Thursday, May 25, 2023

pertanyaan yang efektif dalam untuk mengambil keputusan berdasakan data

 Berikut adalah beberapa contoh pertanyaan yang efektif untuk mengambil keputusan berdasarkan data:


1. Apa data historis yang ada tentang masalah ini, dan apa wawasan yang dapat kita ambil darinya?

2. Apa tren yang dapat dilihat dari data yang ada, dan apakah ada kecenderungan yang berpotensi mempengaruhi keputusan ini?

3. Apa metrik atau indikator kinerja yang relevan untuk mengevaluasi opsi yang tersedia?

4. Bagaimana data membandingkan kinerja berbagai alternatif yang mungkin?

5. Apa dampak finansial dari setiap opsi yang dapat diukur dengan data yang ada?

6. Apakah ada korelasi antara variabel tertentu dalam data yang dapat membantu memprediksi hasil yang diinginkan?

7. Apakah ada anomali atau outlier dalam data yang perlu dipahami dan ditindaklanjuti?

8. Apa hubungan antara berbagai faktor yang dapat diidentifikasi melalui analisis data?

9. Bagaimana data mendukung atau membantah asumsi yang mendasari keputusan ini?

10. Apa pendekatan analisis yang paling tepat untuk mengungkapkan wawasan tambahan dari data yang ada?


Pertanyaan-pertanyaan ini dirancang untuk membantu Anda menjelajahi dan memanfaatkan data yang ada untuk mengambil keputusan yang lebih baik dan lebih terinformasi. Penting untuk merujuk pada konteks dan tujuan spesifik Anda saat merumuskan pertanyaan-pertanyaan tersebut.


SMART merupakan singkatan dari Specific (Spesifik), Measurable (Mengukur), Achievable (Terjangkau), Relevant (Relevan), dan Time-bound (Terbatas Waktu). Metodologi SMART digunakan untuk merumuskan tujuan yang jelas dan terukur dalam berbagai konteks, baik pribadi maupun profesional.

Monday, December 26, 2022

Pendusta dan ciri-cirinya dalam AlQuran dan Hadist

 Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala

"Sesungguhnya yang mengada-adakan kebohongan, hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah, dan mereka itulah orang-orang pendusta" (QS. An-Nahl : 105)

Larangan berkata Bohong

"Mengapa orang-orang alim mereka, pendeta-pendeta mereka tidak melarang mereka mengucapkan perkataan bohong?... Sesungguhnya amat buruk apa yang telah mereka kerjakan itu" (QS. Al-Maidah : 63)

"...Sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta"  (QS. Al-Ankabut : 3)

Ancaman bagi Pendusta

"Ketahuilah, laknat Allah atas orang-orang yang dusta: (QS. Ali Imran : 61)

"Terkutuklah orang-orang yang banyak berdusta"(QS. Adz-Dzâriyat : 10)

"....Sesungguhnya Allah tidak memberi penunjuk orang-orang yang pendusta dan sangat ingkar" (QS. Az-Zumar : 3)


Hadits Rasulullah Shallallaahu 'Alaihi wa Sallam

"Bukanlah termasuk pendusta: orang yang mendamaikan pihak-pihak yang sedang bertikai, orang yang berkata demi kebaikan, dan orang yang membangkitkan (mengingatkan) kebaikan" (HR. Muslim)

"Sesungguhnya kejujuran adalah ketenangan, sedangkan kebohongan adalah kegelisahan" (HR. Tirmidzi)

Ciri ciri Pendusta

"...Dan seseorang senantiasa berlaku dusta dan selalu dusta sehingga dia tercatat di sisi Allah Swt. sebagai pendusta" (HR. Muslim)

"Cukuplah seseorang dianggap berdusta kalau dia menyampaikan setiap yang ia dengar" (HR. Muslim)

“Seorang hamba tidak beriman dengan sempurna, hingga ia meninggalkan berkata bohong (walau) saat bercanda ...” (HR. Ahmad)

" Tanda seorang munafik itu ada tiga yaitu berkata bohong, ingkar janji, mengkhianati amanah" (HR. Bukhari, Muslim)

Ancaman bagi Pendusta menurut Hadist

"Aku melihat dua orang (Malaikat), keduanya berkata: “Orang yang engkau lihat disobek mulutnya hingga telinga, adalah seorang pendusta. Ia berdusta dengan kedustaan, dibawanya kedustaan itu berkeliling atas nama dirinya hingga mencapai ufuk, maka dibuatlah ia sebagai pendusta sampai hari kiamat” (HR. Bukhâri)

"....Jauhilah kedustaan, karena kedustaan itu membawa kepada kemaksiatan, dan kemaksiatan membawa ke neraka. ..." (HR. Muslim)

Siapa saja yang berdusta atas namaku, hendaklah ia mengambil tempat duduknya di neraka" (HR. Bukhari, Muslim)

“Celakalah orang yang berbicara, padahal ia berbohong untuk sekedar membuat orang-orang tertawa, celakalah dia, celakalah dia" (HR. Abu Dawud, Tirmidzi)

"Sesudah-ku (Muhammad) nanti akan ada pemimpin yang berbuat zalim dan berdusta, siapa yang membenarkan kedustaannya dan membantu kezalimannya maka tidak termasuk golongan dari umat ku ..." (HR. Nasa'i)



Keutamaan Sifat Tawadhu’ dan Contoh Akhlak Rosulullah saw

Arti Tawadhu' 

Secara bahasa, arti dari tawadhu adalah ketundukan dan rendah hati.

