat dan hasil maksimal.

Asuransi whole life (seumur hidup)
Setelah mengenal term life, ada pula jenis kedua yang disebut whole life.

Asuransi ini mengandung nilai tabungan. Masa proteksinya pun lebih panjang, hingga mencapai 99 tahun. Asuransi ini disebut sebagai penyempurnaan asuransi term life yang tidak memiliki nilai tunai. Anda tentu ingat bahwa jika tidak terjadi risiko meninggal, pada masa akhir kontrak asuransi berjangka si nasabah tidak mendapatkan apa-apa ?

Nah, untuk memuaskan nasabah yang berkeluh mengenai asuransi berjangka, pada asuransi whole life, ketika kontrak berakhir dan tertanggung masih sehat walafiat, ada nilai tunai yang diberikan. Risikonya, premi yang dibayarkan lebih mahal karena risiko klaim pasti terjadi. Jarang ada orang yang sehat sampai usia 99 tahun kan? Di Indonesia, angka harapan hidup laki-laki 65 tahun dan perempuan 70 tahun.

Nilai tunai polis whole life dapat dijadikan agunan pinjaman dan ada bonus dividen dari perusahaan bagi pemegang polis whole life. Selain itu, jika tidak dapat membayar preminya, pemegang polis dapat mengambil dana dari nilai tunai ini. Fitur ini tidak ada pada jenis asuransi term life.

Pertanyaan selanjutnya, berapa uang yang akan saya dapatkan ketika masa asuransi berakhir kelak? Biasanya para agen asuransi memberikan ilustrasi pada usia sekian puluh tahun akan keluar dana sekian ratus juta. Sekali lagi, jangan silau oleh ilustrasi yang menayangkan angka berjuta-juta. Angka itu terlihat besar pada saat ini, sementara inflasi terus menggerus nilai uang dan pada saatnya kelak, beberapa puluh tahun dari sekarang, dana sebesar itu sebenarnya tidak terlalu besar.

Penyebabnya, dana itu hanya dikembangkan dengan imbal hasil sebesar 4 persen saja per tahun. Jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan tingkat suku bunga di pasaran. Imbal hasil sebesar itu masih belum dipotong biaya dan pajak.

Di sisi lain, laju inflasi riil mencapai 12 persen. Sehingga nilai tunai asuransi whole life akan tergerus inflasi dan nilainya tidak sebesar ketika ilustrasi disodorkan kepada para calon nasabah. Bisa jadi, ketika polis jatuh tempo, nilai tunai ini menjadi sangat kecil sekali.

Biaya premi yang harus dibayarkan untuk mendapatkan pertanggungan sebesar Rp 1 miliar misalnya, akan jauh lebih besar jika dibandingkan dengan biaya premi yang harus dibayarkan jika Anda membeli asuransi berjangka. Bagaimana perbedaannya, dapat dilihat pada tulisan mengenai perhitungan premi asuransi.

Asuransi endowment (dwiguna)
Jenis asuransi tradisional ketiga adalah endowment. Jenis ini bersifat seperti asuransi berjangka juga sebagai tabungan.
Produk ini amat populer sebelum muncul produk unit link. Bentuk asuransi endowment beragam. Selain memiliki nilai tunai, ada juga dana yang dikeluarkan secara berjangka sebelum masa kontrak asuransi berakhir. Dana ini keluar secara berkala misalnya 3 tahun sekali atau 5 tahun sekali. Misalnya seperti asuransi pendidikan yang mengeluarkan dana ketika si anak berusia 5 tahun untuk biaya masuk TK, 7 tahun untuk biaya masuk SD dan seterusnya.
Sayangnya, premi asuransi endowment ini jauh lebih mahal dibandingkan dengan premi asuransi berjangka maupun whole life.
Belakangan, pamor asuransi jenis endowment ini memudar seiring dengan munculnya produk-produk unitlink. Selain itu karena royal memberikan bonus, biaya asuransi endowment justru memberatkan perusahaan asuransi.

