Tuesday, May 30, 2023

Ikhtisar

Setelah Anda mengenal kerangka kerja SMART untuk mengajukan pertanyaan, Anda dapat berhenti sejenak untuk menerapkan apa yang telah Anda pelajari. Dalam refleksi diri ini, Anda akan mempertimbangkan pertanyaan yang akan Anda ajukan pada skenario tertentu.

Refleksi diri ini akan mengembangkan wawasan mengenai apa yang telah Anda pelajari dan mempersiapkan Anda untuk menerapkan pengetahuan Anda tentang kerangka kerja SMART ke dalam penyelidikan data. Saat Anda menjawab pertanyaan - dan mengajukan pertanyaan Anda sendiri - Anda akan mempertimbangkan konsep, praktik, dan prinsip yang akan membantu memperdalam pemahaman serta memperkuat pembelajaran Anda. Anda telah bekerja keras, jadi pastikan untuk mendapatkan hasil semaksimal mungkin: Refleksi ini akan memantapkan pengetahuan Anda!


Skenario

Anda telah bekerja sebagai sebagai analis data junior selama tiga minggu. Perusahaan tempat Anda bekerja baru saja mengumpulkan data penjualan akhir pekan. Manajer Anda meminta Anda untuk melakukan pemeriksaan mendalam terhadap data tersebut. Untuk memulai proyek ini, Anda harus mengajukan beberapa pertanyaan dan mendapatkan beberapa informasi.


PertanyaanSMART

Untuk mengingatkan Anda, pertanyaan dalam kerangka kerja SMART harus:

Spesifik(Specific): Pertanyaannya sederhana, signifikan, dan terfokus pada satu topik atau beberapa ide yang memiliki kaitan yang erat.

Terukur (Measurable): Pertanyaannya dapat diukur dan dinilai.

Berorientasi pada tindakan(action-oriented): Pertanyaannya mendorong terjadinya perubahan.

Relevan(Relevant): Pertanyaannya berbobot, penting, dan memiliki arti bagi permasalahan yang sedang Anda coba selesaikan.

Dibatasi waktu(Time-bound): Pertanyaannya menyebutkan waktu yang akan dipelajari.


Selanjutnya, Anda akan menggunakan kerangka kerja SMART untuk mengajukan pertanyaan yang efektif tentang skenario di atas. Kemudian, Anda akan memikirkan topik yang harus dijawab oleh pertanyaan SMART Anda.

Mengajukan jenis pertanyaan yang tepat

Anda dapat menerapkan kerangka kerja SMART untuk semua jenis pertanyaan. Jenis pertanyaan yang Anda ajukan dapat membantu Anda mengeksplorasi topik lebih dalam dengan data Anda. Pertimbangkan bagaimana pertanyaan Anda membantu Anda memeriksa tujuan, audiens, waktu, keamanan, dan sumber daya.

Beberapa topik yang biasa ditanyakan antara lain:

Tujuan: Apa tujuan dari analisis mendalam ini? Apa, jika ada, pertanyaan yang diharapkan akan dijawab oleh analisis ini?

Audiens: Siapa saja para pemangku kepentingannya? Siapa yang tertarik atau memiliki perhatian khusus tentang hasil analisis ini? Kepada siapa presentasi hasil analisis dilakukan?

Waktu: Berapa lama jangka waktu penyelesaian analisis ini? Pada tanggal berapa analisis ini selesai dilakukan?

Sumber daya: Sumber daya apa yang tersedia untuk mencapai tujuan analisis mendalam ini?

Keamanan:Siapa yang seharusnya memiliki akses ke informasi?

Pikirkan tentang bagaimana Anda dapat mengajukan pertanyaan di atas sesuai dengan kerangka kerja SMART.

Membuat pertanyaan

Sekarang, susunlah pertanyaan untuk membantu Anda memahami tujuan bisnis mereka, jenis data yang berinteraksi dengan mereka, dan keterbatasan data yang ada.

Gunakan kerangka kerja pertanyaan SMART untuk memastikan setiap pertanyaan yang Anda ajukan sesuai dengan bidang pekerjaan mereka. Setiap pertanyaan harus memenuhi kriteria SMART sebanyak mungkin. 

Untuk mengingatkan Anda, pertanyaan SMART adalah:

Spesifik(Specific): Pertanyaannya sederhana, signifikan, dan terfokus pada satu topik atau beberapa ide yang memiliki kaitan yang erat.

Terukur (Measurable): Pertanyaannya dapat diukur dan dinilai.

Berorientasi pada tindakan(action-oriented): Pertanyaannya mendorong terjadinya perubahan.

Relevan(Relevant): Pertanyaannya berbobot, penting, dan memiliki arti bagi permasalahan yang sedang Anda coba selesaikan.

Dibatasi waktu(Time-bound): Pertanyaannya menyebutkan waktu yang akan dipelajari.


Misalnya, jika Anda melakukan percakapan dengan seseorang yang bekerja di toko, Anda mungkin akan memulai dengan beberapa pertanyaan seperti:

  • Spesifik: Apakah saat ini Anda menggunakan data untuk mengarahkan berbagai keputusan dalam bisnis Anda? Jika demikian, jenis data apa yang Anda kumpulkan dan bagaimana Anda menggunakannya?
  • Terukur:Apakah Anda tahu berapa persentase penjualan yang berasal dari produk Anda yang paling laris?
  • Berorientasi pada tindakan:Apakah ada keputusan atau perubahan bisnis yang akan Anda buat jika Anda memiliki informasi yang tepat? Misalnya, jika Anda memiliki informasi tentang bagaimana penjualan payung tergantung pada cuaca, bagaimana Anda akan menggunakan informasi itu?
  • Relevan:Seberapa sering Anda meninjau data bisnis Anda?
  • Dibatasi waktu: Dapatkah Anda menjelaskan bagaimana data membantu Anda membuat keputusan yang tepat untuk toko Anda tahun lalu?


Jika Anda melakukan percakapan dengan seorang guru, Anda mungkin mengajukan pertanyaan yang berbeda, seperti:

  • Spesifik : Jenis data apa yang Anda gunakan untuk mengembangkan pelajaran Anda?
  • Terukur : Seberapa baik nilai tes tolok ukur siswa berkorelasi dengan nilai mereka?
  • Berorientasi pada tindakan :  Apakah Anda berbagi data dengan guru lain untuk meningkatkan kualitas pelajaran?
  • Relevan : Sudahkah Anda membagikan data penilaian ke seluruh kelas? Jika demikian, apakah siswa tampak lebih atau kurang termotivasi, atau sama saja?
  • Dibatasi waktu : Dalam lima tahun terakhir, berapa kali Anda meninjau data dari tahun akademik sebelumnya?