Asal katanya berasal dari Tawaadha'atil ardhu yang berarti tanah itu lebih rendah daripada tanah di sekelilingnya.

Tawadhu’ merupakan sikap pertengahan antara sombong dan melecehkan diri.
Sombong berarti menganggap rendah orang lain dan menolak kebenaran. Sedangkan melecehkan diri yang dimaksud adalah menempatkan diri terlalu rendah sehingga sampai pada pelecehan hak 

Ibnu Hajar berkata, “Tawadhu’ adalah menampakkan diri lebih rendah pada orang yang ingin mengagungkannya. Ada pula yang mengatakan bahwa tawadhu’ adalah memuliakan orang yang lebih mulia darinya.” (Fathul Bari, 11: 341)

Ini adalah akhlak yang penting dalam Islam dan dianggap sebagai salah satu sifat orang Muslim yang baik. Tawadhu' didefinisikan sebagai pengakuan bahwa seseorang kecil dan tidak berarti dibandingkan dengan Allah, dan pengakuan bahwa semua berkat dan kesuksesan datang dari-Nya.

Tawadhu adalah sikap merendahkan diri dihadapan kaum beriman karena Alloh. Sikap tidak berlaku sombong dihadapan manusia.
Namun boleh bersikap sombong dihadapan manusia yang sombong.  



Mengapa Tawadhu' perlu bagi Muslimin ?


"Dan rendahkanlah dirimu terhadap orang-orang yang mengikuti, yaitu orang-orang yang beriman." Asy-Syura 215

 "Maka berkat rahmat Allah, engkau (Muhammad) berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya engkau bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekitarmu" (QS Ali Imran: 159).

"Dan janganlah engkau berjalan di bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya engkau tidak akan dapat menembus bumi dan tidak akan mampu menjulang setinggi gunung" (QS al-Isra: 37).

“Dan janganlah kamu memalingkan wajah dari manusia (karena sombong) dan janganlah berjalan di bumi dengan angkuh. Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orangyang sombong dan membanggakan diri” (QS Luqman: 18).

Dari Iyadh bin Himar r.a, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda : “Sesungguhnya Allah menurunkan wahyu kepadaku, yaitu hendaklah kalian bersikap tawadhu’ (merendahkan diri), sehingga tidak ada seorang pun bersikap sombong kepada yang lain, dan tidak ada seseorang menganiaya yang lain.” (HR. Muslim).

Dari Abu Hurairah r.a., ia berkata, Rasulullah SAW bersabda : “Tiada berkurang harta karena sedekah. Allah pasti akan menambah kemuliaan kepada seseorang yang suka memaafkan. Dan seseorang yang selalu merendahkan diri karena Allah, pasti Allah akan mengangkat derajatnya.” (HR. Muslim).

Dari Anas r.a, ia berkata : Unta Rasulullah SAW yang bernama Al-‘Adlba, tidak pernah dilampaui atau hampir tidak dapat dikejar, kemudian ada seorang Badui yang mengendarai untanya dan dapat mendahului unta beliau, maka hal itu cukup menggelisahkan kaum muslimin; dan hal itu kemudian diketahui Rasulullah. Beliau bersabda : “Kebenaran di tangan Allah, dan siapa saja di dunia ini yang menyombongkan diri, Allah pasti akan merendahkannya.” (HR. Bukhari).


Bagaimana sifat Tawadhu' Rosululloh

Hadits riwayat Bukhari menjelaskan, "Dari Anas ra sesungguhnya Rasulullah saw melewati beberapa anak kecil, maka beliau mengucapkan salam pada mereka."

Masih diriwayatkan Anas ra bahwa, "Ada kalanya wanita-wanita pelayan di kota Madinah memegang tangan Nabi saw dan membawa ke mana ia suka." (HR Bukhari) 

Rasulullah Muhammad saw biasa membantu pekerjaan rumah tangganya, membantu istri dan keluarganya. Hal itu didasarkan pada keterangan Sayyidah ‘Aisyah ra meriwayatkan, "Dari Aswad ra aku bertanya Aisyah ra: "Apa yang dilakukan Nabi saw terhadap keluarganya ? Aisyah menjawab: "Bahwa Nabi saw membantu keluarganya, apabila tiba waktu shalat, beliau segera keluar rumah untuk mengerjakannya." (HR Bukhari) 

Nabi Muhammad saw tidak pernah merasa rendah untuk menggembalakan ternak, atau mengambil sebagian kecil dari upahnya. Abi Hurairah meriwayatkan bahwa Nabi saw bersabda, "Allah tidaklah mengutus seorang Nabi kecuali pernah menggembalakan kambing. Bertanya para sahabat: "Dan engkau juga? Nabi menjawab: "Ya aku dahulu menggembalakan kambing milik orang-orang Makkah dengan mendapat upah beberapa Qirath." (HR. Bukhari) 

"Tak seorangpun yang mengundangnya baik berkulit merah ataupun hitam kecuali dia pasti mendatanginya," katanya.

Rasulullah SAA bersabda. "Aku makan sebagaimana hamba sahaya makan, aku duduk sebagaimana hamba sahaya makan duduk."