Unit Link
Setelah membahas tiga jenis asuransi tradisional, mari kita bahas asuransi non tradisional. Jenis asuransi non tradisional hanya satu yaitu unit link.
Unit link ini merupakan asuransi dengan dua kantong, kantong untuk proteksi dan kantung investasi. Uang premi yang dibayarkan sebagian digunakan untuk membayar proteksi dan sebagian lagi ditempatkan pada reksa dana dalam bentuk unit link.
Pemegang polis akan diminta memilih di mana akan ditempatkan investasinya, apakah pada reksa dana saham, reksa dana campuran, reksa dana pendapatan tetap, atau pasar uang.
Unit link terkait erat dengan pasar modal. Produk ini cukup rumit dan tidak mudah dipahami. Sayangnya, banyak agen asuransi yang kurang menjelaskan dengan tepat perihal produk ini. Ketika pasar modal turun, nilai unit link juga akan turun. Sehingga seringkali proyeksi yang diberikan meleset dari kenyataan.
Pada beberapa perusahaan asuransi yang menjual produk unit link, ada pula yang tidak memberikan secara rinci mengenai kinerja unit linknya dari bulan ke bulan. Jangankan kinerja, unit link tersebut ditempatkan pada saham apa saja, banyak nasabah yang tidak mendapatkan keterangan soal ini. Memang, sudah ada beberapa perusahaan asuransi yang memuat kinerja unit link di situsnya sehingga dapat dengan mudah diakses oleh para nasabah.
Jika Anda membandingkan menempatkan dana yang sama dengan porsi yang ditempatkan pada unit link, artinya sudah dikurangi oleh biaya premi, dengan ditempatkan langsung pada reksa dana, maka hasilnya akan jauh lebih besar jika ditempatkan pada reksa dana.
Kebanyakan perusahaan asuransi menginvestasikan dana Anda sepenuhnya pada produk unit link pada tahun ke lima. Untuk tahun pertama hingga ke lima, hanya sebagian saja yang ditempatkan di unit link. Misalnya 0 persen pada tahun pertama, karena pada tahun pertama dana habis untuk biaya akuisisi alias membayar bonus agen. Tahun kedua porsi investasinya naik menjadi 20 persen, tahun ketiga menjadi 40 persen dan tahun keempat 80 persen baru pada tahun kelima menjadi 100 persen ditempatkan pada unit link.
Biaya premi yang harus dikeluarkapun paling besar dibandingkan dengan premi asuransi jenis tradisional. Nilai proteksinya hanya sedikit, paling besar sekitar Rp 250 juta saja. Jika Anda sudah menghitung kebutuhan asuransi Anda dan uang pertanggungan sebesar Rp 250 juta tidak memadai, pertimbangkan untuk mengambil asuransi jenis lain.
Masalahnya, jika Anda memerlukan proteksi sebesar Rp 1 miliar harus membayar premi unit link yang sangat tinggi. Jangan sampai karena belum mampu membayar premi unit link yang ditawarkan agen lalu menurunkan uang pertanggungan sehingga Anda mengalamiunderinsure.
Pemegang polis harus benar-benar memerhatikan dan mempelajari produk ini dengan saksama dan banyak menyerap informasi agar tidak salah beli. Sudah mengeluarkan uang dalam jumlah besar, mendapat pertangungan yang kurang dari kebutuhan serta mendapatkan hasil investasi yang tidak maksimal.
Positifnya asuransi jenis unit link adalah Anda dapat disiplin berinvestasi secara berkala, baik bulanan maupun tahunan karena pembayaran investasi ditagihkan bersamaan dengan pembayaran premi.
Nah, setelah mengetahui jenis-jenis asuransi, pilihlah yang paling cocok dengan tujuan keuangan Anda. Hitung dahulu kebutuhan asuransi, lalu tentukan produknya.

Monday, October 15, 2012

Elmu Istighfar = Elmu Sumeleh

Sumber KASKUS

Dalam persepsi saya , seseorang itu tidak mungkin terbuka badannya , terbuka elmunya , terbuka kesejatiannya tanpa menguasai yang disebut dengan elmu istighfar atau sumeleh. Karena dia adalah pembersih hati kita dan penjaga hati kita... jika seseorang menguasai ilmu supranatural maupun spiritual tanpa memiliki hati yang bersih dan tidak diikat kebersihan hatinya apakah benar kemampuannya berasal dari kesejatian?

Dikatakan sebagai pembukanya ilmu kesejatian karena istighfar atau sumeleh membuat hati kita menjadi bersih dari penyakit hati dan kotoran pikiran dan dikatakan sebagai pengikatnya ilmu kesejatian karena istighfar membuat hati kita dan diri kita terjaga dari kotoran-kotoran yang berasal baik dari dalam maupun dari luar.