Jika Anda melakukan percakapan dengan pemilik usaha kecil toko es krim, Anda bisa bertanya:
  • Spesifik : Data apa yang Anda gunakan untuk mengelola pembelian dan stok persediaan?
  • Terukur : Dapatkah Anda memeringkat faktor-faktor penjualan ini dimulai dari faktor yang paling tidak berpengaruh: harga, rasa, dan waktu dalam suatu tahun (musim)?
  • Berorientasi pada tindakan : Apakah ada satu faktor yang paling Anda butuhkan datanya agar Anda berpeluang meningkatkan penjualan?
  • Relevan :  Bagaimana Anda beriklan atau berkomunikasi dengan para pelanggan?
  • Dibatasi waktu : Seperti apa pertumbuhan penjualan Anda dari tahun ke tahun dalam tiga tahun terakhir?


Membuat catatan yang rapi

Anda perlu membuat catatan yang rapi selama percakapan Anda. Catatan Anda harus komprehensif dan bermanfaat. Untuk membantu Anda mencatat hal-hal yang penting, Anda harus tetap melakukan proses mengajukan pertanyaan, mengklarifikasi pemahaman Anda mengenai jawaban mereka, dan kemudian merekamnya dalam catatan Anda dengan ringkas. 

Ingatlah: Jika sebuah pertanyaan layak untuk diajukan, maka jawabannya layak dicatat. Anda harus berkomitmen untuk mencatat hal-hal penting selama percakapan Anda. 

Aspek-aspek bermanfaat dari sebuah percakapan yang harus Anda catat meliputi:

  • Fakta: Tuliskan informasi konkret apa pun, seperti tanggal, waktu, nama, dan hal spesifik lainnya.
  • Konteks:Fakta tanpa konteks tidak ada gunanya. Perhatikan detail relevan yang diperlukan untuk memahami informasi yang Anda kumpulkan.
  • Hal yang tidak diketahui: Terkadang Anda melewatkan pertanyaan penting selama percakapan. Catat kapan ini terjadi agar Anda bisa mendapatkan jawabannya nanti.


Misalnya, jika pertanyaan SMART sebelumnya membuat pemilik toko es krim mengusulkan proyek untuk menganalisis preferensi pelanggan mengenai  rasa es krim, catatan Anda mungkin tampak seperti ini:


Proyek: Kumpulkan data preferensi pelanggan mengenai rasa es krim.


Tujuan bisnis secara keseluruhan: Gunakan data untuk menawarkan atau menciptakan rasa yang lebih populer.


Dua sumber data: Nota pembayaran dari kasir dan survei pelanggan yang telah diselesaikan (email).


Target tanggal penyelesaian: Kuartal 2


Yang perlu dilakukan: Hubungi kembali nanti dan berbicara dengan manajer tentang lokasi data survei.


Saturday, May 27, 2023

Hal-hal lebih lanjut tentang pertanyaan SMART

Perusahaan di berbagai industri saat ini berhadapan dengan perubahan yang cepat dan penuh ketidakpastian. Bahkan perusahaan yang mapan sekalipun berada di bawah tekanan untuk selalu mengikuti dan mencari tahu hal baru apa yang akan terjadi selanjutnya. Untuk melakukan itu, mereka perlu mengajukan berbagai pertanyaan. Mengajukan pertanyaan yang tepat dapat memicu ide-ide inovatif yang banyak dibutuhkan oleh berbagai perusahaan saat ini.


Hal yang sama berlaku untuk analitik data. Tidak peduli berapa banyak informasi yang Anda miliki atau seberapa canggih alat Anda, data Anda tidak akan banyak menghasilkan jika Anda tidak memulai dengan pertanyaan yang tepat. Anggap saja seperti seorang detektif yang memiliki banyak bukti tetapi tidak pernah bertanya kepada tersangka utama kasus itu.  Berikutnya, Anda akan lebih banyak belajar tentang cara mengajukan pertanyaan yang efektif, dan praktik-praktik yang sebaiknya Anda hindari.

Pertanyaan yang sangat efektif adalah pertanyaan SMART:


Contoh pertanyaan SMART

Berikut adalah contoh yang menguraikan proses berpikir untuk mengubah pertanyaan tentang masalah menjadi satu atau lebih pertanyaan SMART dengan menggunakan metode SMART:Fitur apa yang dicari orang saat membeli mobil baru?

Spesifik: Apakah pertanyaan itu fokus pada fitur mobil tertentu?

Terukur: Apakah pertanyaan itu mencakup sistem penilaian fitur?

Berorientasi pada tindakan: Apakah pertanyaan itu memengaruhi pembuatan paket fitur yang berbeda atau baru?

Relevan: Apakah pertanyaan itu mengidentifikasi fitur mana yang dapat mendorong atau mengurungkan pembelian mobil?

Dibatasi waktu: Apakah pertanyaan itu memvalidasi data tentang berbagai fitur paling populer dalam tiga tahun terakhir?


Pertanyaannya harus bersifat terbuka. Pertanyaan terbuka adalah cara terbaik untuk mendapatkan jawaban yang akan membantu Anda memilih atau membatalkan solusi potensial untuk masalah Anda. Jadi, berdasarkan proses berpikir, kemungkinan pertanyaan SMART yang bisa diajukan adalah:

Pada skala 1-10 (dengan 10 menjadi yang paling penting) seberapa penting mobil Anda memiliki penggerak empat roda?

Apa lima fitur teratas yang ingin Anda temui dalam sebuah mobil?

Fitur apa, jika digabungkan dengan penggerak empat roda, akan membuat Anda cenderung membeli mobil itu?

Berapa tambahan harga yang akan Anda bayar untuk mobil dengan penggerak empat roda?

Apakah penggerak empat roda menjadi kurang atau lebih populer dalam tiga tahun terakhir?

Hal-hal yang harus dihindari saat mengajukan pertanyaan

Pertanyaan yang mengarahkan: pertanyaan yang hanya memiliki jawaban tertentu

Contoh: Produk ini terlalu mahal, bukan?

Ini adalah pertanyaan yang mengarahkan karena menunjukkan jawaban sebagai bagian dari pertanyaan. Pertanyaan yang lebih baik mungkin adalah, "Apa pendapat Anda tentang produk ini?" Ada banyak jawaban untuk pertanyaan itu, dan hal ini dapat menyertakan informasi tentang kebergunaan, fitur, aksesori, warna, keandalan, dan popularitas, selain harga. Sekarang, jika masalah Anda benar-benar terfokus pada harga, Anda bisa mengajukan pertanyaan seperti "Berapa harga (atau kisaran harga) yang akan membuat Anda mempertimbangkan untuk membeli produk ini?" Pertanyaan ini akan memberikan banyak tanggapan terukur yang berbeda.

Pertanyaan tertutup: pertanyaan yang hanya meminta jawaban satu kata atau singkat

Contoh: Apakah Anda puas dengan uji coba pelanggan?

Ini adalah pertanyaan tertutup karena tidak mendorong orang untuk memperluas jawaban mereka. Sangat mudah bagi mereka untuk memberikan jawaban satu kata yang tidak terlalu informatif. Pertanyaan yang lebih baik mungkin adalah, "Apa yang Anda pelajari tentang pengalaman pelanggan dari uji coba ini" Ini mendorong orang untuk memberikan lebih banyak detail selain "Ini berjalan dengan baik."