"Janganlah kalian menyanjungku sebagaimana orang-orang Kristen menyanjung Isya bin Maryam. Aku hanyalah seorang hamba tuhan. Maka sebut saja aku hamba dan utusan Allah." (HR Bukhari)

 Abu Sa’id Al Khudri bercerita: Rasulullah memberi makan sendiri untanya dan menambatkannya. Beliau menyapu rumahnya, memerah kambingnya, memperbaiki sandalnya, membetulkan bajunya, suka makan bersama pembantunya, membuat tepung gandum bila pembantunya berhalangan, beliau pergi ke pasar membeli sesuatu dan membawanya sendiri ke rumah, suka berjabatan tangan dengan orang kaya, orang fakir, orang tua, dan anak kecil, beliau mendahului memberi salam kepada siapa saja yang bertemu dengan beliau baik terhadap anak kecil, orang tua, orang hitam, orang merah, orang merdeka maupun budak.

Ketika Rasulullah mendengar bahwa orang-orang Quraisy dan sekutu-sekutunya berdatangan untuk menyerang Madinah maka beliau bersama para sahabat membuat parit di Madinah, beliau ikut bekerja . Dan Rasulullah ikut mengangkut tanah sambil menutup perutnya yang putih.

Ketika beliau dalam perjalanan, beliau menyuruh para sahabat untuk memasak kambing, maka di antara mereka ada yang berkata: aku yang menyembelih, ada lagi yang berkata, aku yang mengupas kulitnya, ada lagi yang berkata, aku yang memasaknya, Rasulullah juga berkata: aku yang mencari kayu. Para sahabat berkata: Wahai Rasulullah biarlah kami saja yang bekerja. Beliau menjawab: aku mengetahui bahwa kamu sanggup memikul kewajibanku, tetapi aku tidak mau berbeda dari kamu, dan sesungguhnya Allah Ta’ala tidak menyukai hambanya yang membedakan diri dari kawan-kawannya.

Ketika utusan-utusan raja Najasi menghadap kepada Rasulullah, mereka dilayani sendiri oleh beliau, maka para sahabat berkata: wahai Rasulullah cukuplah kami saja yang melayani mereka, beliau menjawab: tidak, sesungguhnya mereka telah menghormati para sahabatku dan aku dengan senang hati membalas kebaikan mereka. (balasan Rasululloh terhadap raja Najasi, karena menyambut baik 40 sahabat hijrah ke negri Najasi )

Dari Abu Hurairah: Aku masuk pasar bersama Rasulullah. Beliau membeli celana dan berkata kepada orang yang menimbang: timbanglah dan tambahlah sedikit. Abu Hurairah lalu berkata: Orang itu lalu mengambil tangan Rasulullah lalu diciumnya dan beliau menarik tangannya seraya berkata: Beginilah sikap orang ‘Ajam terjadap raja-rajanya dan aku bukan raja, sesungguhnya aku hanya salah seorang dari kalanganmu, lalu beliau mengambil celana itu. Aku ingin membawakan celana itu tetapi beliau berkata: orang yang punya barang itu lebih berhak membawanya.

‘Aisyah r.a berkata: Rasulullah memperbaiki sendiri sandalnya, menjahit sendiri bajunya, bekerja di rumahnya sebagaimana dilakukan oleh seseorang di rumahnya. Pada waktu malam keluarga Abu Bakar mengirim paha kambing kepada kami, aku memegang daging kambing itu dan beliau yang memotong-motong.

Aswad bin Sari’ berkata: Wahai Rasulullah sesungguhnya aku menggubah sya’ir memuji Allah dan menyanjung engkau. Beliau berkata: Syair sanjunganmu kepada Allah berikanlah kepadaku dan pujianmu kepadaku buang sajalah. Dan beliau berkata: Janganlah kamu menyanjung aku jauh di atas martabatku, sesungguhnya Allah telah menjadikan aku sebagai hamba-Nya sebelum aku diangkat-Nya menjadi Nabi.

Beliau mandi di sumur maka Hudzaifah bin Yaman memegang bajunya dan menutupi tubuh beliau sehingga beliau selesai mandi. Kemudian Hudzaifah turun untuk mandi maka Rasulullah mengambil kain dan menutupi tubuh Hudzaifah dari pandangan orang-orang. Hudzaifah menolak dan berkata: Wahai Rasulullah janganlah engkau mengerjakan itu, namun beliau tetap menutupi tubuh Hudzaifah sampai dia selesai mandi.

Jika beliau datang dari perjalanan maka anak-anak menjumpai beliau, beliau berhenti dan menghampiri mereka, kemudian ada yang disuruh naik di depannya dan ada yang di belakangnya. Beliau menyuruh para sahabat supaya menggendong mereka. Kadang-kadang ada di antara anak-anak itu yang membanggakan diri dan berkata: aku digendong di depan beliau tetapi engkau di belakangnya dan ada yang berkata: dia menyuruh para sahabat supaya menggendongmu di belakang mereka.

Beliau memboncengkan pembantunya atau yang lainnya di belakangnya. Pernah beliau memboncengkan Usamah bin Zaid dan anaknya dari Arafah. Pernah beliau memboncengkan Fadhl bin ‘Abbas dari Muzdalifah, dan memboncengkan Mu’az bin Jabal dan Ibnu Umar serta sahabat-sahabat lainnya.

Beliau naik apa saja yang mungkin, kadang-kadang baik kuda, kadang-kadang unta, kadang-kadang keledai, kadang-kadang himar, kadang-kadang berjalan kaki tanpa sepatu, tanpa sorban.