Dalam pengimplementasiannya , elmu istighfar/sumeleh ini memiliki banyak sekali manfaatnya baik itu bagi lahir maupun batin mulai dari membersihkan diri dari makhluk ghoib yang masuk dalam diri kita bertahun-tahun lamanya ( dalam persepsi saya , setiap manusia senantiasa akan dimasuki oleh outter energy sejak kita kecil hingga kita mati ~ ada yang bilang itu adalah qorin ) hingga membuka kemampuan-kemampuan diri baik dalam bentuk supranatural maupun spiritual tanpa ritual apapun dan tanpa doa apapun. Dan salah salah satu tujuan utama kita adalah mempelajari kesejatian diri kita sendiri , jatidiri kita sendiri.

Dalam pengalaman dan pembelajaran saya tentang ilmu supranatural dan spiritual tidak ada yang lebih penting dan utama daripada menguasai elmu istighfar/sumeleh ini. Tidak saja merupakan 1 jalan tapi menguasai banyak elmu tapi juga menyelamatkan saya dari ilusi-ilusi dan trik-trik murahan para outter energy yang hampir bisa dikatakan 99% pasti dialami oleh sang pembelajar supranatural/spiritual. Dan sepertinya prosentasenya cukup besar mereka terkena trik/ilusi tsb.

Elmu istighfar/sumeleh sebagai Lelaku
Elmu ini bukan ilmu sekali beli langsung jadi karena ini adalah ilmu hidup , ilmu yang dilakukan seumur hidup... bahkan rasulullah al maksum seumur hidup beliau dikisahkan melakukan amalan istghfar ini.

Elmu ini adalah bagian dari karakter , kepribadian , pola dan sikap hidup orang-orang yang menjalaninya... karena ilmu ini mereka jalankan setiap saat. Hidup mereka adalah elmu ini dan ilmu ini adalah bagian dari hidup detik demi detik berisi lelaku ilmu istighfar atau sumeleh ini.

Orang jawa menyebutnya sebagai lelaku.

Menurut persepsi saya , bahkan agama-agama maupun aliran kebatinan/kepercayaan sesungguhnya mengimplementasikan elmu istighfar/sumeleh ini karena hakekat elmu ini adalah kita terus menerus berserah diri dan memohon ampun kepada Allah. Bukankah hakekat agama adalah mengajarkan kita untuk berserah diri dan memohon ampun?

Beruntunglah bagi kaum muslim yang diwajibkan atasnya sholat wajib karena sholat itu ibarat pemaksa agar kita kembali sumeleh , pemaksa agar kesadaran kita tegak berdiri dan melepas semua urusan duniawi serta memohon ampun. Dalam 1 hari kita dipaksa 5x dalam rentang waktu untuk melaksanakan elmu sumeleh/istighfar melalui sholat.

Bagaimana dengan sholat daim?
Menurut saya , sholat daim hanya berlaku bagi mereka yang menguasai elmu istighfar/sumeleh ini jika tidak maka dengan mudah anda , saya atau kita semua akan khilaf dan berbangga diri merasa sudah menguasai sholat daim dan meninggalkan sholat wajib ( saya menganggap ini salah satu tipu muslihat energy yang masuk dalam diri kita ).

Bagaimana mungkin seseorang mampu sholat daim ( ingat kepada Allah setiap saat ) sementara dirinya tidak pernah beristighfar atau sumeleh setiap saat?

Teknis pelaksanaan
Elmu ini adalah elmu 3 in 1 , yaitu 3 langkah dalam 1 langkah.
1. Berdoa
2. Sumeleh
3. Eling

Bagaimana pelaksanaannya ?
Ketika kita mengucap istighfar maka pada saat itu pula kita sumeleh ( jawa: seleh , nyeleh = melepas , meletakkan ) baik itu beban perasaan maupun beban pikiran serta beban raga ( ketegangan fisik ) sekaligus kita eling ( eling adalah masuk kedalam batin kita sendiri , masuk ke dalam kesadaran kita sendiri ~ melepas seluruh ikatan pancainderawi dan masuk kedalam alam batin/kesadaran kita sendiri ).

3 hal tsb dilakukan bersamaan dan memang tidak mudah karena anda harus menemukan kuncinya ( jawa: selah atau lika likunya ) dan itu hanya bisa dipahami jika terus menerus dilakukan dan menjadi ahli.

Kita bisa melakukan hal ini sebagai tatacara meditasi dan dikembangkan menjadi media kebiasaan dalam keseharian atau yang saya sebut sebagai sikap hidup, kepribadian dan karakter jiwa kita.