Pertanyaan yang tidak jelas: pertanyaan yang tidak spesifik atau tidak memberikan konteks

Contoh: Apakah alat ini sesuai untuk Anda?

Pertanyaan ini terlalu kabur karena tidak ada konteksnya. Apakah ini tentang membandingkan alat baru dengan alat lama yang diganti? Anda tidak tahu. Pertanyaan yang lebih baik mungkin adalah, "Terkait dengan entri data, apakah alat yang baru lebih cepat, lebih lambat, atau hampir sama dengan alat lama? Jika lebih cepat, berapa banyak waktu yang dihemat? Jika lebih lambat, berapa banyak waktu yang hilang?” Pertanyaan-pertanyaan ini memberikan konteks (entri data) dan membantu membingkai jawaban yang dapat diukur (waktu).

Thursday, May 25, 2023

Enam jenis permasalahan

 Enam jenis permasalahan

Analitik data bukan sekadar memasukkan informasi ke dalam platform untuk menemukan hasil berupa wawasan. Analitik data adalah tentang bagaimana memecahkan masalah. Untuk sampai ke akar permasalahan tersebut dan menemukan solusi praktis, ada banyak kesempatan untuk berpikir kreatif. Tidak peduli apa masalahnya, langkah pertama dan paling penting adalah memahaminya. Selanjutnya, Anda sebaiknya mengambil pendekatan pemecahan masalah dalam analisis Anda untuk membantu Anda memutuskan informasi apa yang perlu dimasukkan, bagaimana transformasi data dilakukan, dan bagaimana data akan digunakan.


Analis data biasanya berhadapan dengan enam jenis permasalahan.

This illustration shows a numbered list with six icons. Each icon represents one of the six problem types.

1. Making predictions

2. Categorizing things

3. Spotting something unusual

4. Identifying themes

5. Discovering connections

6. Finding patterns




Sebuah video, Jenis permasalahan umum, memperkenalkan enam jenis permasalahan yang masing-masingnya disertai dengan sebuah contoh. Berikut ini adalah rangkuman contoh-contoh tersebut untuk ditinjau.


Membuat prediksi

Perusahaan yang ingin mengetahui metode periklanan terbaik untuk mendapatkan pelanggan baru adalah contoh masalah yang membutuhkan seorang analis untuk membuat prediksi. Para analis dengan data mengenai lokasi, jenis media, dan jumlah pelanggan baru yang diperoleh dari iklan sebelumnya tidak dapat menjamin hasil di masa depan, tetapi mereka dapat membantu memprediksi penempatan iklan terbaik untuk menjangkau target audiens yang tepat.


Mengategorikan berbagai hal

Contoh masalah yang mengharuskan analis untuk mengategorikan berbagai hal adalah tujuan perusahaan untuk meningkatkan kepuasan pelanggan. Analis mungkin mengklasifikasikan panggilan layanan pelanggan berdasarkan kata kunci atau skor tertentu. Kategori ini dapat membantu mengidentifikasi karyawan layanan pelanggan berkinerja terbaik atau membantu menghubungkan tindakan tertentu yang diambil dengan skor kepuasan pelanggan yang lebih tinggi.


Menemukan sesuatu yang tidak biasa

Sebuah perusahaan yang menjual jam pintar untuk membantu penggunanya memantau kesehatan mereka akan tertarik untuk merancang perangkat lunak yang dapat menemukan sesuatu yang tidak biasa. Analis yang telah menganalisis kumpulan data kesehatan dapat membantu pengembang produk menentukan algoritme yang tepat untuk menemukan dan menyalakan alarm ketika ada data yang memiliki tren tidak normal.


Mengidentifikasi tema

Desainer pengalaman pengguna (UX) mungkin mengandalkan seorang analis untuk menganalisis data interaksi pengguna. Sebagaimana masalah yang mengharuskan seorang analis untuk mengategorikan berbagai hal, proyek peningkatan kebergunaan mungkin mengharuskan seorang analis untuk mengidentifikasi tema guna memprioritaskan dengan tepat fitur produk apa yang perlu diperbaiki. Tema paling sering digunakan untuk membantu peneliti mengeksplorasi aspek-aspek tertentu dari data. Dalam sebuah studi pengguna, kepercayaan, praktik, dan kebutuhan pengguna adalah contoh tema.


Sekarang Anda mungkin bertanya-tanya apakah ada perbedaan antara mengategorikan berbagai hal dengan mengidentifikasi tema. Cara terbaik untuk membedakannya adalah: mengategorikan berbagai hal berarti memasukkan item-item ke berbagai kategori; Sedangkan mengidentifikasi tema berarti membawa kategori tersebut selangkah lebih maju dengan mengelompokkannya ke dalam tema-tema yang lebih luas.


Menemukan hubungan

Perusahaan logistik pihak ketiga yang bekerja dengan perusahaan lain untuk mengirimkan pesanan ke pelanggan secara tepat waktu adalah masalah yang mengharuskan seorang analis untuk menemukan hubungan. Dengan menganalisis waktu tunggu di pusat pengiriman, seorang analis dapat menentukan perubahan jadwal yang tepat untuk meningkatkan jumlah pengiriman tepat waktu.


Menemukan pola

Meminimalkan waktu henti yang disebabkan oleh kegagalan mesin adalah contoh masalah yang mengharuskan seorang analis untuk menemukan pola dalam data. Misalnya, dengan menganalisis data pemeliharaan mesin, mereka bisa menemukan bahwa sebagian besar kerusakan terjadi jika pemeliharaan mesin rutin tertunda lebih dari 15 hari.


Hal penting yang bisa dipelajari

Seiring dengan kemajuan Anda dalam program ini, Anda akan mengasah pengamatan Anda mengenai berbagai masalah serta berlatih berpikir komprehensif tentang jenis permasalahan ketika Anda memulai analisis Anda. Metode pemecahan masalah ini akan membantu Anda mencari solusi yang memenuhi kebutuhan semua pemangku kepentingan.

Enam fase analisis data

 

Dari masalah ke tindakan: Enam fase analisis data

Ada enam fase analisis data yang akan memperlancar Anda mengambil keputusan: bertanya, mempersiapkan, memproses, menganalisis, membagikan, dan bertindak. Perlu diingat, fase ini berbeda dengan siklus hidup data, yang menggambarkan perubahan data yang terjadi selama masa hidupnya. Mari kita pelajari untuk melihat bagaimana langkah-langkah tersebut dapat membantu Anda memecahkan masalah yang mungkin Anda hadapi di tempat kerja.