Beliau tidak pernah mencela tempat tidur, bila dikembangkan sesuatu untuk alas tidur, maka berbaringlah beliau dan bila tidak disediakan maka beliau berbaring di atas tanah. Kasur beliau terbuat dari kulit, isinya serat pohon kurma, panjangnya dua hasta dan lebarnya satu hasta satu jengkal, beliau juga tidur hanya di atas tikar saja. 😭

Beliau mendengarkan seruan dan ajakan orang yang merdeka atau budak. Siapapun yang menyeru beliau apakah orang yang berkulit merah atau berkulit hitam selalu beliau dengarkan, juga beliau tidak menolak seruan dari budak perempuan atau orang miskin.

Beliau menerima hadiah walaupun seteguk susu atau paha kelinci, kemudian beliau membalasnya, beliau suka memakan barang hadiah tetapi tidak memakan barang sedekah.

Beliau suka duduk besama orang-orang fakir dan orang-orang miskin. Abu Sa’ad berkata: aku duduk dalam kelompok orang-orang Muhajirin yang lemah-lemah, sebahagian daripada mereka menutupi badan teman-temannya karena tak berbaju maka duduklah Rasulullah di tengah-tengah kami untuk menyertai kami. Beliau mempunyai budak lelaki dan perempuan dan beliau tidak suka mengistimewakan dirinya dari mereka dalam hal makan dan pakaian.

Abu Ayub Khalid bin Zaid bercerita bahwa Rasulullah ketika singgah di rumahku menempati lantai pertama, aku dan Ummu Ayub di lantai atasnya. Aku berkata kepadanya wahai Rasulullah sesungguhnya aku tidak suka bertempat di atasmu sedang tempatmu di bawahku, maka silahkan menempati tempat yang di atas dan aku menempati yang di bawah. Beliau menjawab: Wahai Abu Ayub kami menempati yang di bawah adalah lebih mudah bagi kami dan lebih memudahkan bagi orang-orang yang datang mengunjungi kami. Kemudian pecahlah kendi kami yang berisi air lalu aku dan Ummu Ayub mengambil selimut kami satu-satunya yang kami miliki untuk mengepel (mengeringkan) air karena aku khawatir kalau-kalau air itu menetes atau mengenai Rasulullah SAW.

Beliau mempunyai baju yang sudah ditambal. Beliau berkata: Sesungguhnya aku adalah hamba yang berpakaian seperti pakaian hamba, kadang-kadang beliau memakai sehelai kain saja yang beliau ikatkan kedua pinggirnya ke bahunya dan kadang-kadang shalat di rumahnya dengan kain itu dan berselimut dengan kain itu.

Ada seorang yang dihadapkan kepada beliau. Orang itu gemetar sangat takut kepada beliau karena wibawanya. Maka beliau berkata: Jangan takut, aku bukan raja, sesungguhnya aku adalah putera seorang perempuan dari Quraisy yang suka makan dendeng daging.

Tidak ada seorangpun dari para sahabat atau lainnya yang memanggil beliau maka tentu beliau jawab: labbaik (aku datang).

Para sahabat beliau kadang-kadang membacakan sya’ir di hadapan beliau. Mereka bercerita tentang keadaan di masa jahiliyah dan mereka tertawa-tawa. Beliaupun tersenyum bila mereka tertawa, mereka tidak dicegah beliau kecuali dari sesuatu yang haram.

Tempat duduk beliau tidak beda dengan tempat duduk para sahabat, karena beliau duduk di mana saja yang ada tempat duduk, dan beliau duduk di antara mereka. Bila ada seorang asing datang maka tidak bisa diketahui yang mana beliau di antara mereka itu, sehingga ditanyakan dahulu yang mana beliau itu. Diriwayatkan bahwa beliau berkata: Janganlah seseorang menyuruh orang lain beranjak dari tempat duduknya lalu dia menduduki tempat itu, tetapi berlapang-lapanglah kamu semua dan beliau berkata: bila orang-orang telah duduk pada tempat duduk mereka, maka apabila seseorang memanggil saudaranya maka hendaklah saudaranya itu diberi kelapangan supaya dia dapat menemui saudaranya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah suatu penghormatan bagi saudaranya itu. Apabila dia tidak memperoleh kelapangan kemudian dia boleh duduk disitu.

Dan beliau tertawa namun tertawanya hanya senyuman, beliau suka melihat permainan yang mubah dan tidak mengingkarinya. Menurut Aisyah r.a, Rasulullah menutupi dia dengan bajunya yang lapang ketika Aisyah sedang menonton orang-orang Habasyah yang sedang bermain-main di masjid.

Beliau berlomba dengan Aisyah r.a maka kadang-kadang beliau yang menang, kadang-kadang Aisyah r.a yang menang. Beliau berkata: Kemenanganmu ini mengimbangi kemenanganku itu.