Sekedar sharing, mohon koreksinya.
Semoga bermanfaat

Sunday, September 16, 2012

Agar Anak Nyaman Curhat Pada Orangtuanya

Written By: Ihsan Baihaqi Ibnu Bukhari Instruktur Pelatihan Orangtua di 18 Propinsi 60 Kota di Indonesia


Curhat, sarana yang sederhana, ternyata dapat membuat anak-anak kita bisa memiliki daya tahan mental lebih baik terhadap lingkungan (negatif). Setidaknya itu yang dipublikasikan riset dari John Hopkins University: remaja-remaja yang memiliki kesempatan berbicara pada orangtua ternyata memiliki daya tahan mental lebih baik terhadap pengaruh lingkungan.

Tanyakanlah pada mereka yang tak pernah curhat pada orangtua, apakah mereka merasa ‘dekat’ dengan orangtuanya? Bagi sebagian kita juga, coba-coba ingat-ingat masa remaja Anda. Bagi sebagain kita yang curhat pada orangtua, bukankah ada perasaan tenang dan nyaman bukan? Sebaliknya bagi kita yang tak pernah curhat, bukankah sungguh tak enak memiliki orangtua tapi tak nyaman bicara pada orangtua?

Lalu, bagaimana agar anak nyaman curhat pada kita, orangtuanya?Pertama, orangtua harus memahami tipe apakah anaknya ini: periang atau pemalu? Pendekatan pada setiap anak dapat berbeda untuk membuat anak curhat. Anak-anak yang periang mungkin mudah untuk mengungkapkan perasaan dan pikirannya. Bahkan, sebagian anak ini, jika bicara hampir tanpa titik, berantai seperti kereta api. Agar anak curhat, orangtua tinggal membuat pertanyaan-pertanyaan terbuka dari cerita-cerita yang mungkin akan meluncur dari mulut anak-anaknya.

Tetapi bagi sebagian anak lain seperti anak pemalu, maka ia cenderung diam dan pasif. Ini terjadi karena ia cenderung menjadi ‘pengamat’ dari pada pembicara. Apalagi, anaknya cenderung hati-hati. Tapi, percayalah, berbicaralah adalah kebutuhan bagi semua orang, termasuk bagi anak-anak yang pendiam sekalipun. Hanya saja memang orangtua harus pandai memancing-mancing anak agar mau ‘bicara’.

Caranya, Anda lontarkan satu ‘kejadian’ yang mungkin menarik bagi anak untuk memancing perhatiannya. Saya sebut kejadian ini sebagai “even catching“. “Tadi Mama ketemu teman sebangku KK di sekolah, namanya siapa? Neni ya?” “Apa yang KK sukai dari Neni?” “Kenapa sih Adik suka banget sama pelajaran Bahasa Indonesia?” “Kak, apa yang membuat tadi kakak tertawa di sekolah, bagi dong sama Bunda…. “

Kedua, jika Anda menemukan anak murung atau seperti terlihat sedih karena ada masalah dan belum mau bercerita, tidak apa, jangan pernah dipaksa bicara. Semakin dipaksa semakin ‘otak reptil’ bekerja dan ia semakin menutup mulutnya. Anda cukup bicara “Mama senang jika Kakak mau bercerita…. Klo kakak mau bercerita mama siap mendengarkan”

Ketiga, jika Anda menemukan masalah anak atau anak telah bercerita tentang masalahnya dan ada ‘kontribusi’ akibat dari kelalaian anak itu sendiri, jangan pernah terburu-buru untuk mencoba menceramahi atau menggelontorkan nasihat-nasihat kepadanya. Biarkan ia bebas untuk mengungkapkan apa yang ia rasakan. Berikan pengertian Anda bahwa Anda mengerti perasaan mereka dan bahwa mungkin Anda pun faham betapa kecewanya jika berbuat lalai. Bahwa kita sungguh-sungguh mendengarkan perasaannya. Orang menyebutnya ini sebagai mendengar aktif.

Keempat, berikan kepercayaan kepadanya untuk bersama-sama mencari solusi atas permasalahan yang ia hadapi. Tentu saja, orangtua boleh membantu, tetapi sebaik-baiknya masalah yang dihadapi anak, anak sendiri yang menemukan solusi atas permasalahan yang ia hadapi. Orangtua sebaiknya berperan sebagai ‘fasilitator’. “Mama tau kamu sedih dengan nilai raportmu, kira-kira apa yang bisa kamu lakukan agar nilai kamu tambah baik?” “Ada tidak yang bisa mama Bantu dari ini?” Dengan ini, anak-anak dilatih untuk menjadi ‘problem solver’ minimum untuk dirinya sendiri atau setidaknya jika kita pun menawarkan bantuan, ia sendiri yang memutuskan di bagian manakah orangtuanya dapat membantu dirinya.