Icon of a question mark with the word ask

Langkah 1: Bertanya

Anda tidak mungkin dapat memecahkan sebuah masalah jika Anda tidak tahu apa permasalahannya. Beberapa hal yang perlu Anda pertimbangkan adalah:

  • Tentukan masalah yang ingin Anda selesaikan

  • Pastikan Anda sepenuhnya memahami ekspektasi para pemangku kepentingan

  • Fokus pada masalah yang sebenarnya dan hindari gangguan

  • Berkolaborasi dengan para pemangku kepentingan dan menjaga jalur komunikasi tetap terbuka

  • Sedikit menjauh dan lihat secara objektif situasi secara keseluruhan sesuai konteksnya

Pertanyaan untuk diri sendiri pada tahap ini:

  1. Apa masalah yang disebutkan oleh para pemangku kepentingan saya?

  2. Setelah saya mengidentifikasi permasalahan ini, bagaimana saya dapat membantu para pemangku kepentingan menjawab pertanyaan mereka?

Icon of a clipboard with the word prepare

Langkah 2: Mempersiapkan

Anda akan memutuskan data apa yang perlu dikumpulkan untuk menjawab pertanyaan Anda dan bagaimana cara mengaturnya agar data itu bermanfaat. Anda dapat menggunakan tugas bisnis Anda untuk memutuskan:

  • Metrik apa yang harus diukur

  • Menemukan data di database Anda

  • Membuat langkah-langkah pengamanan untuk melindungi data tersebut

Pertanyaan untuk diri sendiri pada tahap ini:

  1. Apa saja yang harus saya ketahui untuk menyelesaikan masalah ini?

  2. Riset apa yang harus saya lakukan?

Icon of numbers with the word process

Langkah 3: Memproses

Data yang bersih adalah data terbaik dan Anda perlu membersihkan data Anda untuk menghilangkan kemungkinan adanya kesalahan, ketidakakuratan, atau inkonsistensi. Hal ini mungkin berarti:

  • Menggunakan fungsi spreadsheet untuk menemukan data yang salah dimasukkan

  • Menggunakan fungsi SQL untuk memeriksa kelebihan spasi

  • Menghapus entri yang berulang-ulang

  • Memeriksa data sebanyak mungkin untuk menghindari bias

Pertanyaan untuk diri sendiri pada tahap ini:

  1. Kesalahan atau ketidakakuratan data apa yang mungkin menghalangi saya untuk mendapatkan jawaban terbaik atas masalah yang sedang saya selesaikan?

  2. Bagaimana saya bisa membersihkan data sehingga informasi yang saya miliki menjadi lebih konsisten?

Icon of magnifying glass with the word analyze

Langkah 4: Menganalisis

Anda ingin berpikir tentang data Anda secara analitis. Pada tahap ini, Anda dapat mengurutkan dan memformat data Anda agar lebih mudah untuk:

  • Melakukan perhitungan

  • Menggabungkan data dari berbagai sumber

  • Membuat tabel yang berisikan hasil Anda

Pertanyaan untuk diri sendiri pada tahap ini:

  1. Apa yang diceritakan oleh data kepada saya?

  2. Bagaimana data akan membantu saya memecahkan masalah ini?

  3. Siapa yang membutuhkan produk atau layanan perusahaan saya? Tipe orang apa yang paling mungkin menggunakannya?

Icon of an arrow with the word share

Langkah 5: Membagikan

Setiap orang membagikan hasil analisis mereka secara berbeda-beda, jadi pastikan Anda meringkas hasil Anda dengan analisis visual yang jelas dan menarik menggunakan berbagai alat visualisasi data seperti grafik atau dasbor. Ini adalah kesempatan untuk menunjukkan kepada para pemangku kepentingan bahwa Anda telah menjawab masalah mereka dan bagaimana cara Anda melakukannya. Berbagi tentu akan membantu tim Anda:

  • Membuat keputusan yang lebih baik

  • Membuat keputusan yang lebih berdasarkan pengetahuan

  • Meraih hasil yang lebih mantap

  • Mengomunikasikan temuan Anda

Pertanyaan untuk diri sendiri pada tahap ini:

  1. Bagaimana cara membuat apa yang saya sajikan menjadi menarik dan mudah dimengerti oleh para pemangku kepentingan?

  2. Apa yang akan membantu saya memahami hal ini jika saya adalah pendengar?

Icon of finger pressing on a button with the word act

Langkah 6: Bertindak

Sekarang saatnya untuk bertindak berdasarkan data Anda. Anda akan mengeluarkan semua hal yang telah Anda pelajari dari analisis data Anda dan menggunakannya. Hal ini bisa berupa memberikan rekomendasi kepada pemangku kepentingan berdasarkan temuan Anda sehingga mereka dapat membuat keputusan berbasis data.

Pertanyaan untuk diri sendiri pada tahap ini:

  1. Bagaimana saya bisa menggunakan umpan balik yang saya terima selama fase berbagi (langkah 5) agar benar-benar memenuhi kebutuhan dan ekspektasi para pemangku kepentingan?

Keenam langkah ini dapat membantu Anda memecah proses analisis data menjadi bagian yang lebih kecil dan mudah dikelola, yang disebut pemikiran terstruktur. Proses ini meliputi empat kegiatan dasar:

  1. Mengenali masalah atau situasi saat ini

  2. Mengatur informasi yang tersedia

  3. Mengungkapkan kesenjangan dan peluang

  4. Mengidentifikasi pilihan Anda

Ketika Anda memulai karier Anda sebagai analis data, peran dan ekspektasi Anda biasanya membuat Anda merasa ditarik ke berbagai arah. Mengikuti proses yang diuraikan di sini dan menggunakan keterampilan berpikir terstruktur dapat membantu Anda kembali ke jalur yang benar, menutup apa pun kesenjangan yang ada, dan memberi tahu dengan tepat hal yang Anda butuhkan.

pertanyaan yang efektif dalam untuk mengambil keputusan berdasakan data

 Berikut adalah beberapa contoh pertanyaan yang efektif untuk mengambil keputusan berdasarkan data:


1. Apa data historis yang ada tentang masalah ini, dan apa wawasan yang dapat kita ambil darinya?

2. Apa tren yang dapat dilihat dari data yang ada, dan apakah ada kecenderungan yang berpotensi mempengaruhi keputusan ini?

3. Apa metrik atau indikator kinerja yang relevan untuk mengevaluasi opsi yang tersedia?

4. Bagaimana data membandingkan kinerja berbagai alternatif yang mungkin?

5. Apa dampak finansial dari setiap opsi yang dapat diukur dengan data yang ada?

6. Apakah ada korelasi antara variabel tertentu dalam data yang dapat membantu memprediksi hasil yang diinginkan?

7. Apakah ada anomali atau outlier dalam data yang perlu dipahami dan ditindaklanjuti?

8. Apa hubungan antara berbagai faktor yang dapat diidentifikasi melalui analisis data?

9. Bagaimana data mendukung atau membantah asumsi yang mendasari keputusan ini?

10. Apa pendekatan analisis yang paling tepat untuk mengungkapkan wawasan tambahan dari data yang ada?


Pertanyaan-pertanyaan ini dirancang untuk membantu Anda menjelajahi dan memanfaatkan data yang ada untuk mengambil keputusan yang lebih baik dan lebih terinformasi. Penting untuk merujuk pada konteks dan tujuan spesifik Anda saat merumuskan pertanyaan-pertanyaan tersebut.