Beliau tidak suka para sahabat berdiri apabila beliau datang. Diriwayatkan, sesungguhnya beliau berkata; apabila kamu semua melihat aku maka janganlah kamu berdiri seperti orang-orang ‘ajam dan beliau berkata: barangsiapa merasa senang bila orang berdiri untuk menghormatinya maka sediakanlah baginya tempat duduk di neraka. Diriwayatkan dari Anas dia berkata, tidak ada seorang yang lebih kami cintai daripada Rasulullah SAW dan apabila kami melihat beliau kami tidak berdiri untuknya, karena kami telah mengetahui bahwa beliau tidak menyukai yang demikian


Kisah kelembutan hati dan ketawadhuan Rasululloh saw

Peristiwa Thaif

Salah satu peristiwa bersejarah dalam dakwah Rasulullah yang menggambarkan kelembutan hatinya adalah saat mengajak penduduk Thaif untuk memeluk agama Islam. Dengan ajakan yang santun, tanpa paksaan, dan tanpa kekerasan, Nabi mengajak mereka untuk mengimani agama wahyu tersebut.   Namun tak disangka, respons penduduk justru sangat buruk. Mereka menolak mentah-mentah ajaran Nabi. Tidak hanya itu, mereka juga beramai-ramai mengusirnya dengan perlakukan yang tidak senonoh. Dari anak-anak, tua, muda, semuanya melempari Nabi dengan kerikil, bahkan sambil mencaci, “Muhammad pendusta!”. (Wahbah az-Zuhaili, Tafsir al-Munir, 1997: juz VI, h. 259)

Merespons hal itu, Malaikat Jibril menawarkan kepada Nabi untuk membumihanguskan seluruh penduduk Thaif. Jika perlu, Jibril akan membalikkan gunung-gunung agar mereka semua binasa. Namun dengan bijak Nabi menolak samasekali tawaran Jibril itu.

Nabi memaafkan mereka semua bahkan mendoakan agar mendapat hidayah. Saat itu Nabi besabda,   

إِنَّ اللهَ لَمْ يَبْعَثْنِي طَعَّانًا وَلَا لَعَّانًا وَلَكِنْ بَعَثَنِيْ دَاعِيًا وَرَحْمَةً، اللهم اهْدِ قَوْمِيْ فَإِنَّهُمْ لَا يَعْلَمُوْنَ 

Artinya, “Sungguh Allah tidak mengutusku untuk menjadi orang yang merusak dan bukan (pula) orang yang melaknat. Akan tetapi Allah mengutusku untuk menjadi penyeru dan pembawa rahmat. Ya Allah, berilah hidayah untuk kaumku karena sesungguhnya mereka tidak mengetahui!” (HR Al-Baihaqi).   


Memaafkan Seorang Yahudi 

Salah satu cermin merespons kekerasan dengan kelembutan lain yang dilakukan Rasulullah adalah terhadap seorang Yahudi. Dikisahkan, orang-orang Quraisy yang sudah tidak senang dengan dakwah Nabi terus melakukan upaya untuk menghentikan aktivitas dakwahnya. Sekali waktu mereka menyewa seorang Yahudi untuk meludahi Rasulullah.   

Si Yahudi itu selalu stand by di jalan menuju Ka’bah yang biasa dilalui Nabi. Setiap Nabi lewat, orang itu akan memanggilnya. Nabi yang selalu menghormati orang lain pun menengok. Orang Yahudi itu kemudian meludahinya. Melihat perlakuan “kurang ajar” orang itu tidak sedikitpun membuatnya marah. 

Keesokan harinya saat Nabi melalui jalan tersebut, si Yahudi memanggilnya lagi dan melakukan hal serupa. Hal itu terjadi hingga beberapa hari, hingga sekali waktu beliau tidak menemukan keberadaannya di tempat biasa. 

Setelah mencari info dan tahu bahwa ia sedang sakit, Nabi pun membeli buah dan menjenguknya.   Mendapati orang yang selama ini diludahinya justru menjenguk, membuat si Yahudi luluh dan menyesal atas perlakuannya selama ini. 

Singkat kisah, ia pun meminta maaf dan dalam satu riwayat disebutkan bahwa ia masuk Islam.   “Selama aku sakit belum pernah seorang pun menjenguk, bahkan Abu Jahal yang selama ini menyewaku untuk meludahimu. Namun, engkau yang selama ini aku ludahi berkali-kali justru datang menengokku,” ucap Yahudi terharu.   

Dua kisah penduduk Thaif dan seorang Yahudi tersebut adalah sebagian dari banyak kisah yang menunjukkan besarnya kasih sayang Rasulullah dalam berinteraksi dengan kaumnya. Berkat sikap tersebut, Nabi sukses besar dalam mendakwahkan ajaran Islam, padahal dalam catatan sejarah disebutkan tidak sedikit orang-orang yang menantang keras ajaran Nabi. Ini menjadi bukti bahwa kelembutan mampu menundukkan kekerasan sebesar apapun.

Kisah ketawadhuan sahabat Rosululloh saw, Umar bin Khatab ra

Ketawadhuan Nabi Muhammad melekat pada diri sahabat-sahabatnya, termasuk pada pribadi Umar bin Khattab.

Maulana Jalaluddin Rumi dalam al-Matsnawi mengisahkan, pada suatu ketika seorang penasihat kekaisaran Byzantium dari Constantinople datang untuk menghadap khalifah Umar bin Khattab di Madinah. Penasihat itu adalah seorang filsuf, cendikiawan, dan negarawan terkemuka.

Setelah memasuki Madinah, utusan dari Byzantium itu merasa heran karena tidak melihat adanya istana kekhalifahan. Ia lalu bertanya kepada salah seorang penduduk Madinah.

"Di manakah istana raja kalian?" tanya sang utusan.
Orang yang ditanya oleh ksatria Byzantium itu hanya tersenyum, dan dijawabnya: "Raja kami tidak memiliki istana megah, karena istana termegahnya adalah hati dan ruhnya sendiri yang senantiasa diterangi oleh cahaya takwa."