Kelima, kendalikan anak dari televisi. Menonton televisi yang berlebihan dapat membuat anak menjadi pasif. Kita tahu, saat anak nonton televisi ia lebih banyak diam dibandingkan dengan bergerak. Padahal saat bergerak, gerakan bagi anak-anak itu menstimulasi otaknya, kecerdasannya. Dengan anak pasif, ia hanya menerima, tidak aktif merespon. Otaknya jadi tak terlatih untuk berpikir dan dapat membuat mereka semakin sulit untuk mengeluarkan pikiran dan perasaannya. Satu jam sehari nonton televisi cukuplah sekadar untuk memuaskan anak-anak kita. Setidaknya itu yang dilakukan Madonna, artis Hollywood yang terkenal itu. Masak orangtua shalih kalah sama Madonna?

Keenam, berlatihlah. Orantua shalih, seharusnya semakin dewasa anak kita semakin sedikit kita bicara dan kita berikan anak-anak kita justru yang banyak bicara. Memang jika sebagian Anda “hobby” bicara terasa sulit. Tapi insya Allah dengan latihan menahan diri untuk tidak buru-buru mengungkapkan bahwa gagasan kita lebih baik dari pada anak-anak kita, kita akan semakin terlatih membuat anak kita bicara.

Ketujuh, Anda boleh mengungkapkan gagasan, pikiran dan perasaan Anda pada anak setelah anak bicara banyak. Saya terlalu sering bilang pada banyak orangtua pakailah rumus “undang anak bicara, baru kita bicara”. Tapi saat Anda bicara, please… jangan pernah membandingkan anak kita dengan siapapun agar anak berbuat baik. Terima ia apa adanya, fokus saja pada solusinya.

Kedelapan, gunakan waktu-waktu santai anak. Memilih waktu santai lebih efektif karena anak-anak dalam keadaan rileks pikirannya. Ia lebih nyaman untuk bicara dan bahkan mungkin bisa lebih nyaman untuk menerima pesan-pesan yang disampaikan orangtua.

Kesembilan, anti jaim alias jangan pernah jaga image di depan anak. Maksudnya pakailah bahasa tubuh dan ekspresi Anda saat Anda senyum, tertawa, sedih. Sertakan gerakan mata, ekspresi wajah, gerik-gerik tubuh Anda. Tetapi tak usah berlebihan dan hati-hati saat Anda merasa khawatir. Anda harus pandai mengendalikan diri Anda sendiri. Jangan sampai saat anak gadis Anda bicara “Ma aku gemetaran tanganku tadi di sekolah di pegang sama Cecep..”. Jangan sampai Anda justru yang gemetara dan berkeringat dingin di depan anak. Apalagi sampai pingsan di depan anak. Sungguh tak lucu bukan?

Jangan pernah dianggap bahwa kesembilan hal ini ribet. Curhat adalah hal yang sangat sederhana dan tidak memerlukan keterampilan seperti Anda bicara. Yang dibutuhkan dari Anda adalah mau tidak Anda menahan diri untuk tidak buru-buru menyalahkan, untuk tidak buru-buru melontarkan perasaan dan pikiran Anda. Ingat, membuat anak curhat adalah membuat mereka mengeluarkan pikiran dan perasaan mereka, bukan mengeluarkan perasaan dan pikiran Anda. Ingat, Allah menciptakan dua telinga dan satu mulut, makannya, sebenarnya mendengar curhat anak seharusnya lebih mudah daripada bicara pada anak. *

source : resepfavoritbunda

Tuesday, September 11, 2012

Membangun Rumah, Selalu Lakukan yang Terbaik

Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarakatuh,

Saudaraku,
Ada seorang Pembuat Rumah (tukang) yg sudah tua siap untuk segera pensiun dari pekerjaannya. Dia mengatakan kepada kontraktor majikannya tentang rencananya untuk meninggalkan bisnis bangunan rumah dan menjalani kehidupan yang lebih santai dengan istrinya sambil menikmati sisa-sisa harinya bersama keluarga besarnya.