SMART merupakan singkatan dari Specific (Spesifik), Measurable (Mengukur), Achievable (Terjangkau), Relevant (Relevan), dan Time-bound (Terbatas Waktu). Metodologi SMART digunakan untuk merumuskan tujuan yang jelas dan terukur dalam berbagai konteks, baik pribadi maupun profesional.

Monday, December 26, 2022

Pendusta dan ciri-cirinya dalam AlQuran dan Hadist

 Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala

"Sesungguhnya yang mengada-adakan kebohongan, hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah, dan mereka itulah orang-orang pendusta" (QS. An-Nahl : 105)

Larangan berkata Bohong

"Mengapa orang-orang alim mereka, pendeta-pendeta mereka tidak melarang mereka mengucapkan perkataan bohong?... Sesungguhnya amat buruk apa yang telah mereka kerjakan itu" (QS. Al-Maidah : 63)

"...Sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta"  (QS. Al-Ankabut : 3)

Ancaman bagi Pendusta

"Ketahuilah, laknat Allah atas orang-orang yang dusta: (QS. Ali Imran : 61)

"Terkutuklah orang-orang yang banyak berdusta"(QS. Adz-Dzâriyat : 10)

"....Sesungguhnya Allah tidak memberi penunjuk orang-orang yang pendusta dan sangat ingkar" (QS. Az-Zumar : 3)


Hadits Rasulullah Shallallaahu 'Alaihi wa Sallam

"Bukanlah termasuk pendusta: orang yang mendamaikan pihak-pihak yang sedang bertikai, orang yang berkata demi kebaikan, dan orang yang membangkitkan (mengingatkan) kebaikan" (HR. Muslim)

"Sesungguhnya kejujuran adalah ketenangan, sedangkan kebohongan adalah kegelisahan" (HR. Tirmidzi)

Ciri ciri Pendusta

"...Dan seseorang senantiasa berlaku dusta dan selalu dusta sehingga dia tercatat di sisi Allah Swt. sebagai pendusta" (HR. Muslim)

"Cukuplah seseorang dianggap berdusta kalau dia menyampaikan setiap yang ia dengar" (HR. Muslim)

“Seorang hamba tidak beriman dengan sempurna, hingga ia meninggalkan berkata bohong (walau) saat bercanda ...” (HR. Ahmad)

" Tanda seorang munafik itu ada tiga yaitu berkata bohong, ingkar janji, mengkhianati amanah" (HR. Bukhari, Muslim)

Ancaman bagi Pendusta menurut Hadist

"Aku melihat dua orang (Malaikat), keduanya berkata: “Orang yang engkau lihat disobek mulutnya hingga telinga, adalah seorang pendusta. Ia berdusta dengan kedustaan, dibawanya kedustaan itu berkeliling atas nama dirinya hingga mencapai ufuk, maka dibuatlah ia sebagai pendusta sampai hari kiamat” (HR. Bukhâri)

"....Jauhilah kedustaan, karena kedustaan itu membawa kepada kemaksiatan, dan kemaksiatan membawa ke neraka. ..." (HR. Muslim)

Siapa saja yang berdusta atas namaku, hendaklah ia mengambil tempat duduknya di neraka" (HR. Bukhari, Muslim)

“Celakalah orang yang berbicara, padahal ia berbohong untuk sekedar membuat orang-orang tertawa, celakalah dia, celakalah dia" (HR. Abu Dawud, Tirmidzi)

"Sesudah-ku (Muhammad) nanti akan ada pemimpin yang berbuat zalim dan berdusta, siapa yang membenarkan kedustaannya dan membantu kezalimannya maka tidak termasuk golongan dari umat ku ..." (HR. Nasa'i)



Keutamaan Sifat Tawadhu’ dan Contoh Akhlak Rosulullah saw

Arti Tawadhu' 

Secara bahasa, arti dari tawadhu adalah ketundukan dan rendah hati.

Asal katanya berasal dari Tawaadha'atil ardhu yang berarti tanah itu lebih rendah daripada tanah di sekelilingnya.

Tawadhu’ merupakan sikap pertengahan antara sombong dan melecehkan diri.
Sombong berarti menganggap rendah orang lain dan menolak kebenaran. Sedangkan melecehkan diri yang dimaksud adalah menempatkan diri terlalu rendah sehingga sampai pada pelecehan hak 

Ibnu Hajar berkata, “Tawadhu’ adalah menampakkan diri lebih rendah pada orang yang ingin mengagungkannya. Ada pula yang mengatakan bahwa tawadhu’ adalah memuliakan orang yang lebih mulia darinya.” (Fathul Bari, 11: 341)

Ini adalah akhlak yang penting dalam Islam dan dianggap sebagai salah satu sifat orang Muslim yang baik. Tawadhu' didefinisikan sebagai pengakuan bahwa seseorang kecil dan tidak berarti dibandingkan dengan Allah, dan pengakuan bahwa semua berkat dan kesuksesan datang dari-Nya.

Tawadhu adalah sikap merendahkan diri dihadapan kaum beriman karena Alloh. Sikap tidak berlaku sombong dihadapan manusia.
Namun boleh bersikap sombong dihadapan manusia yang sombong.  



Mengapa Tawadhu' perlu bagi Muslimin ?


"Dan rendahkanlah dirimu terhadap orang-orang yang mengikuti, yaitu orang-orang yang beriman." Asy-Syura 215

 "Maka berkat rahmat Allah, engkau (Muhammad) berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya engkau bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekitarmu" (QS Ali Imran: 159).

"Dan janganlah engkau berjalan di bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya engkau tidak akan dapat menembus bumi dan tidak akan mampu menjulang setinggi gunung" (QS al-Isra: 37).

“Dan janganlah kamu memalingkan wajah dari manusia (karena sombong) dan janganlah berjalan di bumi dengan angkuh. Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orangyang sombong dan membanggakan diri” (QS Luqman: 18).

Dari Iyadh bin Himar r.a, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda : “Sesungguhnya Allah menurunkan wahyu kepadaku, yaitu hendaklah kalian bersikap tawadhu’ (merendahkan diri), sehingga tidak ada seorang pun bersikap sombong kepada yang lain, dan tidak ada seseorang menganiaya yang lain.” (HR. Muslim).

Dari Abu Hurairah r.a., ia berkata, Rasulullah SAW bersabda : “Tiada berkurang harta karena sedekah. Allah pasti akan menambah kemuliaan kepada seseorang yang suka memaafkan. Dan seseorang yang selalu merendahkan diri karena Allah, pasti Allah akan mengangkat derajatnya.” (HR. Muslim).