Utusan kekaisaran Byzantium itu merasa heran.
Ia lalu kembali bertanya. "Lalu di manakah raja kalian yang namanya kini tersohor itu, penakluk dua benua, penakluk dua imperium, Persia dan Byzantium itu?" tanya sang utusan.

"Tidakkah tadi engkau sadar, di bawah pohon kurma yang baru saja kau lewati itu, seorang lelaki tengah memandikan dan memberikan makan kepada seekor unta?" kata seorang penduduk Madinah.

"Mengapa memang?" tanya sang utusan semakin penasaran.
"Itulah sang khalifah dambaan kami, Umar ibn Khaththab. Ia tengah memberi makan dan memandikan unta milik baitul mal, milik anak-anak yatim, dan para janda."

Utusan itu kemudian tergetar. Ia benar-benar telah melihat sesosok raja besar yang sangat bersahaja.

"Beri tahu aku lebih jauh lagi perihal orang mulia itu," kata sang utusan Romawi. "Bersihkanlah dahulu hatimu dari kotoran-kotoran duniawi, terangi ia dengan cahaya lentera ketaatan, barulah kau bisa mengenalnya dengan baik, dan akan melihat kemegahan istana sang khalifah kami yang berupa ketakwaan, dan kau pun bisa memasuki istana itu bersamanya."

Utusan itu kemudian mendekati Umar, dan bertanya mengapa ia melakukan pekerjaan kotor ini, memandikan unta dan memberinya makan. Tidakkah hal tersebut bisa dilakukan oleh bawahannya?

Umar berkata: "Ini adalah tanggung jawabku, tuan. Unta ini adalah milik anak-anak yatim dan para janda, milik rakyatku yang sepenuhnya menjadi tanggungan dan tanggung jawabku. Aku takut jika kelak Allah akan menanyakan kepadaku sejauh mana aku memimpin rakyat-rakyatku, apakah mereka menderita dan merasa diterlantarkan dan tak diurus olehku."

Sang utusan pun kian terguncang. Ia melihat sosok negarawan ideal yang selama ini digambarkan dalam kitab Republik Plato itu benar-benar ada di hadapannya. Tak lama kemudian, sang utusan Byzantium itu pun bersyahadat dan mengikrarkan keislamannya di hadapan Umar.


 

Tuesday, September 20, 2022

Calculated columns and measures

 Measure DAX

Numeric columns support the greatest range of aggregation functions:

  • Sum
  • Average
  • Minimum
  • Maximum
  • Count (Distinct)
  • Count
  • Standard deviation
  • Variance
  • Median

Summarize non-numeric columns

Non-numeric columns can be summarized. However, the sigma symbol does not show next to non-numeric columns in the Fields pane because they don't summarize by default.

Text columns allow the following aggregations:

  • First (alphabetically)
  • Last (alphabetically)
  • Count (Distinct)
  • Count

Date columns allow the following aggregations:

  • Earliest
  • Latest
  • Count (Distinct)
  • Count

Boolean columns allow the following aggregations:

  • Count (Distinct)
  • Count
=================================================

Compare calculated columns with measures

Completed100 XP

DAX beginners often experience a degree of confusion about calculated columns and measures. The following section reviews the similarities and differences between both.

Regarding similarities between calculated columns and measures, both are:

  • Calculations that you can add to your data model.
  • Defined by using a DAX formula.
  • Referenced in DAX formulas by enclosing their names within square brackets.

The areas where calculated columns and measures differ include:

  • Purpose - Calculated columns extend a table with a new column, while measures define how to summarize model data.
  • Evaluation - Calculated columns are evaluated by using row context at data refresh time, while measures are evaluated by using filter context at query time. Filter context is introduced in a later module; it's an important topic to understand and master so that you can achieve complex summarizations.
  • Storage - Calculated columns (in Import storage mode tables) store a value for each row in the table, but a measure never stores values in the model.
  • Visual use - Calculated columns (like any column) can be used to filter, group, or summarize (as an implicit measure), whereas measures are designed to summarize.

Monday, September 19, 2022

Resume : Introduction to creating measures using DAX in Power BI

 

Differences between a calculated column and a measure

The fundamental difference between a calculated column and a measure is that a calculated column creates a value for each row in a table. For example, if the table has 1,000 rows, it will have 1,000 values in the calculated column. Calculated column values are stored in the Power BI .pbix file. Each calculated column will increase the space that is used in that file and potentially increase the refresh time.

Measures are calculated on demand. Power BI calculates the correct value when the user requests it. When you previously dragged the Total Sales measure onto the report, Power BI calculated the correct total and displayed the visual. Measures do not add to the overall disk space of the Power BI .pbix file.