Sebenarnya sayang juga sih pekerjaan tersebut bagi tukang kayu itu karena telah memberinya gaji yang cukup untuk menghidupi keluarganya selama ini, tapi ia harus pensiun karena usia semakin bertambah sepuh dan tenaga serta penglihatannya sudah mulai berkurang kemampuannya.

Pemilik usaha Kontraktor rumah itu sangat kecewa dengan keputusan pegawainya yang baik dan cekatan itu untuk berhenti dari pekerjaannya dan setelah tercenung beberapa saat kemudian lalu ia bertanya apakah tukang kayu itu bersedia untuk membangunkan baginya lagi satu rumah yang terakhir sebagai bantuan pribadi. Tukang kayu mengatakan ya, tetapi nampak dari raut wajah dan suaranya waktu itu mudah sekali untuk dapat dilihat bahwa hatinya tidak dalam karyanya. Dia bekerja dengan ogah-ogahan dan hasil pekerjaannya pun sangat berada di bawah standard kerjanya selama ini dan juga ia mempergunakan bahan-bahan dengan kualitas yang sangat rendah. Sambil terus menggerutu di dalam hatinya karena ia bekerja dengan anggapan akan mendapatkan imbalan hanya "Thank You" saja dan ia-pun menganggap bahwa cara yang ia lakukan ini adalah cara yang cukup layak untuk mengakhiri karirnya toh besok-besok dia tidak akan bertemu kembali dengan bosnya itu.

Ketika tukang kayu telah rampung menyelesaikan pekerjaannya dan pemilik usaha kontraktor pembangun rumah datang untuk memeriksa rumah, kontraktor itu kemudian secara tidak terduga menyerahkan kunci pintu masuk rumah itu kepada tukang kayu seraya berkata, "Ini adalah rumahmu" katanya, "hadiah saya kepada Anda".

Sungguh sangat teramat kelewat mengejutkan kejadian ini bagi si tukang itu !! Sayang sekali!! Jika saja ia mengetahui bahwa yang sedang dibangunnya tadi itu adalah tempat yang akan menjadi rumahnya sendiri tentu ia akan melakukan itu semua dengan cara yang begitu berbeda dari perlakuannya sebelumnya. Sekarang ia mendapati kenyataan pahit bahwa ia harus memperoleh tempat tinggal di rumah yang dibangunnya dengan asal-asalan dengan kualitas bahan bangunan yang tidak baik serta di bawah standard.

Begitu pula analogi kisah ini dengan keadaan kita, saudaraku . . Kita seringkali membangun kehidupan kita dengan cara yang asal-asalan dan kurang kesungguhan, bereaksi berlebihan karena selalu berhitung menimbang-nimbang secara kalkulasi "untung-rugi", senantiasa bersedia untuk mempertontonkan hasil kerja sendiri jauh dari hasil karya terbaik yang dapat kita lakukan. Pada poin penting ini faktanya adalah kita tidak bersedia berjuang sungguh-sungguh untuk memberikan kinerja dan talenta terbaik kita. Kemudian dengan sangat terkejut kita melihat situasi yang telah kita ciptakan dari hasil pekerjaan asal jadi itu dengan bersungut-sungut dan menyesal kemudian.

Pikirkan diri Anda sebagai tukang kayu ini. Pikirkan tentang rumah Anda. Setiap hari Anda palu paku-paku menghujam dinding papan masa depan anda sendiri, atau mendirikan dinding-dinding kokoh untuk sendi-sendi fondasi kehidupan anda di masa mendatang.

Mulailah merajut dan membangun masa depan dengan kesungguhan dan perjuangan semaksimal yang dapat anda lakukan. Bahkan jika seandainya saja Anda tinggal di dunia ini untuk hanya satu hari lagi saja dalam perjalanan hidup anda, maka isilah dan laluilah sisa hari yang akan anda jalani itu dengan kehidupan yang layak  melalui hidup secara anggun dan bermartabat.

Sebagai pebisnis, sepantasnya anda juga akan men-"Treatment" segala upaya anda agar dapat menjadi pebisnis yang tangguh dan sukses . . Dan bila ada peluang yang akan membuat bisnis anda semakin maju dan berkembang, maka segera sambar dan ambil kesempatan berharga itu, sebelum anda juga akhirnya menjadi termasuk golongan "barisan penggerutu" karena karena lamban dalam mengambil keputusan dan malas membuka mata cerdas anda dalam menangkap peluang berharga di depan mata . .

Semoga bermanfaat . .

Wassalamualaikum Warohmatullahi Wabarakatuh,
source : group Yuk Bisnis Property
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...