Dari Anas r.a, ia berkata : Unta Rasulullah SAW yang bernama Al-‘Adlba, tidak pernah dilampaui atau hampir tidak dapat dikejar, kemudian ada seorang Badui yang mengendarai untanya dan dapat mendahului unta beliau, maka hal itu cukup menggelisahkan kaum muslimin; dan hal itu kemudian diketahui Rasulullah. Beliau bersabda : “Kebenaran di tangan Allah, dan siapa saja di dunia ini yang menyombongkan diri, Allah pasti akan merendahkannya.” (HR. Bukhari).


Bagaimana sifat Tawadhu' Rosululloh

Hadits riwayat Bukhari menjelaskan, "Dari Anas ra sesungguhnya Rasulullah saw melewati beberapa anak kecil, maka beliau mengucapkan salam pada mereka."

Masih diriwayatkan Anas ra bahwa, "Ada kalanya wanita-wanita pelayan di kota Madinah memegang tangan Nabi saw dan membawa ke mana ia suka." (HR Bukhari) 

Rasulullah Muhammad saw biasa membantu pekerjaan rumah tangganya, membantu istri dan keluarganya. Hal itu didasarkan pada keterangan Sayyidah ‘Aisyah ra meriwayatkan, "Dari Aswad ra aku bertanya Aisyah ra: "Apa yang dilakukan Nabi saw terhadap keluarganya ? Aisyah menjawab: "Bahwa Nabi saw membantu keluarganya, apabila tiba waktu shalat, beliau segera keluar rumah untuk mengerjakannya." (HR Bukhari) 

Nabi Muhammad saw tidak pernah merasa rendah untuk menggembalakan ternak, atau mengambil sebagian kecil dari upahnya. Abi Hurairah meriwayatkan bahwa Nabi saw bersabda, "Allah tidaklah mengutus seorang Nabi kecuali pernah menggembalakan kambing. Bertanya para sahabat: "Dan engkau juga? Nabi menjawab: "Ya aku dahulu menggembalakan kambing milik orang-orang Makkah dengan mendapat upah beberapa Qirath." (HR. Bukhari) 

"Tak seorangpun yang mengundangnya baik berkulit merah ataupun hitam kecuali dia pasti mendatanginya," katanya.

Rasulullah SAA bersabda. "Aku makan sebagaimana hamba sahaya makan, aku duduk sebagaimana hamba sahaya makan duduk."

"Janganlah kalian menyanjungku sebagaimana orang-orang Kristen menyanjung Isya bin Maryam. Aku hanyalah seorang hamba tuhan. Maka sebut saja aku hamba dan utusan Allah." (HR Bukhari)

 Abu Sa’id Al Khudri bercerita: Rasulullah memberi makan sendiri untanya dan menambatkannya. Beliau menyapu rumahnya, memerah kambingnya, memperbaiki sandalnya, membetulkan bajunya, suka makan bersama pembantunya, membuat tepung gandum bila pembantunya berhalangan, beliau pergi ke pasar membeli sesuatu dan membawanya sendiri ke rumah, suka berjabatan tangan dengan orang kaya, orang fakir, orang tua, dan anak kecil, beliau mendahului memberi salam kepada siapa saja yang bertemu dengan beliau baik terhadap anak kecil, orang tua, orang hitam, orang merah, orang merdeka maupun budak.

Ketika Rasulullah mendengar bahwa orang-orang Quraisy dan sekutu-sekutunya berdatangan untuk menyerang Madinah maka beliau bersama para sahabat membuat parit di Madinah, beliau ikut bekerja . Dan Rasulullah ikut mengangkut tanah sambil menutup perutnya yang putih.

Ketika beliau dalam perjalanan, beliau menyuruh para sahabat untuk memasak kambing, maka di antara mereka ada yang berkata: aku yang menyembelih, ada lagi yang berkata, aku yang mengupas kulitnya, ada lagi yang berkata, aku yang memasaknya, Rasulullah juga berkata: aku yang mencari kayu. Para sahabat berkata: Wahai Rasulullah biarlah kami saja yang bekerja. Beliau menjawab: aku mengetahui bahwa kamu sanggup memikul kewajibanku, tetapi aku tidak mau berbeda dari kamu, dan sesungguhnya Allah Ta’ala tidak menyukai hambanya yang membedakan diri dari kawan-kawannya.

Ketika utusan-utusan raja Najasi menghadap kepada Rasulullah, mereka dilayani sendiri oleh beliau, maka para sahabat berkata: wahai Rasulullah cukuplah kami saja yang melayani mereka, beliau menjawab: tidak, sesungguhnya mereka telah menghormati para sahabatku dan aku dengan senang hati membalas kebaikan mereka. (balasan Rasululloh terhadap raja Najasi, karena menyambut baik 40 sahabat hijrah ke negri Najasi )

Dari Abu Hurairah: Aku masuk pasar bersama Rasulullah. Beliau membeli celana dan berkata kepada orang yang menimbang: timbanglah dan tambahlah sedikit. Abu Hurairah lalu berkata: Orang itu lalu mengambil tangan Rasulullah lalu diciumnya dan beliau menarik tangannya seraya berkata: Beginilah sikap orang ‘Ajam terjadap raja-rajanya dan aku bukan raja, sesungguhnya aku hanya salah seorang dari kalanganmu, lalu beliau mengambil celana itu. Aku ingin membawakan celana itu tetapi beliau berkata: orang yang punya barang itu lebih berhak membawanya.

‘Aisyah r.a berkata: Rasulullah memperbaiki sendiri sandalnya, menjahit sendiri bajunya, bekerja di rumahnya sebagaimana dilakukan oleh seseorang di rumahnya. Pada waktu malam keluarga Abu Bakar mengirim paha kambing kepada kami, aku memegang daging kambing itu dan beliau yang memotong-motong.

Aswad bin Sari’ berkata: Wahai Rasulullah sesungguhnya aku menggubah sya’ir memuji Allah dan menyanjung engkau. Beliau berkata: Syair sanjunganmu kepada Allah berikanlah kepadaku dan pujianmu kepadaku buang sajalah. Dan beliau berkata: Janganlah kamu menyanjung aku jauh di atas martabatku, sesungguhnya Allah telah menjadikan aku sebagai hamba-Nya sebelum aku diangkat-Nya menjadi Nabi.

Beliau mandi di sumur maka Hudzaifah bin Yaman memegang bajunya dan menutupi tubuh beliau sehingga beliau selesai mandi. Kemudian Hudzaifah turun untuk mandi maka Rasulullah mengambil kain dan menutupi tubuh Hudzaifah dari pandangan orang-orang. Hudzaifah menolak dan berkata: Wahai Rasulullah janganlah engkau mengerjakan itu, namun beliau tetap menutupi tubuh Hudzaifah sampai dia selesai mandi.

Jika beliau datang dari perjalanan maka anak-anak menjumpai beliau, beliau berhenti dan menghampiri mereka, kemudian ada yang disuruh naik di depannya dan ada yang di belakangnya. Beliau menyuruh para sahabat supaya menggendong mereka. Kadang-kadang ada di antara anak-anak itu yang membanggakan diri dan berkata: aku digendong di depan beliau tetapi engkau di belakangnya dan ada yang berkata: dia menyuruh para sahabat supaya menggendongmu di belakang mereka.