Measures are calculated based on the filters that are used by the report user. These filters combine to create the filter context.

https://learn.microsoft.com/en-us/training/modules/create-measures-dax-power-bi/1-introduction


Use relationships effectively

To create this measure for Sales by Ship Date, you can use the DAX function USERELATIONSHIP(). This function is used to specify a relationship to be used in a specific calculation and is done without overriding any existing relationships. It is a beneficial feature in that it allows developers to make additional calculations on inactive relationships by overriding the default active relationship between two tables in a DAX expression, as shown in the following example:

Sales by Ship Date = CALCULATE(Sum(Sales[TotalPrice]), USERELATIONSHIP(Sales[ShipDate],'Calendar'[Date]))


====================================================================

Work with DAX functions

However, many functions exist that you won't find in Excel because they're specific to data modeling:

  • Relationship navigation functions
  • Filter context modification functions
  • Iterator functions
  • Time intelligence functions
  • Path functions
====================================================================


Learn about row context

However, row context doesn't extend beyond the table. If your formula needs to reference columns in other tables, you have two options:

  • If the tables are related, directly or indirectly, you can use the RELATED or RELATEDTABLE DAX function. The RELATED function retrieves the value at the one-side of the relationship, while the RELATEDTABLE retrieves values on the many-side. The RELATEDTABLE function returns a table object.
  • When the tables aren't related, you can use the LOOKUPVALUE DAX function.

Discount Amount =(
    Sales[Order Quantity]
        * RELATED('Product'[List Price]) ) - Sales[Sales Amount]
    Gunakan RELATED untuk menJOIN




          Wednesday, February 28, 2018


          McKinsey 7-S Framework: A Checklist
          Source : MBA Boost
          Here is a checklist for using the McKinsey 7-S Framework to describe a business. Note that the 7-S model was developed in the 1980’s by Robert Waterman, Tom Peters and Julien Philips while working for McKinsey and originally presented in their article “Structure is not Organization.” Also included are questions to help evaluate industry structure.

          Mckinsey 72 Model
          Strategy
          1.     In what kinds of markets does the business compete and how are these markets changing?
          o    Types of Customers
          o    Local Market
          o    Regional Market
          o    Global Market
          2.     What are the firm’s sustainable competitive advantages and how are they changing?
          o    Technical Leadership
          o    Cost
          o    Quality and Reliability
          o    Service
          o    Knowledge of the Market
          o    Control of Distribution Channels
          o    Monopoly Power through Government Policy
          o    Artificially Protected Market
          o    Government Connections
          3.     How do the basic elements of the business system work, and where are the key leverage points? How might these change?
          o    Technology
          o    Product Design
          o    Procurement
          o    Manufacturing
          o    Distribution and Selling
          o    Service
          4.     How has the firm deployed its major resources and how is this changing?
          o    Funds
          o    Management
          o    Service, Selling or other Distinctive Capabilities
          o    Market Position
          5.     What are the firm’s overriding strategic priorities?
          o    Protect Existing Market Share
          o    Penetrate New Markets
          o    Enhance Value to Customers by Lowering Production Cost, Improve Product/Service or Greater Technology Edge
          o    Acquire or Move Into New Business or Technology
          o    Change the Game
          6.     How does the firm secure needed support from its other major constituencies and how is this changing?
          o    Employees
          o    Distributors and Retailers
          o    Suppliers of Funds
          o    Suppliers of Materials and Equipment
          o    Key Governmental Bodies
          Structure
          1.     How is the company/team divided?
          2.     What is the hierarchy?
          3.     How do the various departments coordinate activities?
          4.     How do the team members organize and align themselves?
          5.     Is decision making and controlling centralized or decentralized? Is this as it should be, given what we’re doing?
          6.     Where are the lines of communication? Explicit and implicit?
          Skills
          1.     What business activities that are crucial to its successes is the firm good at performing and how are these changing?
          2.     What business activities that are crucial to its success is the firm weak in performing and how are these changing?
          3.     What important management activities must the company perform much better than it does now?
          o    Business System Functions
          o    Nonbusiness System Functions
          §  Employee Relations
          §  Staff Development
          §  Government Relations
          o    Special Management Challenges
          §  Multi-Product Line Management
          §  Acquisition Management
          §  Resource Deployment
          §  Divestment
          §  “Privatization”
          4.     Is this an “excellent” firm?
          o    Action and Execution Focus
          o    Close to the Customer
          o    Productivity Through People Focus
          o    Simple Form, Lean Staff
          o    Stick to their Knitting
          o    Hands-on, Value-Driven
          o    Simultaneous Loose-Tight Properties
          Shared Values
          1.     How do people in the firm describe the ways in which it is distinctive?
          2.     How do people in the firm describe what is key about “how we do things around here?”
          o    Controlling Considerations in Decision Making
          §  Impact of Priority Customers
          §  Internal Political Considerations
          §  Financial Attractiveness
          §  Impact on Market Position
          §  Donor or Government Requirements or Expectations
          o    How Important Constituencies are Dealt with
          o    How Things get done
          o    How decisions are made
          o    What preoccupies senior management
          3.     What things get the most and the least top-management attention and how is this changing?
          o    Business Functions
          o    Markets and product Lines
          o    Organizational Units
          o    Projects
          o    Threats
          o    Cost Versus Value to Customer
          o    Shore Versus Long Run
          o    Internal Versus External
          4.     Does management give much importance to the firm’s culture and shared values?
          5.     Does the firm have a true guiding concept that is
          o    Directional
          o    Fundamental
          o    Plausible
          o    Achievable
          o    Shared
          And does the guiding concept fit with the strategy and skills of the firm?
          Systems
          1.     What are the most important management processes that top management uses to run this firm?
          o    Annual Strategy and/or Performance Review
          o    Monthly or Quarterly Operating Reviews
          o    Capital Investment Approvals
          o    “Kitchen-Cabinet Sessions”
          o    “Management by Walking Around”
          2.     What are the most striking characteristics of these processes?
          o    Formal versus Informal
          o    Financial versus Substantive
          o    Staff versus Line-Dominated
          o    Multilateral versus Bilateral
          3.     What managerial functions are most and least emphasized in the conduct of these processes and what are the trends?
          o    Path Setting
          o    Problem Finding
          o    Decision Making
          o    Execution
          o    Interpretation
          4.     What are the most important information systems in the firm? What variables are monitored and controlled most closely?
          Style
          1.     What is top management’s apparent view of its own principal value-add?
          o    Monitor, review and ensure results
          o    Make sure others answer tough questions before they make decisions
          o    Make tough decisions directly
          o    Stay on top of internal operations
          o    Identify issues for attention
          o    Relate with outside world
          o    Maintain internal conditions for effective function
          o    Chart course and set direction
          2.     For people in the firm, what are the most-watched indicators of top-management expectations and values?
          o    Recent decisions
          o    More or less formal pronouncements
          o    Informal questioning routines
          o    Praise and promotion or criticism
          3.     How does top management make decisions?
          o    Wide consultation versus narrow consultation versus solitary decision making
          o    Reliance on data and analysis versus trusted counsel versus lessons of experience
          4.     How does top management seek to motivate employees?
          o    Orders
          o    Compensations and perquisites
          o    Personal relations
          o    Hoopla
          o    Participation and team spirit
          o    Internal competition
          Staff
          1.     What are the demographics of the management group and how are they changing?
          o    Functional and business unit experience within the company
          o    Educational background/professional discipline
          o    Experience outside the company
          o    Religion, political party, age, sex, regional factions
          2.     What kinds of things are current senior managers known for and what is the “next generation” of managers known for?
          o    Important accomplishments
          o    Interests and personal crusades
          o    Connections
          3.     Where in the firm are the strongest managers found? The weakest?
          4.     How much importance does the firm really give to its people?
          o    Emphasis on development planning, performance appraisal, training, etc.
          5.     What is the top-management structure and how is it changing?
          o    One man versus CEO/COO versus team
          o    Collective executive versus collection of top managers of various organizational units
          o    Government representation or oversight
          o    Board as review versus deliberative versus directive body 
          6.     Are “special” structural devices used?
          o    Task Forces
          §  Full time versus part time
          §  Volunteers versus draftees
          §  Reports versus results
          o    Czars
          o    Project managers
          o    Quality circles
          o    Management “panels” or “boards”
          7.     How does this firm deal with functions that could be internal or external and how is this changing?
          o    Distribution and sales
          o    Materials supply, subassembly, etc.
          o    Technology supply
          Evaluating Industry Structure
          Threat of New Entrants
          1.     Do large firms have a cost or performance advantage in your segment of the industry?
          2.     Are there any proprietary product differences in your industry?
          3.     Are there any established brand identities in your industry?
          4.     Do your customers incur any significant costs in switching suppliers?
          5.     Is a lot of capital needed to enter your industry?
          6.     Is serviceable used equipment expensive?
          7.     Does the newcomer to your industry face difficulty in accessing distribution channels?
          8.     Does experience help you to continuously lower costs?
          9.     Does the newcomer have any problems in obtaining the necessary skilled people, materials or suppliers?
          10. Does your product or service have any proprietary features which give you lower costs?
          11. Are there any licenses, insurance or qualifications which are difficult to obtain?
          12. Can the newcomer expect strong retaliation on entering the market?
          High barriers to entry = + factors (favorable to industry)
          Low barriers to entry = – factors (unfavorable to industry)
          Threat of Substitutes
          (Some other product or service which performs the same jobs as yours)
          1.     Substitutes have performance limitation which do not completely offset their lowest price or their performance advantage is not justified by their higher price.
          2.     The customer will incur costs in switching to a substitute.
          3.     Your customer has no real substitute.
          4.     Your customer is not likely to substitute
          Low threat of substitution = + factors (favorable to industry)
          High threat of substitution factors (unfavorable to industry)
          Bargaining Power of Suppliers
          1.     My inputs (materials, labor, supplies, services, etc.) are standard rather than unique or differentiated.
          2.     I can switch between suppliers quickly and cheaply.
          3.     My suppliers would find it difficult to enter my business or my customers would find it difficult to perform my function in house.
          4.     I can substitute inputs readily.
          5.     I have many potential suppliers.
          6.     My business is important to my suppliers.
          7.     My cost of purchases has a significant influence on my overall costs.
          Low bargaining power of suppliers = + factors (favorable to industry)
          High bargaining power of suppliers = – factors (unfavorable to industry)
          Determinants of Rivalry Among Existing Competitors
          1.     The industry is growing rapidly.
          2.     The industry is not cyclical with intermittent over-capacity.
          3.     The fixed costs of the business are a relatively low portion of total costs.
          4.     There are significant product differences and brand identities between the competitors.
          5.     The competitors are diversified rather than specialized.
          6.     It would not be hard to get out of this business because there are no specialized skills and facilities or long term contract commitments, etc.
          7.     My customers would include significant costs in switching to a competitor.
          8.     My product is complex and requires a detailed understand on the part of my customer.
          9.     All my competitors are approximately my size.
          Low level of rivalry = + factors (favorable to industry)
          Higher level of rivalry factors (unfavorable to industry)
          Overall Industry Rating
          Threat of new entrants = __
          Threat of substitutes = __
          Bargaining power of suppliers = __
          Bargaining power of buyers = __
          Rivalry among the existing companies = _
          Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...