Beliau memboncengkan pembantunya atau yang lainnya di belakangnya. Pernah beliau memboncengkan Usamah bin Zaid dan anaknya dari Arafah. Pernah beliau memboncengkan Fadhl bin ‘Abbas dari Muzdalifah, dan memboncengkan Mu’az bin Jabal dan Ibnu Umar serta sahabat-sahabat lainnya.

Beliau naik apa saja yang mungkin, kadang-kadang baik kuda, kadang-kadang unta, kadang-kadang keledai, kadang-kadang himar, kadang-kadang berjalan kaki tanpa sepatu, tanpa sorban.

Beliau tidak pernah mencela tempat tidur, bila dikembangkan sesuatu untuk alas tidur, maka berbaringlah beliau dan bila tidak disediakan maka beliau berbaring di atas tanah. Kasur beliau terbuat dari kulit, isinya serat pohon kurma, panjangnya dua hasta dan lebarnya satu hasta satu jengkal, beliau juga tidur hanya di atas tikar saja. 😭

Beliau mendengarkan seruan dan ajakan orang yang merdeka atau budak. Siapapun yang menyeru beliau apakah orang yang berkulit merah atau berkulit hitam selalu beliau dengarkan, juga beliau tidak menolak seruan dari budak perempuan atau orang miskin.

Beliau menerima hadiah walaupun seteguk susu atau paha kelinci, kemudian beliau membalasnya, beliau suka memakan barang hadiah tetapi tidak memakan barang sedekah.

Beliau suka duduk besama orang-orang fakir dan orang-orang miskin. Abu Sa’ad berkata: aku duduk dalam kelompok orang-orang Muhajirin yang lemah-lemah, sebahagian daripada mereka menutupi badan teman-temannya karena tak berbaju maka duduklah Rasulullah di tengah-tengah kami untuk menyertai kami. Beliau mempunyai budak lelaki dan perempuan dan beliau tidak suka mengistimewakan dirinya dari mereka dalam hal makan dan pakaian.

Abu Ayub Khalid bin Zaid bercerita bahwa Rasulullah ketika singgah di rumahku menempati lantai pertama, aku dan Ummu Ayub di lantai atasnya. Aku berkata kepadanya wahai Rasulullah sesungguhnya aku tidak suka bertempat di atasmu sedang tempatmu di bawahku, maka silahkan menempati tempat yang di atas dan aku menempati yang di bawah. Beliau menjawab: Wahai Abu Ayub kami menempati yang di bawah adalah lebih mudah bagi kami dan lebih memudahkan bagi orang-orang yang datang mengunjungi kami. Kemudian pecahlah kendi kami yang berisi air lalu aku dan Ummu Ayub mengambil selimut kami satu-satunya yang kami miliki untuk mengepel (mengeringkan) air karena aku khawatir kalau-kalau air itu menetes atau mengenai Rasulullah SAW.

Beliau mempunyai baju yang sudah ditambal. Beliau berkata: Sesungguhnya aku adalah hamba yang berpakaian seperti pakaian hamba, kadang-kadang beliau memakai sehelai kain saja yang beliau ikatkan kedua pinggirnya ke bahunya dan kadang-kadang shalat di rumahnya dengan kain itu dan berselimut dengan kain itu.

Ada seorang yang dihadapkan kepada beliau. Orang itu gemetar sangat takut kepada beliau karena wibawanya. Maka beliau berkata: Jangan takut, aku bukan raja, sesungguhnya aku adalah putera seorang perempuan dari Quraisy yang suka makan dendeng daging.

Tidak ada seorangpun dari para sahabat atau lainnya yang memanggil beliau maka tentu beliau jawab: labbaik (aku datang).

Para sahabat beliau kadang-kadang membacakan sya’ir di hadapan beliau. Mereka bercerita tentang keadaan di masa jahiliyah dan mereka tertawa-tawa. Beliaupun tersenyum bila mereka tertawa, mereka tidak dicegah beliau kecuali dari sesuatu yang haram.

Tempat duduk beliau tidak beda dengan tempat duduk para sahabat, karena beliau duduk di mana saja yang ada tempat duduk, dan beliau duduk di antara mereka. Bila ada seorang asing datang maka tidak bisa diketahui yang mana beliau di antara mereka itu, sehingga ditanyakan dahulu yang mana beliau itu. Diriwayatkan bahwa beliau berkata: Janganlah seseorang menyuruh orang lain beranjak dari tempat duduknya lalu dia menduduki tempat itu, tetapi berlapang-lapanglah kamu semua dan beliau berkata: bila orang-orang telah duduk pada tempat duduk mereka, maka apabila seseorang memanggil saudaranya maka hendaklah saudaranya itu diberi kelapangan supaya dia dapat menemui saudaranya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah suatu penghormatan bagi saudaranya itu. Apabila dia tidak memperoleh kelapangan kemudian dia boleh duduk disitu.

Dan beliau tertawa namun tertawanya hanya senyuman, beliau suka melihat permainan yang mubah dan tidak mengingkarinya. Menurut Aisyah r.a, Rasulullah menutupi dia dengan bajunya yang lapang ketika Aisyah sedang menonton orang-orang Habasyah yang sedang bermain-main di masjid.

Beliau berlomba dengan Aisyah r.a maka kadang-kadang beliau yang menang, kadang-kadang Aisyah r.a yang menang. Beliau berkata: Kemenanganmu ini mengimbangi kemenanganku itu.

Beliau tidak suka para sahabat berdiri apabila beliau datang. Diriwayatkan, sesungguhnya beliau berkata; apabila kamu semua melihat aku maka janganlah kamu berdiri seperti orang-orang ‘ajam dan beliau berkata: barangsiapa merasa senang bila orang berdiri untuk menghormatinya maka sediakanlah baginya tempat duduk di neraka. Diriwayatkan dari Anas dia berkata, tidak ada seorang yang lebih kami cintai daripada Rasulullah SAW dan apabila kami melihat beliau kami tidak berdiri untuknya, karena kami telah mengetahui bahwa beliau tidak menyukai yang demikian


Kisah kelembutan hati dan ketawadhuan Rasululloh saw

Peristiwa Thaif

Salah satu peristiwa bersejarah dalam dakwah Rasulullah yang menggambarkan kelembutan hatinya adalah saat mengajak penduduk Thaif untuk memeluk agama Islam. Dengan ajakan yang santun, tanpa paksaan, dan tanpa kekerasan, Nabi mengajak mereka untuk mengimani agama wahyu tersebut.   Namun tak disangka, respons penduduk justru sangat buruk. Mereka menolak mentah-mentah ajaran Nabi. Tidak hanya itu, mereka juga beramai-ramai mengusirnya dengan perlakukan yang tidak senonoh. Dari anak-anak, tua, muda, semuanya melempari Nabi dengan kerikil, bahkan sambil mencaci, “Muhammad pendusta!”. (Wahbah az-Zuhaili, Tafsir al-Munir, 1997: juz VI, h. 259)

Merespons hal itu, Malaikat Jibril menawarkan kepada Nabi untuk membumihanguskan seluruh penduduk Thaif. Jika perlu, Jibril akan membalikkan gunung-gunung agar mereka semua binasa. Namun dengan bijak Nabi menolak samasekali tawaran Jibril itu.

Nabi memaafkan mereka semua bahkan mendoakan agar mendapat hidayah. Saat itu Nabi besabda,   

إِنَّ اللهَ لَمْ يَبْعَثْنِي طَعَّانًا وَلَا لَعَّانًا وَلَكِنْ بَعَثَنِيْ دَاعِيًا وَرَحْمَةً، اللهم اهْدِ قَوْمِيْ فَإِنَّهُمْ لَا يَعْلَمُوْنَ 

Artinya, “Sungguh Allah tidak mengutusku untuk menjadi orang yang merusak dan bukan (pula) orang yang melaknat. Akan tetapi Allah mengutusku untuk menjadi penyeru dan pembawa rahmat. Ya Allah, berilah hidayah untuk kaumku karena sesungguhnya mereka tidak mengetahui!” (HR Al-Baihaqi).   


Memaafkan Seorang Yahudi 

Salah satu cermin merespons kekerasan dengan kelembutan lain yang dilakukan Rasulullah adalah terhadap seorang Yahudi. Dikisahkan, orang-orang Quraisy yang sudah tidak senang dengan dakwah Nabi terus melakukan upaya untuk menghentikan aktivitas dakwahnya. Sekali waktu mereka menyewa seorang Yahudi untuk meludahi Rasulullah.   

Si Yahudi itu selalu stand by di jalan menuju Ka’bah yang biasa dilalui Nabi. Setiap Nabi lewat, orang itu akan memanggilnya. Nabi yang selalu menghormati orang lain pun menengok. Orang Yahudi itu kemudian meludahinya. Melihat perlakuan “kurang ajar” orang itu tidak sedikitpun membuatnya marah. 

Keesokan harinya saat Nabi melalui jalan tersebut, si Yahudi memanggilnya lagi dan melakukan hal serupa. Hal itu terjadi hingga beberapa hari, hingga sekali waktu beliau tidak menemukan keberadaannya di tempat biasa. 

Setelah mencari info dan tahu bahwa ia sedang sakit, Nabi pun membeli buah dan menjenguknya.   Mendapati orang yang selama ini diludahinya justru menjenguk, membuat si Yahudi luluh dan menyesal atas perlakuannya selama ini. 

Singkat kisah, ia pun meminta maaf dan dalam satu riwayat disebutkan bahwa ia masuk Islam.   “Selama aku sakit belum pernah seorang pun menjenguk, bahkan Abu Jahal yang selama ini menyewaku untuk meludahimu. Namun, engkau yang selama ini aku ludahi berkali-kali justru datang menengokku,” ucap Yahudi terharu.   

Dua kisah penduduk Thaif dan seorang Yahudi tersebut adalah sebagian dari banyak kisah yang menunjukkan besarnya kasih sayang Rasulullah dalam berinteraksi dengan kaumnya. Berkat sikap tersebut, Nabi sukses besar dalam mendakwahkan ajaran Islam, padahal dalam catatan sejarah disebutkan tidak sedikit orang-orang yang menantang keras ajaran Nabi. Ini menjadi bukti bahwa kelembutan mampu menundukkan kekerasan sebesar apapun.

Kisah ketawadhuan sahabat Rosululloh saw, Umar bin Khatab ra

Ketawadhuan Nabi Muhammad melekat pada diri sahabat-sahabatnya, termasuk pada pribadi Umar bin Khattab.

Maulana Jalaluddin Rumi dalam al-Matsnawi mengisahkan, pada suatu ketika seorang penasihat kekaisaran Byzantium dari Constantinople datang untuk menghadap khalifah Umar bin Khattab di Madinah. Penasihat itu adalah seorang filsuf, cendikiawan, dan negarawan terkemuka.

Setelah memasuki Madinah, utusan dari Byzantium itu merasa heran karena tidak melihat adanya istana kekhalifahan. Ia lalu bertanya kepada salah seorang penduduk Madinah.

"Di manakah istana raja kalian?" tanya sang utusan.
Orang yang ditanya oleh ksatria Byzantium itu hanya tersenyum, dan dijawabnya: "Raja kami tidak memiliki istana megah, karena istana termegahnya adalah hati dan ruhnya sendiri yang senantiasa diterangi oleh cahaya takwa."

Utusan kekaisaran Byzantium itu merasa heran.
Ia lalu kembali bertanya. "Lalu di manakah raja kalian yang namanya kini tersohor itu, penakluk dua benua, penakluk dua imperium, Persia dan Byzantium itu?" tanya sang utusan.

"Tidakkah tadi engkau sadar, di bawah pohon kurma yang baru saja kau lewati itu, seorang lelaki tengah memandikan dan memberikan makan kepada seekor unta?" kata seorang penduduk Madinah.

"Mengapa memang?" tanya sang utusan semakin penasaran.
"Itulah sang khalifah dambaan kami, Umar ibn Khaththab. Ia tengah memberi makan dan memandikan unta milik baitul mal, milik anak-anak yatim, dan para janda."

Utusan itu kemudian tergetar. Ia benar-benar telah melihat sesosok raja besar yang sangat bersahaja.

"Beri tahu aku lebih jauh lagi perihal orang mulia itu," kata sang utusan Romawi. "Bersihkanlah dahulu hatimu dari kotoran-kotoran duniawi, terangi ia dengan cahaya lentera ketaatan, barulah kau bisa mengenalnya dengan baik, dan akan melihat kemegahan istana sang khalifah kami yang berupa ketakwaan, dan kau pun bisa memasuki istana itu bersamanya."

Utusan itu kemudian mendekati Umar, dan bertanya mengapa ia melakukan pekerjaan kotor ini, memandikan unta dan memberinya makan. Tidakkah hal tersebut bisa dilakukan oleh bawahannya?

Umar berkata: "Ini adalah tanggung jawabku, tuan. Unta ini adalah milik anak-anak yatim dan para janda, milik rakyatku yang sepenuhnya menjadi tanggungan dan tanggung jawabku. Aku takut jika kelak Allah akan menanyakan kepadaku sejauh mana aku memimpin rakyat-rakyatku, apakah mereka menderita dan merasa diterlantarkan dan tak diurus olehku."

Sang utusan pun kian terguncang. Ia melihat sosok negarawan ideal yang selama ini digambarkan dalam kitab Republik Plato itu benar-benar ada di hadapannya. Tak lama kemudian, sang utusan Byzantium itu pun bersyahadat dan mengikrarkan keislamannya di hadapan Umar.


 

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...